Laporan PBB Tuduh Israel Siksa Anak-anak Palestina

by -5 views
ilustrasi
ilustrasi

Badan pemantau hak asasi manusia PBB menuduh polisi dan militer Israel melakukan pelanggaran terhadap anak-anak Palestina. Pelanggaran itu berkisar dari penyiksaan yang menyebabkan ancaman kematian dan kekerasan seksual di penjara-penjara.

Dalam sebuah laporan tentang catatan hak asasi manusia (HAM) Israel, Komite PBB tentang Hak Anak menyatakan “keprihatinan mendalam terkait praktik penyiksaan yang dilaporkan dan perlakuan buruk terhadap anak-anak Palestina yang ditangkap, diadili, dan ditahan militer dan polisi.”

Komite itu, sebagaimana dikutip Sydney Morning Herald, Jumat (21/6/2013), mengatakan bahwa para tentara Israel menangkap para pemuda Palestina secara teratur selama patroli malam hari, mengikat tangan mereka dengan cara yang menyakitkan dan menutup mata mereka, serta sering menjebloskan mereka ke pusat-pusat penahanan tanpa memberi tahu para orangtua mereka. Laporan itu juga mengatakan bahwa anak-anak Palestina yang ditangkap itu secara sistematis menjadi sasaran pelecehan fisik dan verbal, diancam dengan kematian, mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual, serta memiliki akses terbatas pada toilet, makanan, dan air.

“Kejahatan-kejahatan itu dilakukan sejak penangkapan, selama proses perpindahan dan interogasi, demi mendapatkan pengakuan sebagaimana dikemukakan beberapa tentara Israel, serta selama penahanan pra-sidang pengadilan,” tulis komite tersebut.

Badan itu memperoleh informasinya dari badan-badan HAM PBB lainnya, sumber-sumber militer, serta kelompok HAM Israel dan Palestina. Menurut laporan itu, Israel tidak menanggapi permintaan informasi komite itu terkait tuduhan pelanggaran tersebut.

Selain menyoroti pelanggaran di wilayah Palestina, laporan itu juga menyatakan keprihatinan pada jumlah anak-anak Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Dikatakan bahwa sekitar 7.000 anak usia 12 sampai 17 tahun, tapi kadang-kadang ada yang berusia 9 tahun, telah ditangkap, diinterogasi, dan ditahan sejak tahun 2002. Rata-rata dua orang per hari. Kebanyakan dari mereka diciduk setelah dituduh melemparkan batu kepada pasukan Israel dan para pemukim Yahudi. Pelanggaran semacam itu dapat dikenai hukuman hingga 20 tahun penjara.

April lalu, sebanyak 236 anak berada di pusat-pusat penahanan militer. Puluhan dari mereka berusia antara 12 dan 15 tahun, kata laporan itu, yang mengambil data dari UNICEF dan kelompok hak asasi Israel, B’tselem.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel menolak temuan laporan itu. Juru bicara itu mengatakan, laporan tersebut “tidak berdasarkan pada penyelidikan langsung di lapangan.” “Dalam kasus ini, kita tidak berbicara tentang investigasi apa pun,” katanya.  (*)

sumber:tribunnews.com