Jalur Mudik Bekasi Masih Rusak

by -11 views

20130722 jkt baru (Jalur Mudik Bekasi Masih Rusak)bJalur mudik di Bekasi dan Banten masih mengkhawatirkan. Di sejumlah titik masih ditemukan kerusakan jalan cukup parah. Hal ini tentu saja sangat membahayakan keselamatan pemudik.

Di Kota Bekasi, proses perbaikan Jalan KH Noer Alie, Kalimalang yang diperkirakan rampung sebelum Ramadan, meleset. Saat ini perbaikan masih dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum. Di kawasan ini, tampak para pekerja dilengkapi alat berat sibuk melakukan perbaikan jalan utama penghubung Kota Bekasi dan DKI Jakarta tersebut. Belum seluruh jalan tersentuh perbaikan. Misalnya di depan Masjid Al Azhar, Jakasampurna, Bekasi Barat.

Setengah jalur bagian aspal lama sedang dibongkar. Nantinyaaspaltersebutbakaldiganti beton sebelum dilapisi aspal kembali, seperti bagian jalan lainnya. Akibatnya, kemacetan lalu lintas pun tak terhindarkan. Apalagi saat jam sibuk, seperti berangkat dan pulang kerja. Pada tengah hari sekalipun, kemacetan kerap tak terelakkan. Sekitar 500 meter ke timur, perbaikan belum tersentuh. Masih banyak lubang jalan menganga dengan kedalaman antara 5–10 cm.

Di jalur tersebut, saat ini juga terdapat perbaikan saluran air atau gorong-gorong. Hingga saat ini, pengerjaan juga belum selesai. Perbaikan gorong-gorong ini juga mempersempit jalan, karena material dibiarkan belum terpasang. Kasat Lantas Polresta Bekasi Kota Kompol Muhammad Arsal Sahban menyayangkan pembongkaran aspal dilakukan justru mendekati musim mudik.

Bila perbaikan tak sesuai dengan target, jalur itu tentu mengganggu arus mudik. ”Awalnya kami berharap sudah selesai sebelum bulan puasa, tapi sampai sekarang nggakada kejelasan, kapan selesainya,” katanya, kemarin. Diharapkan perbaikan jalan nasional itu bisa selesai sebelum digunakan pemudik. Karena selain masih rusak, perbaikan jalur juga menimbulkan penyempitan jalan.

Jalan Kalimalang adalah jalur utama pemudik, terutama bagi pengguna sepeda motor. Mereka bukan hanya berasal dari Jakarta, melainkan juga Banten dan Sumatera. ”Selain kemacetan, kecelakaan juga bisa tak terhindarkan,” tegasnya. Di Kabupaten Bekasi, Polresta Bekasi Kabupaten mencatat ada empat titik jalur mudik yang masih rusak berat. ”Kerusakan jalan di jalur mudik itu berada di jalan milik pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat,” ujar Kasubnit Dhikyasa Polresta Bekasi Kabupaten Ipda Agus Riyanto.

Empat titik yang rusak itu berada di SGC Cikarang Utara, Warung Bongkok di Cikarang Barat, Stasiun Lemahabang di Cikarang Utara, dan di beberapa jalan arteri. Padahal, jalan itu menjadi titik pengendara roda dua melintas ke arah pantura. Agus Riyanto memastikan, jika jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas tidak terelakkan saat jalur itu digunakan mudik.

”Volume kendaraan roda dua yang akan melintas di jalur itu akan banyak, tapi risikonya besar,” tandasnya. Sementara itu, Pemprov Banten tidak mampu menyelesaikan perbaikan jalan, baik jalur utama dan jalur alternatif untuk mudik karena cuaca yang tidak menentu. Upaya yang akan dilakukan yakni tambal sulam untuk jalan-jalan yang kondisinya rusak berat. Salah satu jalur yang belum rampung diperbaiki yakni Jalan Cikande–Serang. Jalan yang biasa digunakan pemudik bersepeda motor ini masih dilakukan betonisasi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) Banten Sutadi mengatakan, dari hasil pantauan dan rapat koordinasi dengan Satuan Kerja (Satker) wilayah I dan II, perbaikan jalur mudik tidak akan selesai karena cuaca tidak mendukung. ”Setiap hari hujan. Cuaca yang terjadi saat ini kurang mendukung pengerjaan perbaikan jalan,” kata Sutadi. Sutadi mengakui sejauh ini masih terdapat jalan rusak dan dalam proses perbaikan.

Jika menjelang Lebaran perbaikan tidak selesai, untuk sementara jalan hanya ditambal. Proses betonisasi di Jalan alternatif Palima–Ciomas sepanjang 7 km juga masih berjalan. Padahal, jalan tersebut akan dijadikan jalur alternatif wisata menuju Pantai Anyer. Jalur Serdang– Bojonegara–Merak yang menjadi jalur alternatif menuju Pelabuhan Merak sampai saat ini juga masih dalam perbaikan.

”Kalau yang dari Serdang– Merak, itu kewenangannya pemerintah pusat, Banten hanya pemeliharaannya saja,” tukasnya. Di bagian lain, diprediksi akan ada kenaikan penumpang di Terminal Kalideres, Jakarta Barat saat arus mudik Lebaran. Jumlah penumpang diperkirakan naik 5% dibandingkan tahun lalu. Kepala Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, Jakarta Barat Hengky Sitorus mengatakan, prediksi kenaikan penumpang ini hasil rekapitulasi arus mudik dan balik tahun lalu.

Saat itu jumlah penumpang lebih banyak saat arus balik. Untukmengantisipasilonjakan penumpang, pengelola Terminal Kalideres menambah 150 bus. Dibukanya Terminal Grogol untuk bus AKAP diharapkan bisa membantu mengurangi penumpukan penumpang di Terminal Kalideres saat H-7 hingga H+7 Lebaran. abdullah m surjaya/ teguh mahardika/ bima setiyadi(koran-sindo.com)