Taman Nasional Baluran, ‘Afrika’ di Ujung Pulau Jawa

by -16 views

taman baluranAfrika di ujung timur Pulau Jawa, itulah julukan yang biasa disematkan kepada Taman Nasional Baluran di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Betapa tidak, kawanan rusa dan kerbau hingga savana membentang luas akan Anda lihat di sana!

Membutuhkan waktu lima jam jika ingin menuju Taman Nasional (TN) Baluran dari Surabaya. Pilihan transportasi berupa bus dan kereta api tersedia untuk menuju ‘Afrika’ seluas 25 hektar ini di Jawa Timur. Mungkin, tempat seperti ini hanya satu-satunya di Pulau Jawa.

Jika dari Jakarta dan menggunakan mobil pribadi, maka tenaga akan terkuras banyak. detikTravel mencoba mengunjungi tempat ini pada Jumat (16/8/2013) lalu, dan hasilnya butuh waktu sekitar 18 jam menuju Baluran.

Lokasi TN Baluran terbilang cukup mudah ditemukan, pintu gerbang utamanya terletak di Jalan Situbondo-Banyuwangi yang merupakan akses utama para pengendara dari Jakarta atau Jawa Timur menuju Bali. Jadi, bagi yang doyan berkendara dari Jakarta menuju Bali lewat jalur Pantura pasti melewati TN Baluran.

Bagi yang ingin naik kereta dari Jakarta, bisa menggunakan kereta rute Surabaya lalu lanjut dengan kereta jurusan Surabaya-Banyuwangi dan turun di stasiun Ketapang. Dari stasiun Ketapang, menuju Baluran tinggal membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Dari pintu utama, kita masih harus menempuh perjalanan 12 kilometer untuk menikmati savana. Ingat, kondisi jalan di sana belum begitu bagus. Oleh sebab itu, jangan sekali-sekali menggunakan mobil sedan jika ingin menjelajah TN Baluran.

Setelah letih menempuh perjalanan, akhirnya pemandangan savana nan indah dan monyet-monyet liar seolah menjadi penyambut traveler. Setelah menempuh perjalanan 12 kilometer dari gerbang utama, kita akan menuju pos kedua.

Di sana kita bisa mendaftarkan diri untuk menyewa penginapan dengan harga yang fantastis, bayangkan saja cukup keluarkan Rp 35 ribu kita bisa bermalam di sebuah wisma dengan nuansa kayu-kayu khas rumah eropa.

Usai rehat di wisma Rusa, tiba saatnya untuk mengeksplor TN Baluran, dengan menggunakan sepatu boot. Kata seorang penjaga di sana, ular kobra paling senang hidup di padang rumput atau savana.

“Ular kobra itu memang tidak khusus menyerang manusia, tapi kalau terinjak bisa jadi dia mengancam kita dengan bisa-nya,” kata penjaga TN Baluran, Yuda, saat menemani kami.

Binatang seperti rusa, banteng dan kerbau hitam adalah tujuan kita mengapa wajib mengitari savana ini. Gunung Baluran yang menjulang tinggi menemani kita selama masa perburuan binatang liar ini.

Baru berjalan 10 langkah di daerah ini kawanan Rusa pun menyambut. Kerbau-kerbau berbaris rapih seolah menantang kami untuk mengambil gambar. Begitu kita mendekati mereka, binatang itu malah kabur. Alhasil butuh lensa panjang jika ingin mengabadikan momen mereka. Sayangnya, saat ketika kami berkunjung Banteng yang menjadi incaran hanya muncul sedikit.

Yuda mengatakan populasi banteng di Baluran memang hanya sedikit, sekitar 16 ekor. Mereka muncul pada musim panas. Bulan Agustus ini memang masuk panas, namun panas berangin, sehingga rumput Savana yang merupakan makanan banteng hanya tumbuh pendek. Alhasil kawanan banteng enggan berkerumun di savana.

Usai berkeliling savana selama satu jam, kami pun ingin menikmati alam baluran secara keseluruhan. Ada sebuah spot bernama menara pandang yang jaraknya sekitar 500 meter dari penginapan. Dari menara setinggi 5 meter kita dapat menikmati seluruh keindahan Baluran.

Landak, ular dan monyer seolah jadi kaum mayoritas di wilayah ini. Burung merak seolah seperti anak kecil iseng yang doyan mengetuk-mengetuk kaca jendela kamar penginapan. Jika saya menceritakan hal ini, tentunya Baluran bak negeri dongeng.

Jadi tunggu apa lagi? Segera angkat backpack Anda dan nikmati Afrika di ujung Jawa ini. Jangan lupa persiapkan stock makanan dan minuman yang banyak, karena tak ada warung di Afrika ala Situbondo ini.

sumber: detik.com