Cegah Bahaya Radio Aktif Dari Kecelakaan Transportasi, BAPETEN Gelar Latihan Penanggulangan

by -15 views

batan di dipoBadan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bekerjasama dengan Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri (PTNBR) serta Badan Tenaha Nuklir Nasional (Batan) Bandung melakukan latihan penanggulangan kedaruratan yang diakibatkan oleh kecelakaan transportasi sumber radioaktif di depan Gedung Sate, Kamis (5/9).

Menurut Direktur Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir (K2N) Bapeten Suharyanta latihan geladi lapang ini, dilakukan untuk menguji kemampuan dan kesiapan sistem tanggap darurat akibat adanya kecelakaan transportasi.

“Hal ini didasarkan fakta bahwa semakin banyak pemanfaatan sumber radioaktif baik di bidang medis, industri maupun penelitian di Kota Bandung dan sekitarnya, sehingga potensi insiden atau kecelakaan selama pengangkutannya sangat dimungkinkan,” ujarnya.

Selain itu tujuan dari latihan dari latihan ini juga untuk menguji kemampuan instansi dan SKPD terkait penanggulangan/tanggap darurat dalam merespon adanya kecelakaan radiasi akibat kecelakaan transportasi sumber radioaktif.

” Diseminasi kesadaran dan kemampuan kesiagaan dan tanggap darurat di bidang radiologi/nuklir di Indionesia dan mengevaluasi dalam rangka penin peningkatan kesiapsiagaan, koordinasi dan kerjasama diantara pemangky kepentingan instanssi terkait, seperti BPBD dan instansi lainnya,” jelasnya.

Simulasi Latihan Kecelakaan Sumber Radioaktif ini  mengikutsertakan pastisipasi aktif seluruh instansi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), terkait penanggulangan. Kedaruratan di Provinsi Jawa Barat yang melibatkan 500 orang, diantaranya PTNBR-BATAN Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat dan Kabupatendan Kota, Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polres Kab/Kota, Dinas Kesehatan, Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Dinas Perhubungan, TNI-AD, Yon Zipur 3, Kompi Nubika dan RS Hasan Sadioki dan RS Borromeus.

Kepala  Badan Tenaga Nuklir Nasional Djarot S Wisnubroto mengungkapkan Indonesia banyak dipuji oleh negara lain, dengan adanya latihan penanggulangan bencana radioaktif.

” Banyak lembaga internasional yang memuji kita . Ini  menjadi modal kita bersama, untuk selalu waspada. Masalah radioaktid sebagai pembelajaran terutama dari sisi keselamatan,” katanya.

Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapetan, As Natio Lasman mengatakan untuk mencapai tingkat korrdinasi lagi diperlukan latihan.

“Latihan ini sesuai dengan rencana. Ke depan koordiasi semakin baik,”ujar Lasman.

Sumber: http://javanews.co