Festival teh Jabar bernuansa Bandung “tempo doeloe”

by -9 views
dedy mizwar
Photo google

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar membuka “West Java Tea Festival 2013” dengan mengusung nuansa Bandung Tempo Doeloe dengan landmark Gedung Merdeka di Jalan Cikapundung Timur Kota Bandung, Jumat.

“Jabar merupakan daerah penghasil teh terbesar di Indonesia dengan kualitas terbaik, sekaligus pemasok teh ekspor terbesar dan hal itu perlu dipertahankan,” kata Deddy.

Ia menyebutkan, sebagai produsen teh, maka sepantasnya Jawa Barat memiliki ruang promosi produksi teh yang memadai, termasuk ajang West Java Tea Festival yang rutin digelar setiap tahun.

Selain sebagai ajang silaturahmi komunitas dan produsen teh di Jawa Barat, juga merupakan ajang sharing dan meningkatkan spirit untuk meningkatkan produksi serta daya saing di pasar teh nasional maupun dunia.

Kegiatan Festival Teh Jawa Barat itu akan digelar selama tiga hari hingga Minggu (22/9) lusa dengan peserta dari seluruh produsen teh baik perusahaan BUMN, swasta maupun pengelola teh rakyat.

Sementara itu Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Arief Santosa menyebutkan, kegiatan Festival Teh Jabar itu merupakan agenda tahunan yang biasa digelar oleh Pemprov Jabar sejak tahun 2006.

“Diharapkan festival ini bisa meningkatkan konsumsi teh sekaligus meningkatkan produksi teh di sini,” katanya.

Sebagai komoditas ekspor, kata Arief Santosa, teh merupakan salah satu andalah nasional yang mendatangkan devisa negara yang tidak sedikit.

Peningkatan konsumsi teh dan jumlah ekspor teh akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani teh dan pelaku tata niaga teh lainnya di Jabar.

“Teh asal Indonesia sudah mendapat pasar di sejumlah negara di Amerika Serikat dan Eropa, bahkan juga di timur tengah. Potensinya masih cukup besar, terlebih produksinya juga cukup stabil,” kata Arief.

Lebih lanjut, Arief Santosa menyebutkan, luas perkebunan teh di Jabar saat ini sebagian besar atau sekitar 51,3 persen merupakan perkebunan teh rakyat yang melibatkan 79.560 kepala keluarga.

Sisanya sekitar 26,5 persen merupakan perkebunan teh negara yang dikelola oleh PTPN serta 22,16 persen merupakan perkebunan teh perusahaan swasta.

“Sejauh ini produksi teh merupakan andalan produk agribisnis Jabar dengan areal yang tersebar di wilayah Sukabumi, Bogor, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Cianjur dan Subang,” kata Kepala Dinas Perkebunan Jabar itu menambahkan.

Sumber: Antaranews.com