1.142 Tenaga Honorer di Cianjur Lulus Tes CPNS

by -3 views

cpns 2Sedikitnya 1.142 tenaga honorer di Kabupaten Cianjur yang termasuk kategori II (K2) lolos seleksi tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk K2 yang diselenggarakan pada 2013. Sedangkan peserta CPNS untuk K2 asal Kabupaten Cianjur tercatat sebanyak 5.357 yang terdiri dari guru, tenaga medis, dan tenaga lainnya.

Kepala Bidang Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Cianjur, Dundi Fajar, mengatakan, pihaknya belum mengetahui jenis-jenis tenaga honorer yang diterima. Pasalnya pengumuman yang dirilis di laman www.menpan.go.id baru sebatas nama dan asal saja.

“Kami sendiri belum mendapatkan data resmi. Hanya saja informasi yang kami dapat, jika data resmi itu harus diambil tiga hari kemudian setelah pengumuman dirilis di situs,” ujar Dundi kepada Tribun, Rabu (12/2).

Dundi menambahkan, data resmi itu memang tak bisa langsung diambil BKD Kabupaten Cianjur. Data itu akan diambil pejabat pewakilan dari Provinsi Jawa Barat (Jabar), yakni Sekretaris Daerah (Sekda). Setelah itu baru disampaikan ke BKD di kota/kabupaten di seluruh Jabar.
“Jadi untuk mengetahui data resmi kami juga menunggu undangan dari provinsi. Nanti dari provinsi, data itu akan kami verifikasi dulu di organisasi perangkat daerah (OPD)-nya masing-masing sebelum dilakukan pemberkasan,” ujar Dundi.

Diakui Dundi, jumlah tenaga honorer yang lulus tes CPNS untuk K2 itu terbilang kurang untuk kebutuhan pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Cianjur. Pemerintah Kabupaten Cianjur sedikitnya membutuhkan
3000 CPNS untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Karena itu pihakya masih menunggu arahan dari menpan terkait dengan tenaga honorer yang tidak lulus menyusul adanya Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sebetulnya kebutuhan untuk guru sendiri sebanyak 5 ribu lebih untuk di Kabupaten Cianjur. Tapi kemungkinan besar bagi tenaga honorer yang tidak lulus masih tetap bekerja sebagai tenaga honorer. Karena yang menggaji mereka bukan kami. Misalkan seperti guru honorer yang menggajinya adalah kepasa sekolah di sekolahnya,” ujar Dundi. (jabar.tribunnews.com))