Kabupaten Cirebon Kekurangan Puluhan Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

by -9 views

Ilustrasi_PupukKabupaten Cirebon masih kekurangan puluhan ribu ton pupuk bersubsidi untuk musim tanam 2014. Kekurangan terutama terjadi pada jenis pupuk organik yang kuotanya hanya 3.699 ton, sedangkan kebutuhannya mencapai 58.000 ton.

Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman mengatakan, hanya kuota urea saja yang jumlahnya diperkirakan mencukupi kebutuhan. “Tahun ini kuota urea bersubsidi mencapai 34.705 ton,” ujarnya saat ditemui Selasa (11/3/2014).

Selain pupuk organik, Wasman menambahkan, kekurangan yang cukup besar juga terjadi pada jenis NPK. Dari kebutuhan sekitar 47.000 ton, kuota subsidi pemerintah tahun ini hanya 18.384 ton. Begitu juga dengan SP36 yang kuotanya hanya 4.613 ton dari kebutuhan 13.000 ton dan ZA yang kuotanya 8.880 ton dari kebutuhan 18.000 ton.

Menurut Wasman, kebutuhan tersebut dihitung berdasarkan luas lahan padi yang mencapai 4.500 hektare di Kabupaten Cirebon. Luas tersebut rata-rata dua kali ditanami dalam setahun sehingga luas tanam tanamnya diperkirakan mencapai 90.000 hektare. “Sebagian ada yang tiga kali tanam, sehingga kami memperkirakan luas tanam tahun ini mencapai 92.000 hektare,” katanya.

Di sisi lain, kata Wasman, luas tanam tahun ini juga mengalami kenaikan akibat banjir yang melanda sedikitnya 4000 hektare sawah pada Januari lalu. Di lahan tersebut, petani terpaksa melakukan penanaman ulang satu sampai dua kali, karena bibit yang ditanam tersapu banjir.

Guna mengatasi kekurangan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon rencananya akan mengajukan permohonan relokasi kuota pupuk bersubsidi antar kota/kabupaten ke Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. Terlebih dalam menghadapi musim tanam pascapanen raya Mei mendatang.

“Rencananya kami akan menggerakan petani untuk menerapkan sistem tebar culik sebelum panen raya. Jadi Mei sudah bisa tutup tanam semua, sehingga tidak akan mengalami kekeringan saat kemarau. Namun untuk itu kami membutuhkan ketersediaan pupuk yang cukup,” tutur Wasman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Pertanian RI, Suswono mengakui bahwa pihaknya masih mendapatkan alokasi anggaran Rp 1,8 triliun untuk subsidi pupuk 2014.

Namun angka tersebut tahun ini hanya cukup untuk menyediakan 7,6 juta ton pupuk, karena harga satuan pupuk dari produsen memang meningkat. Sementara kebutuhan petani masih tetap berada di angka 9,5 juta ton.

Kekurangan kuota pupuk bersubsidi sempat membuat para petani di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon sempat kesulitan mendapatkan pupuk NPK sejak Februari lalu. “Saya sudah muter-muter mencari pupuk NPK tidak dapat. Akhirnya saya pakai urea lagi,” kata Ahmad (39), petani asal Kecamatan Depok.

Pada akhirnya, ketiadaan NPK dan penggunaan urea yang berlebihan ternyata membuat tanaman padi milik Ahmad terkena serangan hama kresek. Namun ia mengaku bukan tidak tahu bahwa pupuk yang lebih tepat di musim hujan adalah NPK. Kelangkaan pupuk jenis tersebut tidak memberi Ahmad pilihan selain mengandalkan urea.(pikiran-rakyat.com)