Persyaratan berat, pendaftar SNMPTN 2014 turun

by -4 views

muEpnNnSASJumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di tiga PTN di DIY mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu.

Hal tersebut dikarenakan adanya sejumlah persyaratan yang dianggap memberatkan para siswa SMA/MA/SMK.

“Sejumlah syarat yang memberatkan siswa dimungkinkan memang menjadi faktor turunnya pendaftar SNMPTN tahun ini. Di antaranya, syarat ketunaan yang membuat peserta difabel urung mendaftar SNMPTN. Karenanya, PTN termasuk kami di DIY kemudian melakukan revisi terkait kriteria ketunaan ini. Diharapkan upaya ini bisa meningkatkan jumlah pendaftar SNMPTN,” jelas Kepala Humas UNY Dr Anwar Effendi Selasa (18/3).

Kepada wartawan di Kampus UIN Sunan Kalijaga, selain syarat ketunaan, menurut Anwar, persyaratan bagi siswa SMK yang harus mendaftar program studi (prodi) sebidang dengan program keahliannya di SMK juga membuat mereka tidak lagi bisa leluasa mendaftar SNMPTN.

Apalagi, persaingan kursi di PTN dari jalur SNMPTN di tingkat nasional juga semakin ketat karena memasukkan syarat nilai akademik seperti nilai raport selain Ujian Nasional (UN).

“Banyak siswa yang kemudian merasa pesimis untuk bersaing dalam memperebutkan kursi PTN yang terbatas tersebut. Kami berharap sekolah dan siswa bisa segera mendaftar SNMPTN karena pendaftaran akan ditutup dua minggu lagi pada 31 Maret mendatang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Dr Sekar Ayu Aryani MAg mengungkapkan, meskipun telah dibuka sejak 17 Februari 2014, belum ada setengah pendaftar SNMPTN dari target yang diharapkan panitia SNMPTN.

Di tingkat nasional dari target 1.401.069 peserta SNMPTN, hingga 17 Maret 2014 baru masuk 364.885 orang yang mendaftar.

“Untuk 3 PTN di DIY, yang melakukan pendaftaran baru sekitar 40-45% saja. Kondisi ini ternyata tidak hanya terjadi di DIY, tapi PTN di kota-kota lain juga mengalami hal yang sama. Karenanya kami berharap para siswa segera mendaftarkan diri, jangan menunggu sampai penutupan karena bisa terjadi kemacetan jaringan seperti tahun lalu, yang akhirnya merugikan mereka sendiri,” ujarnya.

Sekar menuturkan, hingga Selasa kemarin, pendaftar SNMPTN di UIN Sunan Kalijaga baru sekitar 6.661 siswa dari daya tampung 1.169 mahasiswa. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah pendaftar SNMPTN capai lebih dari 13.000 siswa.

Kondisi yang sama juga terjadi di UNY dan UGM. Di UNY hingga Selasa (18/3) pagi pukul 09.00 WIB baru sebanyak 20.789 siswa yang mendaftar SNMPTN.

Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun 2013 sebanyak 46.509 orang di waktu 2 minggu jelang penutupan pendaftaran.

Sedangkan di UGM, hingga Senin (17/3) malam pukul 20.25 WIB, baru sebanyak 29.766 pendaftar SNMPTN dari total daya tampung SNMPTN 3.316 mahasiswa. Padahal tahun lalu pada periode yang sama bisa jumlah pendaftar telah mencapai angka 40.000.

Direktur Akademik UGM Dr Agr Ir Sri Peni Wastutingsih menambahkan, ketiga PTN di DIY tersebut sebenarnya sudah menghubungi sekolah-sekolah untuk aktif mendaftar SNMPTN.

Namun banyak sekolah yang beralasan tengah mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) dan mempersiapkan UN sehingga belum mempunyai waktu untuk mendaftar SNMPTN.

“Sampai saat ini pun kami terus mencari tahu alasan pendaftaran melambat pada tahun ini. Dari kunjungan ke sekolah-sekolah, jawaban mereka karena masih UTS dan mempersiapkan UN,” imbuhnya.(sindonews.com)