Pengertian Zaman Arkaekum
Zaman Arkaekum dikenal sebagai masa terlama dalam sejarah pembentukan bumi. Zaman ini dimulai sejak 4,5 miliar tahun yang lalu saat kerak bumi mulai terbentuk. Proses perkembangan bumi kemudian dibagi menjadi beberapa zaman, salah satunya adalah Zaman Arkaekum. Pada masa ini, kulit bumi masih sangat panas dan belum ada kehidupan di atasnya.
Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII (2016) oleh Iwan Setiawan dkk, disebutkan bahwa Zaman Arkaekum berlangsung sekitar 2.500 juta tahun yang lalu. Selama era tersebut, metana menyelimuti bumi dalam kabut global, dan tidak ada oksigen bebas di atmosfer. Oksigen hanya ditemukan dalam senyawa seperti air.
Pada periode ini, aktivitas gunung berapi sangat aktif. Mikroorganisme pertama kali muncul, yaitu Cyanobacteria. Bakteri ini melakukan fotosintesis untuk menghasilkan oksigen menggunakan metana, amonia, dan sulfat.
Pembagian Periode Arkaekum
Zaman Arkaekum dibagi menjadi beberapa periode, antara lain:
a. Periode Eoarkhaean
Periode ini merupakan waktu paling awal dalam skala waktu geologis. Masa ini menandai awal pembentukan planet dari debu dan gas yang berasal dari matahari. Usia periode ini dapat diperkirakan melalui batuan tua di Isua Greenstone Belt, Greenland, yang terbentuk dari lava akibat letusan gunung berapi.
b. Periode Paleoarchean
Di era ini, bakteri berkembang dan menjadi faktor penting dalam sejarah kehidupan bumi. Salah satu bakteri yang hidup pada masa ini adalah Cyanobacteria. Bakteri ini menghasilkan oksigen hingga tingkat oksigen di atmosfer mencapai satu persen dari tingkat saat ini.
c. Periode Mesoarkean
Pada periode ini, induk benua mulai mengalami perluasan. Bumi juga mengalami bencana iklim karena adanya lapisan es yang menutupi wilayah Swaziland dan Afrika Selatan. Bakteri juga mengalami perkembangan dan menghasilkan oksigen dengan kadar rendah.
d. Periode Neoarchaean
Periode terakhir dari Zaman Arkaekum adalah Neoarchaean. Pada masa ini, Cyanobacteria mendominasi dan menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Namun, hal ini juga menyebabkan bencana oksigen besar dan bumi tidak terlindungi oleh sinar UV. Periode ini menjadi akhir dari Zaman Arkaekum.
Ciri-Ciri Zaman Arkaekum
Setiap periode dalam sejarah bumi memiliki ciri khasnya masing-masing, termasuk Zaman Arkaekum. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:
-
Merupakan zaman tertua
Zaman Arkaekum merupakan masa terlama dalam sejarah bumi, diperkirakan berlangsung sekitar 2.500 juta tahun silam. -
Belum ada tanda kehidupan
Tidak ada makhluk hidup yang bisa bertahan hidup pada masa ini karena suhu bumi yang sangat tinggi. -
Sebagian besar batuan bersifat magmatik
Batuan pada masa ini bersifat magmatik karena aktivitas gunung berapi yang masih terus berlangsung. -
Suhu bumi sangat tinggi
Suhu bumi sangat tinggi akibat ledakan Big Bang yang menjadi penyebab terbentuknya bumi. Gas-gas seperti helium, hidrogen, dan metana yang terkandung dalam bintang tersebut memiliki suhu tinggi. -
Oksigen banyak dihasilkan melalui organisme bakteri
Akumulasi oksigen dimulai dari atmosfer anoksik dan didominasi oleh Cyanobacteria anaerob. -
Kerak bumi mulai terbentuk
Kerak bumi mulai terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi dan pembekuan lava.
Pertanyaan Umum Seputar Zaman Arkaekum
Apakah zaman Arkaekum termasuk bagian dari masa prasejarah manusia?
Ya, tetapi jauh sebelum manusia ada. Zaman ini terjadi sekitar 4.000–2.500 juta tahun lalu, saat Bumi masih dalam tahap awal pembentukan dan belum mendukung kehidupan kompleks.
Mengapa atmosfer pada zaman Arkaekum berbeda dengan sekarang?
Karena saat itu belum ada oksigen bebas di atmosfer. Udara didominasi gas seperti metana dan amonia, sehingga tidak cocok untuk makhluk hidup seperti manusia.
Apakah sudah ada lautan pada zaman Arkaekum?
Sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa lautan mulai terbentuk secara bertahap saat permukaan Bumi mulai mendingin, meskipun kondisinya masih sangat ekstrem dan belum stabil.









