315 Sekolah Swasta di Jabar Diduga Jadi Korban Penipuan Dana Hibah Pemprov Jabar

by -13 views

sekolahBandung – Sebanyak 315 sekolah swasta di Jabar diduga menjadi korban penipuan dua orang pelaku yang mengaku sebagai koordinator dana hibah Pemprov Jabar untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) tahun anggaran 2013. Dua orang itu mengaku bernama Adi Priatna dan Chaeru Saleh.

Selain mengaku sebagai koordinator dana hibah, Chaeru Saleh juga mengaku sebagai seorang konsultan di Pemprov Jabar.

Salah seorang kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Nurul Huda Elan SPd menuturkan kedatangan Chaeru dan Adi.

“Saat itu Chaeru dan Adi datang ke sekolah memberikan undangan untuk Bimtek (bimbingan teknis),” katanya kepada wartawan disela-sela melaporkan ke SPKT Polda Jabar, Senin (19/5/2014).

Ia mengungkapkan, dirinya sendiri melaporkan ke Polda Jabar mewakili beberapa kepala sekolah di Tasikmalaya yang menjadi korban penipuan.

Elan menjelaskan, memang seperti biasanya jika ada program-program atau bantuan apapun, seperti hibah pembangunan RKB pasti dilaksanakan Bimtek. Saat itu Chaeru memberikan undangan Bimtek dari provinsi Jabar dengan lampiran sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan dana hibah pembangunan dua lokal RKB.

“Saat itu Bimtek dilakukan di Hotel Bambu Lembang. Memang saat itu kuota bimtek hanya 85 peserta. Namun, kami rombongan dari Tasik dan kota lainnya masuk dalam kuota tambahan,” tuturnya.

Ia mengatakan, para peserta bimtek dari Tasikmalaya dan beberapa kota lainnya itu masuk dalam gelombang VI, tetapi lokasinya tetap di sana dan prosedurnya pun sama. Dari Tasikmalaya sendiri saat itu yang ikut bimtek ada sekitar 20 orang dari 20 sekolah swasta.

Selain itu, untuk mendapatkan bantuan hibah RKB itu setiap sekolah harus memberi uang muka kepada pelaku yang mengaku sebagai konsultan pemprov dan pimpinan proyek dana bantuan tersebut. Jumlah uang yang diminta berkisar dari Rp 14 juta hingga Rp 22 juta.

“Uang sejumlah itu yang ada tanda serahterimanya. Belum lagi yang tidak tercatat, jadi setiap sekolah bisa diperkirakan memberi Rp 30 juta,” ungkapnya.

Elan menyebutkan, saat itu pihak sekolah bisa percaya terhadap Chaeru Cs lantaran saat ke sekolah selain mengaku sebagai konsultan Pemprov Jabar, dia juga membawa surat undangan bimtek dari Pemprov yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan lengkap dengan stempel Pemprov.

Selain itu, katanya, dalam surat undangan tersebut juga dilampirkan sekolah-sekolah yang menerima dana hibah pembangunan dua lokal RKB dengan satu lokal RKB senilai Rp 140 juta. Bahkan, masih dalam surat undangan itu tercantum juga syarat-syarat yang harus dipenuhi, misalnya rancangan bangun dan anggaran pembangunan.

Namun, Elan menambahkan, hingga waktu pencairan yang dijanjikan yakni Januar 2014 hingga sekarang belum juga cair. Apalagi saat dihubungi Haeru selalu terus beralibi jika pencairan diundur.

“Terakhir dia bilang dana akan cair setelah Pileg 2014,” tambahnya
(detik.com)