Kader Golkar Pro Jokowi-JK Terancam Dipecat?

by -13 views

icaljekasIcal menginstruksikan seluruh kader Golkar untuk memilih Prabowo-Hatta di Pilpres 2014. Sejumlah kader Golkar yang mendukung pasangan Jokowi-JK pun terancam dipecat.

Sejumlah elite Partai Golkar memang tak malu-malu merapat ke kubu seberang yakni Jokowi-Jusuf Kalla. Anggota DPR RI dari Golkar Poempida Hidayatulloh misalnya, bahkan memposisikan menjadi juru bicara Jusuf Kalla.

Kini sejumlah elite Golkar mulai menebar ancaman. Poempida menuturkan, ancamannya bahkan sampai kepada pemecatan.

“Sesuai dengan ancaman dari elite DPP Partai Golkar akan adanya sanksi Pemecatan kepada para Kader Golkar yang mendukung Jokowi-JK merupakan suatu langkah yang tidak masuk akal. Hal ini akan berpotensi menjadi preseden yang buruk dari kepemimpinan Bang Ical dan memicu gejolak internal Partai yang tidak diperlukan,” kata Poempida dalam siaran pers, Senin (19/5/2014).

Baca Juga:  Susi: Kelapa Sawit Terancam Diembargo Uni Eropa, "Seafood" Pun Sama..

Menurut Poempida, sebaiknya DPP Golkar dapat memahami situasi yang berkembang saat ini di dalam internal Golkar. Sehingga diperlukan suatu langkah kebijakan yang akomodatif dan tidak mengedepankan ancaman seperti itu.

Dia lantas memaparkan basis rasionalitas agar Golkar lebih akomodatif. Yang pertama, keputusan Rapimnas VI memberikan mandat penuh kepada ARB dalam membangun koalisi itu berdasarkan harapan memberikan dukungan ke PDIP. Hal ini sangat terasa menjadi suasana kebatinan yang ada pada saat Rapimnas kemarin.

“Kedua, Jusuf Kalla yang dipasangkan sebagai Cawapres dari Capres PDIP DNA koalisinya, Jokowi, adalah kader Golkar tulen, bahkan beliau adalah mantan Ketua Umum Partai Golkar,” kata Poempida.

Baca Juga:  Sampaikan Urusan Demokrat di Istana Negara, SBY Offside

Yang ketiga, menurut Poempida, banyak kekecewaan arus bawah atas keputusan DPP untuk berkoalisi dengan Gerindra mendukung Prabowo-Hatta. “Sesuai dengan AD/ART Partai Golkar pemecatan kader itu bukan hak prerogatif Ketua Umum. Harus berbasis prosedural yang dilandaskan oleh pelanggaran yang fatal terhadap organisasi Partai,” kata anggota Komisi X DPR itu.

“Jika kemudian terjadi kebijakan pemecatan ini, maka saya melihat potensi terjadinya gejolak yang akan mengarah kepada Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar,” ingatnya.
(detik.com)