Militer Thailand Tutup Sekolah dan Kompetisi Bola

by -11 views

074204_188098_thailand_tentara_demoPertikaian politik yang tak kunjung selesai di Thailand mulai berimbas pada kehidupan sehari-hari warganya. Tampilnya militer sebagai pengendali kekuasaan memunculkan beberapa aturan otoriter. Misalnya, kampus dan sekolah diliburkan serta seluruh kompetisi olahraga dihentikan.

Pihak militer mengedarkan edaran ke kampus dan sekolah di seluruh negeri agar kegiatan belajar-mengajar diliburkan mulai Jumat (23/5) hingga Senin (26/5). Perintah yang mengatasnamakan komite perdamaian itu mengkhawatirkan kalangan pelajar terlibat aktivitas demonstrasi di jalan yang bisa menimbulkan kekacauan.

Tak hanya mengintervensi otoritas pendidikan, junta militer Thailand juga memerintah pengelola Liga Primer Thailand (TPL) menghentikan kompetisi sepak bola yang sedang berlangsung. Akibatnya, seluruh pertandingan pada akhir pekan ini ditunda hingga batas waktu yang tak jelas.

Melalui situs resmi, pengelola TPL menyatakan, penundaan itu tidak hanya berlaku di TPL, tapi juga Divisi I Liga Thailand. ”Berdasar keputusan Dewan Perdamaian Nasional dan Ketertiban Pertahanan Nasional yang ingin mengembalikan perdamaian bagi warga Thailand, TPL melihat situasi ini tidak memungkinkan dan tak aman bagi atlet, pelatih, tim, serta para suporter,” bunyi pernyataan TPL.

Perkembangan terbaru tadi malam, pemimpin kudeta militer Jenderal Prayuth Chan-ocha menyatakan bakal bertindak sebagai perdana menteri (PM) Thailand. Masa kekuasaan PM sang jenderal tidak dibatasi waktu. Hanya disebutkan sampai rezim kudeta baru mendapatkan seseorang yang dianggap layak menjadi PM.

Dikutip dari Bangkok Post, pernyataan yang disampaikan pukul 19.00 waktu setempat itu menyebutkan bahwa Prayuth yang juga menjabat panglima militer akan bertindak sebagai PM untuk tujuan administratif. ”Kudeta militer bertujuan menghentikan bertambahnya korban jiwa dan mencegah memburuknya konflik di Thailand,” tegasnya.

(JPNN)