Terorist Ingatkan Seluruh Capres-Cawapres tak Saling Menghujat

by -3 views

presBANDUNG – Ormas Terima Rorongsokan Istimewa (Terorist) Jabar akan menarik dukungan dalam pilpres tahun ini. Penarikan dukungan ini disebabkan kedua kandidat saling hujat menghujat dan menebar sikap suuzon.

“Harusnya kedua kandidat itu lebih mengedepankan idiologi dan mencerdaskan bangsa,” kata Ketua Terorist Jabar, Tatan Sophian, kemarin (12/6).

Menurut Tatan, yang berhak menilai salah di antara para kandidat capres/cawapres itu bukanlah para elit politik dari kedua kubu itu, melainkan lembaga yang berwenang, dan tentunya Allah SWT. Karena dua kandidat ini sama-sama muslim dan sudah membaca dua kalimat syahadat.

“Masyarakat sudah tahu, upaya saling bongkar keburukan kandidat itu semata buntuk mendapat simpati rakyat. Cara seperti ini keliru, toh masyarakat sudah muak dengan cara-cara kotor semacam ini,” tandas Tatan.

Seharusnya, lanjut Tatan, kedua kandidat itu belajar budi pekerti dan etika. Jangan sampai bersikap seperti orang tak terpelajar. Ia mengaku kecewa dengan dua kandidat itu yang ngawur ketika ditanya soal bhineka tunggal Ika. Menjawab dengan tidak tepat sasaran.

“Menurut saya, kedua kandidat itu lemah dalam budi pekerti dan etikanya. Harusnya kedua tokoh itu malu dengan kaum mustazafin yang selalu memakai etika dalam kehidupannya,” beber Tatan.

Dalam kesempatan ini juga Tatan, meminta kepada pihak media massa, agar netral tidak memihak dalam memberitakan kedua kandidat capres ini. Jangan sampai masyarakat terus dijejali berita black campaign atau kampanye hitam.

“Mohon media massa agar kembali ke khittah jangan memihak. Dan jangan suka menyebarkan berita-berita kampanye hitam, kasihan masyarakat dijejali berita demikian,” ungkap Tatan.

(JPNN)