Hadapi Mudik, Sejumlah Alat Berat Mulai Dibersihkan

by -1 views

239848_kemacetan-panjang-di-karawang_663_382Memasuki H-30 Lebaran, sejumlah pekerjaan jalan di semua wilayah telah dihentikan. Namun, untuk sejumlah alat berat yang masih berada di lokasi jalan ditargetkan sebelum H-20 Lebaran sudah dibersihkan.

“Kami mengecek di beberapa tempat, saat ini, terjadi mobilisasi alat-alat berat oleh Dinas Bina Marga di berbagai tempat, baik jalan provinsi maupun nasional sekarang baru tahap pembersihan,” kata anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso di Semarang, Selasa 1 Juli 2014.

Menurutnya, pembersihan sejumlah alat berat tersebut sudah menjadi program Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah memasuki masa Ramadan.

Harapannya, di H-20 semua alat berat sudah tidak ada di sejumlah ruas yang pekerjaannya belum rampung. Hal tersebut, untuk memperlancar arus lalu lintas di tengah padatnya mudik Lebaran.

“Posisinya pembersihan alat dan material. H-20 siap alatnya tidak ada. Karena H-10 pemudik sudah berangsur padat, ” imbuh dia.

Meski begitu, kata dia, Dinas Bina Marga mengaku masih banyak pekerjaan jalan yang belum sempurna di beberapa daerah. Alasannya, jadwal yang disepakati dengan pihak ketiga (kontraktor) adalah menyelesaikan pada H-10 Lebaran. Tetapi, pemerintah meminta H-30 lebaran seluruh pekerjaan jalan harus terhenti.

“Maka, dari target pelaksanaan itu banyak yang belum selesai. Jadi, saat ini harus sudah berhenti, ” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Bambang NK menambahkan, menghadapi momen mudik Lebaran, pembersihan terhadap alat berat di ruas jalan mengacu pada aturan bahwa H-30 Lebaran seluruh pekerjaan jalan harus dihentikan. Termasuk, pengosongan alat berat untuk konstruksi.

“Jadi, ruas jalan yang sebelumnya dalam perbaikan, mulai H-30 Lebaran sudah difungsikan sesuai jumlah lajur kondisi normal,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun menyiapkan alat berat untuk daerah rawan longsor dan banjir di wilayah Jawa Tengah. Alat-alat berat tersebut, terdiri atas 15 unit alat berat milik Dinas Bina Marga, 20 unit milik Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), dan 21 unit milik perusahaan jasa konstruksi. (viva.co.id)