Kapolri: Arus Mudik Sudah Normal

by -1 views

233893_kapolri-jendral-sutarman-naik-innova_663_382Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, Minggu (27/7) mengatakan bahwa Arus mudik pada H-1 ini normal.

“Mulai hari ini arus mudik sudah normal. Mulai dari Cikopo, jalur Pantura sampai dengan Comal lalu Semarang, normal. Saya pagi tadi keliling dari Semarang ke jalur selatan, semuanya terpantau normal. Jalur tengah juga sudah dalam kondisi normal,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa jembatan Cibaruyan yang sempat menghambat arus mudik di jalur selatan mulai hari ini sudah mulai bisa digunakan.

“Jembatan Cibaruyan yang sempat putus pagi ini sudah bisa dioperasionalkan kembali. Hanya kendaraan kendaraan kecil saja yang diperbolehkan melintas. Karena jembatan belinya berukuran minimal. Tadi saya bersama Kadis Bina Marganya, beliau sudah selesai memperbaiki jembatan itu,” kata Dia.

Untuk puncak arus mudik sendiri, pihaknya dari awal sudah memprediksi bahwa puncak mudik terjadi pada H-3. Ia mengaku meninjau adanya penurunan sekitar 20 persen pada H-7 dibanding tahun lalu, pada H-6 juga terjadi penurunan 30 persen. Baru pada H-4, H-3, H-2 terjadi peninggakatan arus.

“Kami telah memprediksi puncak mudik akan terjadi pada H-3, karena dari awal sudah terjadi penurunan intensitas pemudik. Maka intensitas pemudik naik pada H-4 samapi H-2, dan pada H-3 adalah puncaknya,” Ungkapnya.

Untuk jumlah pemudik nasional, Ia mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, masyarakat Indonesia yang mudik telah mencapai angka 30 juta. Yang melintasi pulau jawa sendiri ada sekitar 19 juta pemudik karena puncak mudik telah selesai, maka yang mudik hari ini hanyalah sisa-sisa saja.

“Yang mudik pada H-1 ini hanya sisa-sisa saja. Biasanya kalau bajaj sudah lewat, berarti puncak arus mudik selesai. Dan kami tadi bertemu dengan bajaj, satu dua,” katanya.

Di nagreg sendiri, arus kendaraan terpantau ramai lancar. Lajur yang menuju ke arah timur diperlebar dengan memindahkan pembatas jalan, sehingga lajur ke arah Bandung hanya muat untuk satu antrian kendaraan saja.

Kemacetan terjadi sewaktu-waktu. Dan untuk mengurainya, polisi menetapkan sistem buka tutup di jalan Cagak. Jika jalur ke arah Tasikmalaya tersendat, maka arus dipindah ke arah garut. Begitu pula sebaliknya. Kapolri Jendral Polisi Sutarman juga menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Personil Polisi yang telah dengan baik mengamankan arus mudik 2014 ini. ia mengaku pihaknya telah menyiapkan 86 ribu personel polisi yang kerja terus tidak libur.

“Kepada pihak kepolisian setempat Saya ucapkan terimakasih karena telah sedia bekerja melayani masyarakat. Kepada masyarakat juga saya ucapkan terimakasih karena telah sadar akan keselamatan dalam perjalanan mudik. Saya masih melihat ada pengendara motor boncengan tiga, tapi jumlahnya sudah agak menurun,” katanya.

Ditanya soal takbir keliling yang biasa dilakukan warga, ia menegaskan bahwa takbir sebaiknya dilakukan di tempat-tempat ibadah. Bukan di jalan. Jikapun harus berkeliling, usahakan agar tidak menggunakan kendaraan bak terbuka Karena itu berbahaya.

Namun, pihaknya hanya akan memperingatkan jika ada masyarakat yang tetap takbir keliling. Tidak ada penindakan yang tegas untuk hal itu.

“Operasi Ketupat ini kan operasi kemanusiaan. Tidak, tidak akan ada tindakan tegas. Tapi kami akan tetap menegur dan memperingatkan jika ada masyarakat yang tetap nekat takbir keliling,” pungkasnya.