KPU Minta Lembaga Survei Buka Metodologi dan Sumber Pendanaan

by -4 views

kpuKomisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan seluruh lembaga survei yang merilis data hitung cepat (quick count) untuk mengumumkan metodologi surveinya sehingga bisa memunculkan hasil berbeda-beda.
Imbauan tersebut disampaikan KPU menyusul berbeda-beda 11 lembaga survei yang melakukan hitung cepat pada pemungutan suara pemilihan umum presiden dan wakil presiden, kemarin.
Sebelas lembaga survei tersebut terbelah menjadi dua kubu dan saling klaim capres dan cawapres yang menang.
“Di undang-undang dan peraturan KPU nomor 14 tahun 2014 jo peraturan KPU nomor 23 tahun 2013 ditegaskan di pasal 23 bahwa semua lembaga survei harus menginformasikan terkait dengan sumber daya, metodologi, danm harus menyatakan secara resmi bahwa hasil quick count itu bukan hasil resmi penyelenggara Pemilu,” ujar Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (10/7/2014).
Ferry melanjutkan bahwa lembaga survei tersebut wajib hukumnya menuruti syarat dan ketentuan terkait dengan sumber pendanaan dan metodologi. “Ya tentunya itu menjadi kewajiban dari seluruh lembaga quick count,” tegas dia.

Sekadar informasi, 11 lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat dan merilis ke media adalah:

1. Lingkaran Survei Indonesia dengan hasil Prabowo-Hatta 46,7 persen sementara Joko Widodo-Jusuf Kalla 53,3 persen. Dengan total suara masuk 98,05 persen.

2. Centre for Strategic and International Studies (CSIS): Prabowo-Hatta 48,1 persen Jokowi-Jusuf Kalla 51,9 persen. Dengan total suara masuk 99,90 persen.

3. Saiful Mujani Research and Consulting: Prabowo-Hatta 47,09 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 52,91 persen. Dengan total suara masuk 99,3 persen.

4. Badan Penelitian dan Pengembangan Kompas: Prabowo-Hatta 47,66 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 52,34 persen. Dengan total suara masuk 100 persen.

5. Indikator Politik Indonesia: Prabowo-Hatta 47,06 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 52,94 persen. Dengan total suara masuk 99,5 persen.

6. Radio Republik Indonesia: Prabowo-Hatta 47,40 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 52,60 persen. Dengan total suara masuk 97 persen.

7. Populi Center: Prabowo-Hatta 49,06 persen, Joko Widodo-Jusuf Kalla 50,94 persen. Dengan total suara masuk 98,95 persen.

8. Jaringan Suara Indonesia: Prabowo-Hatta 50,16 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 49,84 persen. Jumlah suara masuk 91,35 persen.

9. Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis): Prabowo-Hatta 52,05 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 47,97 persen.

10. Lembaga Survei Nasional (LSN); Prabowo-Hatta 50,56 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 49,44 persen. Jumlaj suara masuk 96,51 persen.

11. Indonesia Research Centre (IRC): Prabowo-Hatta 51,11 persen, Jokowi-Jusuf Kalla 48,89 persen. Dengan total suara masuk 100 persen.

(tribunnews)