Di Sumedang, BPJS Hanya Bayar sampai Pemulasaraan Jenazah

by -3 views

bpjs-1Paket berobat di rumah sakit umum Sumedang yang ditanggung BPJS hanya sampai pemulasaraan jenazah. Jika pasien sampai meninggal dunia di rumah sakit maka pihak rumah sakit akan memulasar jenazah dan keluarganya tinggal membawa pulang jenazah yang sudah dikafani.

“Pembayaran klaim oleh BPJS itu berdasarkan paket dan paket yang dibayar itu sampai pemulasaraan jenazah,” kata Direktur RSUD, Hilman Taufik, Minggu (10/8/2014).

Menurutnya, sampai saat ini hampir 90 persen pasien yang berobat ke RSUD sudah dijamin BPJS. “Hampir sembilan puluh persen biaya berobat pasin di rumah sakit ditanggung BPJS. Rata-rata setiap bulan BPJS membayar klaim Rp 7,2 miliar,” kata Hilman.

Disebutkan, biaya membawa jenazah dari rumah sakit ke rumah duka tidak ditanggung BPJS. “Biaya membawa pulang pasien meninggal itu menjadi tanggungjawab keluarganya dan tidak ditanggung rumah sakit,” kata Hilman.

Pernyataan itu dilontarkan Hilman menyusul ada keluhan keluarga pasien di media sosial yang menyebutkan sebagai pasien jamkesmas yang kini ditangani BPJS kesulitan mendapatkan mobil pengangkut jenazah di rumah sakit.

“Kami kesulitan untuk mendapat mobil jenazah berbeda dengan keluarga yang mampu langsung ditawari kendaraan pengangkut jenazah itu,” katanya.

Hilman menyebutkan khusus di RSUD Sumedang bagi pasien BPJS yang asalnya penerima bantuan iuran (PBI) dari Jamkesmas maka tetap dibebaskan dari biaya pemulangan jenazah itu.

“Sesuai aturan tidak ada biaya dari BPJS tapi kami memiliki diskresi daerah, pemerintah membebaskan biaya pemulangan jenazah dan biaya ditanggung APBD,” kata Hilman.

Disebutkan, pihaknya sudah menjelaskan ke pasein terkait pemulangan jenazah itu. “Pihak rumah sakit juga memiliki keterbatasan kendaraan jenazah. Mobil ambulan tidak boleh dipakai membawa jenazah dan begitu juga sebaliknya,” kata Hilman.

Saat ini, terang Hilman, ada sebuah bank yang akan memberikan bantuan kendaraan ke rumah sakit dan akan dijadikan kendaraan jenazah. “Ada bantuan kendaraan dari bank dan masih dalam proses. Kendaraan itu akan dijadikan angkutan jenazah,” katanya.
(tribunnews.com)