Menikmati Cita Rasa Bali di Jakarta

by -5 views

appetizer baliCita rasa kuliner Bali yang khas menjadi inspirasi Gallery Restaurant, Hotel Ciputra untuk menghadirkan beragam kuliner tradisi Bali di Jakarta dengan tajuk “Spesial Oakcasion”. Terhitung mulai tanggal 12 sampai 16 November 2014, pengunjung dapat menikmati ragam menu bercita rasa Pulau Dewata tersebut. Executive Chef dari Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta-Bali, Teuku Kelana didatangkan langsung ke Jakarta untuk menyajikan menu tradisi.

“Selamat mencicipi kuliner tradisi dari Bali. Cita rasa Indonesia asli,” ujar Chef Kelana.

Dalam sajian yang ditawarkan, pengunjung dapat menikmati berbagai macam kuliner yang disajikan secara mewah tapi tidak meninggalkan unsur tradisional. “Masih ada sate lilit, martabak, lumpia, bebek panggang dengan sambal matah,” tambahnya.

Ragam menu Bali tersebut dapat dinikmati pengunjung Gallery Restaurant seharga Rp225.000++. Dalam acara pembukaan, Chef Kelana turut menyajikan 5 menu. Ia berhasil membawa cita rasa tradisional dalam beragam menu yang disajikan dengan artistik.

“Sajian yang lebih menarik menjadikan menu-menu ini trelihat lebih berkelas. Padahal kalau dilihat-lihat menu-menunya tetap tradisional,” ulasnya.

Mengamini hal tersebut General Manager Swiss-Belhotel Rainforest, Albert Jan Vasseur berkomentar. “Komitmen Chef Kelana adalah untuk sejajarkan menu tradisional Indonesia dengan standard hidangan internasional. Kali ini, kami akan membawa pengalaman gastronomi yang unik dimana akan disajikan bumbu lokal serta cita rasa Bali yang dikreasikan dalam sajian set menu internasional,” ungkapnya.

soup baliDalam 5 menu set yang disajikan, sebagai menu pembuka disajikan setangkup tuna dengan alas pangsit goreng plus saus sambal dan potongan mangga muda yang dapat dinikmati dengan satu sendok acar alpukat dengan tambahan ubi krispi di atasnya. Jangan lupa nikmati dengan White Velvet Wine.

Dalam menu pembuka kedua baru lah cita rasa Bali terasa. Sepiring sate lilit bersama martabak yang masak dengan kecombrang, lumpia sayur dengan potongan cabai, pergedel, dan juga dendeng disajikan dalam satu piring bersama tiga saus berbeda. Saus kacang, saus asam jawa, dan lagi-lagi ssambal. Chef Kelana juga menambahkan irisan sawo dalam piring. Sajian ini akan lebih nikmat dipasangkan dengan Moscato D’Bali Wine.

Menu ketiga yang disajikan lebih mengejutkan. Semangkuk sup yang disajikan dalam setengah potong batok kelapa muda dengan isi udang, irisan pepaya, pisang, dan belimbing wuluh. “Sering kali kita tak memperhatikan kalau ada hasil alam yang sudah enak tanpa perasa yang dibuat-buat. Dalam sup ini, saya tak memberikan bumbu apa-apa. Manis dari air kelapa muda, asam dari belimbing wuluh. Rasakan sensasinya,” ungkap Chef Kelana.

Agar batok kelapa tak jatuh saat dinikmati, dalam sajiannya batok kelapa ditaruh di dalam mangkuk berisi beras. Rasa sup memang cenderung manis, rasa asam sedikit terasa bila belimbing wuluh ikut digigit. Bila mau, kelapa muda bisa ikut dinikmati. Tak terlalu sulit mengeruknya dengan sendok.

bebek baliUntuk menetralkan rasa, pengunjung dibiarkan mencicipi sorbet sereh beraroma jeruk nipis sebelum menikmati hidangan utama, yaitu bebek panggang tanpa tulang. Bebek bumbu Bali ini disajikan dengan parutan kelapa di bagian atas yang nikmat dicocol dengan sambal matah dan sambal embe bersama nasi pandan. Rasa bebek terlalu empuk, sekilas rasa khas bebek justru hilang karena kuatnya rasa bumbu. Untuk sambalnya, pilih saja sesuai selera. Setelahnya jangan lupa untuk mencicipi Pink Blossom Wine.

Untuk sajian penutup, tamu dapat mencicipi srikaya dengan agar-agar isi kelapa muda. Untuk sausnya lebih unik lagi karena sajian ini dipasangkan dengan saus nangka dan blueberry. Menambah kenikmatan, tutup dengan praline isi nanas dan kurma yang manis.(kompas.com)