Mangkrak 17 Tahun, Tol Becakayu Akan Dilanjutkan April 2015

by -12 views

becakayuSetelah mangkrak selama 17 tahun, pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) akan dikerjakan kembali mulai tahun ini. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah menerima surat pembangunan lanjutan di ruas Jalan Kalimalang itu.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pembangunan jalan yang sebagian menggunakan bantaran Kalimalang, dan lahan warga tersebut akan segera dikerjakan pada April 2015 dengan anggaran senilai Rp7,2 triliun dari APBN.

“Pusat yang mengerjakanya,” katanya kepada SINDO, Selasa 27 Januari 2015.

Rencananya, kata dia, titik yang dikerjakan terlebih dahulu berada di Jakarta Timur. Kemudian lanjut sampai ke Kota Bekasi tepatnya hingga ke Jakasampurna, Bekasi Barat.

Pembangunan itu merupakan lanjutan seksi satu atau Kampung Melayu hingga ke Jakasampurna.

Menurutnya, keseriusan pemerintah pusat dalam membangun jalan tol sepanjang 21,4 kilometer ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada 17 Oktober 2014 lalu itu terdiri, dari dua seksi pembangunan.

Anggaran sebesar itu, kata dia, untuk pembangunan Casablanca-Kampung Melayu-Jakasampurna sepanjang 11 kilometer dan Jakasampurna-Duren Jaya (Bekasi Timur) yang panjangnya mencapai 10,4 kilometer.

“Tol ini untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta, dan Bekasi,” ujarnya.
Bahkan, lanjut dia, pembangunan lanjutan tol Becakayu ini memang diharapkan mampu mengurai kemacetan di Jalan Kalimalang dan tol Becakayu juga akan didukung moda tranportasi monorel Bekasi-Cawang-Kampung Melayu-Casablanca dan Cawang Cibubur.

Sekretaris Bina Marga, Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi, Muhamad Ridwan menambahkan, berdasarkan pemberitahuan yang diberikan pemerintah pusat menyebutkan titik yang dikerjakan terlebih dahulu adalah seksi I yang berada di Jakarta Timur hingga Jaksampurna.

Sedangkan, seksi II dari Jakasampurna ke Jalan KH Noer Ali (Kalimalang) yang melintasi Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Hasibuan. Dari Jalan Hasibuan, berbelok ke kiri di belakang Islamic Center, Jalan Kemakmuran menyebrangi Jalan Juanda serta rel kereta api hingga Jalan Perjuangan.

Dari Jalan Perjuangan itu, kata dia, hingga Teluk Buyung lalu menyeberangi Kali Bekasi, Jalan Agus Salim, dan berakhir disekitar Ganda Agung, Bekasi Jaya, dan Duren Jaya.

“Kalau tidak meleset, ini rencana pembangunan tol Becakayu yang diberitahukan kepada kami,” ungkapnya.

Kabag Pertanahan Kota Bekasi Sudarsono mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan seksi I satu yang berada di Kota Bekasi belum rampung semuanya.

“Ada beberapa yang belum. Karena masalah kepemilikan tanah, serta pembayaran,” katanya.

Lahan yang belum rampung dibebaskan sepenuhnya tersebut berada di Kelurahan Jatibening, Bintara Jaya, dan Jakasampurna. Bahkan, untuk seksi II yakni Jakasampurna-Bekasi Utara sampai saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut. “Tahun ini pembebasan lahan dilanjutkan,” tegasnya.

Sudarsono mengaku, sebelumnya jalur tol tersebut bakal melintas di Jalan Ahmad Yani hingga ke Bekasi Utara. Dengan adanya perubahan itu, titik yang dilalui antara lain sisi Kali Malang hingga ke Jalan Hasibuan. Kemudian belok ke kiri melintas Jalan Kemakmuran sampai dengan Bekasi Utara.

Perubahan ini, kata dia, merupakan permintaan Pemkot Bekasi dengan pertimbangan keindahan kota. Karena, Jalan Ahmad Yani merupakan pusat Kota Bekasi, jika dilintas tol Becakayu, otomatis jalan itu tertutup.

“Nanti enggak punya jalan utama lagi kalau tetap di situ, makanya dipindah,” tukasnya.

Pembangunan jalan Tol Becakayu mandek sejak 1998. Proyek itu terdiri atas dua seksi, yaitu Seksi I (Kasablanka-Jaka Sampurna) sepanjang 11 kilometer, dan Seksi II (Jaka Sampurna-Bekasi Utara) sepanjang 10,4 kilometer. Jalan Tol Becakayu diharapkan mampu mengurai kemacetan di Jabodetabek.

(Sindonews)