DKP Cimahi Tingkatkan Pengolahan Sampah

by -11 views

paradigmaBencana tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005 menjadi dasar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi meningkatkan berbagai upaya pengolahan sampah berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengolah sampah mulai dari sumbernya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cimahi Budi Raharja didampingi Kabid. Kebersihan H. Nana Sujana mengatakan, penanganan sampah di Kota Cimahi mengacu pada Perda No. 16/2011 tentang Pengelolaan Sampah. “Paradigma kami sampah tak lagi sekadar dibuang, tapi dipilah sejak dari sumber hingga diolah,” ujarnya.

Berbagai cara dilakukan untuk mengajak masyarakat memilah sampah sejak dari sumber. Di antaranya, menggalakkan gerakan 3R (reuse, reduce, recycle), mendirikan tempat pengolahan sampah terpadu (TPSP) yang tersedia di 4 RW, reaktor sampah yang mengolah sampah organik menjadi kompos di 17 RW, hingga pendirian bank sampah baik unit skala lingkungan seperti sekolah dan perkantoran dan bank sampah induk Kota Cimahi (Samici).

Dengan momentum peringatan HPSN, Budi menyatakan, hal itu dimanfaatkan dalam rangka upaya sosialisasi pemilahan dan pengolahan sampah di Kota Cimahi. “Mengingatkan ke masyarakat bahwa 21 Februari 2005 pernah terjadi bencana longsor sampah di TPA Leuwigajah yang memakan korban jiwa. Tentunya hal itu harus disikapi dengan tindakan agar tragedi serupa tak terulang,” ujarnya.

Pada tahun 2015, peringatan HPSN Kota Cimahi akan digelar pada Kamis (26/2/2015) mendatang. Berbagai kegiatan dilakukan dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk pengolahan sampah.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya gebyar operasi bersih (opsih) dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan SKPD Pemkot Cimahi di masing-masing wilayah binaan dengan fokus kegiatan di wilayah RW 12 Kel. Pasirkaliki untuk pembersihan sampah Sungai Cilember.

Setelah itu, akan dilakukan peresmian Bank Sampah Unit SMA Santa Maria Jln. Gatot Subroto untuk meningkatkan volume pengelolaan sampah Bank Samici. Ditempat yang sama akan dilaunching sistem manajemen pengolahan sampah (Siembah) yang bisa menjadi basis data persampahan Kota Cimahi. Serta, akan dilaunching pemanfaatan kartu ATM Bank Samici bekerjasama dengan Bank Bukopin sehingga nasabah Bank Samici bisa mengambil uang lewat ATM Bank Bukopin maupun ATM bersama yang ada di Kota Cimahi.

Sebagai puncaknya, dilakukan sosialisasi Perda No. 16/2011 tentang Pengelolaan Sampah Kota Cimahi kepada pengguna jalan oleh Wali Kota Cimahi Atty Suharti dan jajaran Pemkot Cimahi. Perda mengatur setiap pihak yang membuang sampah sembarangan akan dikenai denda maksimal Rp 50 juta dan kurungan 3 bulan penjara.

“Hal itu berlaku juga saat berkendaraan, dalam perda tercantum setiap kendaraan yang memasuki Kota Cimahi harus menyediakan tempat sampah tidak terkecuali angkutan umum. Selama ini memang belum diterapkan optimal karena kami masih berupaya melakukan penyadaran masyarakat,” tutur Budi.
Aspek pemilahan dan pengolahan sampah masih harus diperbaiki. Pihaknya berharap masyarakat mau berpartisipasi untuk menjaga kebersihan Kota Cimahi. (pikiran-rakyat.com)