Diam-diam Setiap Akhir Pekan Jokowi Blusukan di Bogor

by -4 views

jokoPresiden Joko Widodo memanggil Wali Kota Bogor, Bima Arya di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 11 Agustus 2015. Jokowi ingin berdiskusi mengenai penataan Kota Bogor serta penataan Istana Bogor.

“Saya laporkan juga konsep penataan kota Bogor ke depan,” kata Bima usai bertemu dengan Jokowi, Selasa 11 Agustus 2015.

Bima mengatakan, dalam pembicaraan itu, ia dan Presiden juga membahas mengenai penataan Kebun Raya, progres Terminal Baranangsiang dan penataan pasar. “Beliau sangat concern bagaimana PKL di kota ini bisa ditata dengan baik, bisa dimasukkan ke dalam pasar,” kata dia.

Menurut Bima, tanpa ia tahu, ternyata Jokowi peduli terhadap penataan Kota Bogor karena setiap pagi, Jokowi melewati jalanan di kota hujan itu, di mana banyak PKL yang berdagang. “Kita kesulitan cari relokasi, beliau ingin bantu percepatan relokasi ditempatkan di dalam,” katanya.

Untuk itu, Bima mengatakan, bahwa dia akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk merelokasi PKL tersebut. Namun, relokasi itu letaknya tak jauh dari lokasi semula.

Kemudian, mengenai angkot, Jokowi juga meminta Pemkot Bogor untuk berbicara pelan-pelan dengan para sopir angkot bahwa angkutan kota itu akan dialihkan ke bus dan trans Pakuan.

Menurut Bima, rekomendasi Jokowi ini adalah hasil dari blusukannya di Kota Bogor. Sebab hampir setiap hari Jokowi berada di Bogor. Bahkan, setiap akhir pekan, Jokowi selalu blusukan di kota itu.

“Hampir tiap weekend beliau blusukan kadang kita nggak tahu masuk ke pasar ini, kadang kita tahu 10 menit sebelumnya, kadang-kadang nongkrong, jadi apa yang disampaikan itu hasil blusukannya di Bogor. Masalah pasar, macet,” kata dia.

Hal yang menjadi masalah kemacetan di Bogor adalah tidak adanya jalan layang. Sehingga Jokowi berjanji akan membantu membangun jalan layang di Jalan Martadinata.

“Pemerintah nanti kita siapkan desain, nanti dibangun, pasar juga akan komit presiden bantu,” katanya.

(Viva.co.id)