Paha Diraba, Tiga Siswi SMK Menangis

by -15 views

dprdSambil menunduk, tiga siswi SMK yang diduga jadi korban pelecehan berusaha menutupi wajahnya. Mereka adalah DS (16), DE (17) dan RA (17). Para pelajar kelas XI yang magang di Kantor DPRD Kota Bogor itu pun melaporkan perlakuan tak senonoh salah satu pejabat di gedung legislatif tersebut.
Pagi itu, sekitar pukul 09:45  WIB, ketiga korban didampingi guru pembimbingnya mendatangi gedung wakil rakyat yang berlokasi di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor.
Sambil menahan amarah,  salah satu guru pembimbing siswa memasuki gedung DPRD bersama ketiga siswinya. Salah satu petugas keamanan lalu mengarahkan mereka ke bagian Tata Usaha (TU). Akhirnya di ruang itulah sang guru pembimbing, Wiandani (38),  meluapkan amarahnya.
Dengan nada geram, ia mendesak agar dipertemukan dengan Suworo, kepala sub bagian (kasubbag) TU yang diduga telah melakukan pelecehan terhadap tiga siswinya.  ”Ini tidak bisa dibiarkan, saya mau ketemu,” desak Wiandani saat memasuki ruang TU DPRD Kota Bogor.  Guru itu kemudian dibawa ke Ruang Rapat III untuk mediasi.  Dengan menghadirkan tiga siswi SMK dan anggota DPRD, Wiandani pun menceritakan perilaku yang dilakukan oknum pegawai di gedung dewan tersebut.
Dalam ruangan itu, Wiandani terkejut mendengar pengakuan ketiga para siswi yang mendapat perlakuan tak menyenangkan selama menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Meski awalnya takut, mereka akhirnya mau bercerita setelah ketahuan menangis di toilet sekolah. “Mereka mengaku mendapat perlakuan tak senonoh dari salah satu oknum dewan,” ujarnya.
Sekadar diketahui, DS, DE dan RA baru tiga hari magang di DPRD Kota Bogor. Namun bukannya mendapat ilmu, ketiganya justru mendapat perlakuan tak menyenangkan oleh salah satu PNS di sana.
Akibat insiden tersebut, ketiganya takut kembali datang ke Kantor DPRD, tempatnya magang. “Padahal baru tiga hari mereka magang. Mereka takut karena pernah dipegang pahanya,” tegasnya.
Salah seorang korban pelecehan, DS (16), mengakui perbuatan Suworo yang melakukan hal tak senonoh padanya.  Bahkan, Suworo sempat menanyakan soal pacar-pacar mereka.  Menanggapi adanya dugaan pelecehan seksual itu, Kasubbag TU DPRD Kota Bogor Suworo mengaku tidak ada niatan untuk melecehkan para siswi tersebut.
“Awalnya saya sedang berada di atas ruang DRPD dan waktu itu ada staf saya yang  minta tanda tangan. Di ruangan memang banyak siswi, lalu saya tanda tangan di anak itu,” ujarnya kepada Metropolitan, kemarin.
Selanjutnya ia menjelaskan apa yang dilakukannya hanya bercanda. Termasuk soal meminta punggungnya untuk dijadikan alas tanda tangan surat. Menurut dia, ketiga pelajar itu terlalu berpikiran negatif. “Sebenarnya saya  cuma bercanda, karena saya melakukannya di depan teman-teman sekolah yang lain. Saya  menganggapnya bercanda kok,” bebernya.
Terpisah, Sekretaris DPRD Kota Bogor Sobur Herdiman mengaku  akan  menegur Suworo. Namun soal sanksi akan diserahkan kepada inspektorat.  “Ya, kami akan memberikan teguran dan meminta klarifikasi yang bersangkutan. Untuk selanjutnya akan diserahkan kepada inspektorat, karena SW adalah PNS,” katanya melalui pesan singkat.
(Metropolitan.id)