Penembakan dan ledakan terjadi di Paris, sedikitnya 40 orang tewas

by -1 views

prancisSetidaknya 40 orang tewas dalam serangkaian serangan penembakan di Paris pada Jumat, 13 November 2015. Tidak hanya penembakan, ledakan juga terjadi di dekat stadion Stade de Frace, sepakbola saat tim nasional Prancis dan Jerman sedang berlangsung.

Dilansir dari Channel NewsAsia, Polisi mengatakan bahwa setidaknya 15 orang tewas di pusat kota Paris, hanya sekitar 200 meter dari bekas kantor Charlie Hebdo yang diserang oleh militan pada Januari lalu.

Polisi mengatakan, skenario sandera sedang berlangsung di tempat, yang di daerah yang dikenal dengan ramainya kehidupan malam.

Penembakan di Bataclan mulai satu jam setelah konser grup rock asal California, Eagles berlangsung. Beberapa saksi mengatakan, sedikitnya 60 sandera ditahan dalam konser tersebut.

“Ada banyak orang di sini. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Ini mengerikan. Ada tubuh di sana. Ini mengerikan,” kata seorang saksi mata.

Polisi menyatakan sedikitnya tiga orang tewas dalam ledakan di luar Stade de France di utara saat pertandingan antara Jerman dan Perancis. Panitia mulai mengevakuasi stadion melalui tiga pintu.

Serangan lain dilaporkan di sebuah restoran Kamboja. Saksi mata mengatakan, pria bersenjata senapan menembaki pengunjung melalui jendela-jendela kaca, menyebabkan beberapa korban berjatuhan.

“Saya sedang dalam perjalanan debgnan kakak saya ketika saya mendengar tembakan. Lalu aku melihat tiga orang tewas di tanah, saya tahu mereka mati karena mereka sedang dibungkus dalam kantong plastik,” mahasiswa Fabien Baron kepada Reuters.

Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, menyerukan warga untuk tinggal di rumah.

“Kami mendengar suara tembakan, 30 detik, itu berkesudahan, kami pikir itu kembang api,” kata Pierre Montfort, yang tinggal di dekat rue Bichat, di mana salah satu serangan terjadi.

“Adikku di Bataclan, saya menelepon dia. Dia mengatakan mereka melepaskan tembakan. Dan kemudian dia menutup telepon,” kata Camille.

“Semua orang di lantai, tidak ada yang pindah,” kata salah satu saksi dari restoran Petit Cambodge.

(Merdeka)