Polisi Bekuk Kakek Bertato Naga Pengedar Ganja untuk Pelajar di Depok

by -27 views

tatoTua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Pepatah ini pas diumpamakan kepada kakek Marlis Tafsir alias Bonel (65), yang jadi dedengkot Geng Naga pengedar ganja kepada kalangan pelajar, mahasiswa, dan pemuda di kalangan pelajar di Depok.

Kakek yang yang membanggakan tato ular naga di dada ini mengaku seorang residivis pengedar ganja yang pernah mendekam di penjara terakhir tahun 2003. Sejak 4 tahun terakhir ke luar dari penjara, Marlis malah kembali jadi pemasok ganja.

Akhirnya, bersama dengan 14 Kg ganja senilai Rp 50 juta miliknya, Marlis ditangkap Sat Narkotika Polresta Depok di rumahnya di Kp Bulak, Bojonggede, Kab. Bogor. Dia ditangkap saat sedang memaketkan ganja seharga Rp 500 ribu per amplop.

Awalnya polisi menangkap Johan, anak buah Bonel pengecer ganja di Sukatani, Tapos, Depok. Sekarang polisi masih mengejar NPI sebagai buron yang memasok ganja untuk Marlis, asal Sumatera.

“Ini adalah sebuah jaringan pengedar ganja yang terorganisir. Ada pemasok utama, agen dan kemudian ada pengecernya ke konsumen yang diutamakan kepada pelajar atau pemuda. MT dan J adalah residivis yang juga pernah ditangkap polisi dan masuk penjara, sekarang tertangkap lagi,” kata Kapolresta Depok Kombes Pol Dwi Yono kepada detikcom, Selasa (10/11/2015).

Kepala Satuan Narkotika Polresta Depok Kom Vivick Tjangkung mengungkapkan sindikat Bonel dkk, sudah lama jadi incaran polisi kerena sudah sangat terkenal sebagai pengedar ganja di kalangan pelajar di Depok.

“Anak-anak pelajar masih labil yang suka ikut-ikutan. Barang haram ini  dijual pelaku dengan harga Rp 500 ribu per amplop,” sebut Vivick Tjangkung kepada detikcom di Sat Narkotika.

“Kami berharap, generasi muda dan pihak sekolah juga aktif memerangi narkotika,” kata Vivick sambil menambahkan akan menggelar tes urin untuk pelajar.

(Detik)