Rapid Test Corona Batal Digelar di Stadion Pakansari, Teknisnya Diserahkan ke Tiap Daerah

by -25 views
rapd test

Pelaksanaan rapid test atau tes massal Corona untuk Kota dan Kabupaten Bogor serta Kota Depok yang sebelumnya dipusatkan di Stadion Pakansari, akhirnya batal. Teknis pelaksanaan tes tersebut dikembalikan ke kebijakan daerah masing-masing.

Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa Stadion Pakansari tidak akan dipakai menjadi lokasi tes massal. Pihaknya telah mengkomunikasikan hal itu dengan Pemprov Jabar.

Pihaknya akan memakai pola yang berbeda terkait dengan tes tersebut, menyesuaikan dengan alat rapid test yang disediakan Pemprov Jabar.

“Gimana mau di (Stadion) Pakansari kalau alatnya cuma 1.000 (unit). Jadi, dari 1.000 unit ini kita prioritaskan dulu yang benar-benar urgent. Ada ODR, orang dengan risiko seperti dokter dan perawat, ODP, PDP juga kan banyak tuh yang nunggu di RS. Lingkar keluarga dari Positif Covid-19 juga akan kita tes,” ungkapnya, usai rapat koordinasi forkopimda di Gedung Tegar Beriman, Senin (23/3/2020).

Pihaknya akan langsung menyalurkan alat tes itu ketika sudah diterima. Paling lambat, kata Ade, rapid test itu akan diterima pemkab Bogor, Selasa (24/3/2020).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hingga kini juga belum memutuskan secara resmi rencana tempat pelaksanaan rapid test di Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, untuk pelaksanaan rapid test Covid-19, pemkot harus memastikan terlebih dahulu jumlah jatah yang akan diterima Kota Bogor.

“Kita pastikan dulu jumlahnya sampai di tangan. Baru kita rencanakan detailnya. Takut kita sudah list 1.000 nama by name by address, ternyata hanya 500 misalnya,” ujar Dedie, Senin (23/3/2020).

Ada beberapa opsi yang disiapkan pemerintah untuk pelaksananya, yakni di Stadion GOR Pajajaran, atau bisa saja dilakukan di rumah sakit. Dedie menegaskan, untuk Pemkot Bogor pelaksanaannya tidak dilakukan di Stadion Pakansari.

Menurut dia, Gubernur Jawa Barat menyerahkan keputusan pelaksanaan termasuk tempatnya kepada masing-masing daerah.

Mengingat jumlah Rapid Test Kit yang jumlahnya terbatas, maka diprioritaskan hanya kepada Orang Dengan Resiko (ODR) seperti tenaga medis, ODP, PDP dan lingkar dalam mereka yang positif Covid-19.

“Saya mendapat informasi jumlah untuk Kota Bogor akan didrop 1.000 buah, tapi belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” ucapnya.

Sedangkan untuk petugas akan dilakukan pelatihan kepada 30 orang yang nantinya membantu pelaksanaannya.

Mantan Direktur KPK itu menambahkan, rencananya pelaksaan penyemprotan dimulai minggu ini di titik-titik lokasi yang sedang dipetakan. “Saat ini sedang dikalkulasi dan dipetakan lebih akurat,” tukasnya.

(RadarBogor)