, ,

Khawatir Muncul Klaster Demo, Kota Bogor Rencanakan Tes Covid-19 Massal Buat Mahasiswa

by -8 views

Pasca aksi demo mahasiswa di depan Istana Presiden Kamis (8/10), Tim Satgas Covid-19 Kota Bogor berencana melakukan tes swab massal kepada para mahasiswa yang mengikuti kegiatan aksi aksi unjuk rasa menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan, rencana dilakukannya swab massal ini sebagai tindak lanjut pemetaan dan menekan kemungkinan adanya klaster demo.

“Kita sedang bahas dengan ketua Gugus dengan bu sekda, saya juga khawatir melihat kerumunan kemarin. Tadi kita bahas juga, antisipasi adanya klaster demo takutnya seperti itu,” ujar Retno kepada Metropolitan.id saat ditemui di Balaikota Bogor, Jumat (9/10).

Caranya, pihaknya akan melakukan tes swab massal dengan cara menyambangi satu persatu kampus di Kota Bogor.

Sebab, saat aksi kemarin, tidak ada penjaringan terhadap para mahasiswa. Sehingga, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) tidak bisa melakukan swab test atau rapid test secara langsung, seperti yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

“Karena kalau kita kan tidak nangkap lalu di Swa, kota lain itu kan yang ketangkap itu di rapid, lalu reaktif,” jelas Retno.

Terkait ketersediaan alat swab test sendiri, menurut Retno, jumlahnya masih dalam kategori aman. Bahkan Kota Bogor berencana membeli alat swab test, guna memaksimalkan tracing dan pemetaan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Persediaan alat swab kita masih cukup, dan kalau sudah menipis kita akan gunakan dana BTT (Biaya Tidak Terduga, red). Prioritas kontak erat dan suspek, itu 100 persen di Swab,” tutupnya.

Terpisah, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim, mengaku, meski sempat khawatir akan adanya kemunculan klaster demo. Ia tetap meminta kepada jajaran Satgas Covid-19 agar memperhatikan klaster perkantoran yang masih menjadi ancaman bagi Kota Bogor.

“Terus terang kita khawatir. Tapi dari data yg kita miliki, resiko penularan tetap dari ruangan tertutup atau AC central,” ungkapnya.

Memang berdasarkan data gugus tugas nasional (GTN), Kota Bogor saat ini masih dalam status zona merah. Ditetapkannya Kota Bogor sebagai zona merah ini berdasarkan 14 indikator, yakni 10 indikator epidemiologi, dua surveilans dan dua indikator fasilitas kesehatan.

(metropolitan.id)