KPM BPNT Perluasan Desa Bojong Rangkas Kecewa Dapat Bansos Beras Tidak Tepat Kualitas

by -121 views
KPM BPNT Desa Bojong Rangkas

(JABARMEDIA) BOGOR – Paket program sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di keluhkan oleh sejumlah warga di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pasalnya, paket bantuan sembako perluasan 7 bulan senilai Rp. 1.400.000,- bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berkaitan dengan penyaluran beras yang berkutu, menguning dan sudah menggumpal.

“Beras yang saya terima memang bukan kualitas yang baik, berasnya menguning dan berkerikil. Itu sudah saya komplen hari itu juga saat penyaluran sembako. Saran agen E-Waroeng kalau kompen sebaiknya melalui surat dan itu sudah saya lakukan.” Ucap Warga RT 2, RW 8 yang enggan di sebut namanya.

Bahkan ada juga warga yang mendapat paket sembako kualitas kurang bagus pada komoditas lain selain beras.

Beras yang saya terima 7 karung, beasna jore jeung koneng, jore pokokna mah. Anu jore teh tilu; beas, tahu jeung sayuran.” kata Intan alias Menah Warga RW 08.

Anggi, warga RT 06 RW 07 juga menyatakan hal yang senada. Dia mengungkapkan bahwa beras sudah tidak layak, menggumpal dan kotor.

Betul pak, beras yang saya terima sudah banyak yang menggumpal dan banyak kotoran serta agak menguning.” Ungkapnya kepada awak media.

Baca Juga:  Presiden Korsel Sampaikan Belasungkawa kepada Jokowi

Lebih lanjut Anggi mengatakan bahwa dapat BPNT baru kali ini, langsung dapat 7 bulan. Tapi beras yang di terima jelek.

Seharusnya Kualitas Premium

Salah seorang penerima bantuan, warga RW 06 yang enggan di sebut namanya menuturkan, beras yang diterimanya merupakan kualitas rendah dan bila dimasak cepat basi. Meski demikian, ia tetap memasaknya lantaran tak punya pilihan lain. Berasnya saat di cuci banyak yang mengambang.  Selain kotor dan kuning, juga berkutu.

Tidak layak kalau di sebut beras premium pak, jelek berasnya agak menguning ada kutunya dan menggumpal. Kedepan kalau berasnya seperti itu, saya mau lihat dulu kalau masih seperti itu akan menolak untuk membelanjakan.” Cetusnya.

Dari informasi yang di himpun, diduga ada puluhan KPM program BPNT yang menerima paket sembako berasnya dengan kualitas rendah. Padahal dalam pedum seharusnya beras bantuan BPNT adalah kualitas premium (red).

Berbeda dengan beras yang diterima ibu Nani penerima BPNT bukan perluasan, dia menerima beras kualitas bagus. Juga di amini oleh ibu Nani yang saat itu berada di rumah ibu Anggi Minggu (10/10/2021).

Baca Juga:  Rapat Penyuluhan Program PTSL Desa Tapos II

Konfirmasi ke Pihak Terkait

Sementara itu, TKSK Ciampea Wiwik saat di hubungi via selulernya tidak menjawab. Padahal yang dipertanyakan sejauh mana TKSK sebagai pendamping, pengawasan 6T nya. Adapun arti 6T adalah tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga, dan tepat administrasi.

Di tempat terpisah saat awak media konfirmasi dengan Pupu agen E- Warong desa Bojong Rangkas. Ia mengatakan memang saat penyaluran sembako ada warga RW 08 yang komplen. Lalu diarahkan untuk mengunakan surat, selain itu dia percaya ke pemasok beras selama ini bagus.

Seperti biasa saya pun Purchase Order dengan kualitas beras premium. Karena banyak untuk 7 bulan kiriman beras, sehingga saya tidak bisa mengontrol setiap karungnya, ternyata kali ini banyak yang komplen,” terang Pupu.

Saat ini kamipun sudah berembug dengan pemasok berasnya, bagaimana mengatasinya. Karena saya sebagai agen Purchase Order nya dengan kualitas beras premium.” pungkas Pupu.

By,Kasdi Warso