, JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera bertemu dengan para investor pasar guna mendiskusikan situasi ekonomi saat ini.
Salah satunya, seperti yang disebutkan Luhut, adalah ketika IHSG mengalami penurunan sebesar 6,12% selama satu hari saja.
“Oh ya, nantinya Presiden akan bertemu dengan siapa-siapa, yaitu para pemain pasar,” ujarnya.
IHSG Berakhir Naik Meski BI Menjaga Tingkat Suku Bunga, Saham BBCA dan BMRI Mengalami Peningkatan
Namun, ketika diminta memberikan informasi tentang waktu dan tempat pertemuan tersebut akan digelar, Luhut mengindikasikan bahwa hal itu masih dalam proses penjadwalan oleh Sekretariat Kabinet (Seskab).
“Pak Seskab yang mengatur, saya tidak tahu,” katanya saat berada di Kantor Presiden pada hari Rabu, 19 Maret 2024.
:
Saham yang Direkomendasikan serta Kinerja IHSG Hari Ini, Rabu 19 Maret 2025
Menghadapi perubahan pasaran yang tidak menentu, Luhut menyatakan bahwa pihak berwenang akan tetap mewaspada atas dinamika ekonomi serta siap melakukan tindakan-tindakan penting guna melindungi ketertiban sistem finansial di Indonesia.
Saat dimintai pendapat tentang kekhawatiran potensial para investor terhadap pasar Indonesia, Luhut menyatakan bahwa kondisi semacam itu dapat muncul di waktu manapun.
:
Saham-saham Logam Mulia (ANTM, MDKA, UNTR) Dilirik Investor Besar Sementara Indeks Saham Gabungan Terkoreksi
Meskipun demikian, mantan Menko Marves tersebut yakin bahwa IHSG akan segera menunjukkan tanda-tanda pemulihan dalam waktu singkat.
“Memang mungkin akan terjadi hal serupa di lain waktu. Namun menurut pendapat saya, hari ini kita lihat adanya pemulihan. Mari kita pantau secara teliti setiap perkembangan selanjutnya,” ujarnya.
Sehubungan dengan anjuran dari DEN terkini, Luhut menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan selalu waspada dalam menjaga kedisiplinan fiskal serta memastikan semua keputusan ekonomi dipertimbangkan secara matang.
“Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, presiden akan sangat berhati-hati mengenai urusan anggaran dan pastikan semuanya diukur dengan tepat,” tandas Luhut.
Berita ini menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebanyak 6,12%, yang pada akhirnya mengakibatkan penhentian perdagangan sementara.
Menurut data yang dikeluarkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk sesi trading awal hari ini, Selasa (18/3/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 395,87 poin atau 6,12%, mencapai angka 6.076,08. Pada titik tersebut, IHSG telah jatuh melebihi 14,18% dibandingkan dengan tingkat penutupannya di penghujung tahun 2024 yaitu berada di posisi 7.079,9.
Saat IHSG anjlok melebihi 6%, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil keputusan untuk menangguhkannya secara sementara perdagangan di pasar saham tersebut.
Sebelumnya, kehentian perdagangan tersebut disebabkan oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 5%. Tindakan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghentikan sementara perdagangan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI No.: Kep-00024/BEI/03-2020 tertanggal 10 Maret 2020 tentang Perubahan Pedoman Pengelolaan Kelanjutan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Situasi Darurat.







