Longsor Garut dan Tasikmalaya Hancurkan Rumah dan Tutup Jalan

by -
by
Longsor Garut dan Tasikmalaya Hancurkan Rumah dan Tutup Jalan

Bencana Tanah Longsor Kembali Melanda Wilayah Garut dan Tasikmalaya

Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Garut setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak awal pekan. Peristiwa ini terjadi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pasirwangi dan Caringin. Longsoran menyebabkan kerusakan pada rumah warga serta mengganggu akses jalan antarkecamatan.

Longsor di Kecamatan Pasirwangi

Longsor terjadi di tiga titik di Desa Sarimukti, Kecamatan Pasirwangi, pada Selasa malam, 11 November 2025. Hujan yang turun sejak sore hingga malam menyebabkan struktur tanah menjadi labil. Akibatnya, beberapa rumah warga rusak.

Lokasi yang terdampak adalah Kampung Joglo RT 03 RW 04, Kampung Cigunung RT 01 RW 05, dan Kampung Sukasari RT 03 RW 05. Longsoran menimbulkan kerusakan pada tembok penahan tebing (TPT) di jalan desa dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi 3 meter.

Di Kampung Cigunung, sebanyak 4 rumah mengalami kerusakan mulai dari roboh sebagian hingga total. Di Kampung Sukasari, sebagian rumah warga juga rusak. Total tujuh keluarga dengan belasan jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.

Baca Juga:  Indra Safri Minta Pemain Timnas U-19 Jangan Disalahkan

Masyarakat bersama aparat desa telah melakukan pembersihan material longsoran secara swadaya sejak Rabu pagi. Satu keluarga memilih mengungsi mandiri. Pihak desa juga sudah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk kajian teknis perbaikan TPT yang ambruk.

Selain itu, pihak desa telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak pasca-bencana, seperti rehabilitasi rumah terdampak, restrukturisasi TPT, pemasangan beronjong, serta bantuan sembako bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi di kawasan Garut utara.

Longsor di Kecamatan Caringin

Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Caringin, tepatnya di Jalan Raya Caringin-Bungbulang, Kampung Cisarua RT 01 RW 05, Desa Sukarame, pada Rabu pagi, 12 November 2025. Longsoran menutupi sebagian badan jalan dengan panjang sekitar 15 meter dan ketinggian material mencapai 4 meter.

Kapolsek Caringin, Inspektur Polisi Dua Indra Koncara, menyatakan bahwa pihaknya langsung melakukan pengamanan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan pengguna jalan. Pembersihan material dilakukan secara manual oleh warga dan petugas gabungan sambil menunggu bantuan alat berat agar jalan bisa segera dilalui kendaraan.

Baca Juga:  Explore the 10 Best Travel Destinations in Indonesia as Featured by Lonely Planet

Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Tasikmalaya

Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya, serangkaian bencana tanah longsor terjadi beruntun di dua kecamatan dalam waktu satu hari. Intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang labil ditengarai menjadi penyebab tiga titik longsor.

Dua kejadian terjadi di Kecamatan Bojonggambir dan satu di Kecamatan Culamega. Longsor terparah terjadi di Kampung Gemong, Desa Kertanegla dan Desa Mangkonjaya, Kecamatan Bojonggambir. Jalan penghubung Desa Ciroyom menuju Mangkonjaya tertutup material longsor sepanjang 5-7 meter dengan ketebalan mencapai 4 meter dan ketinggian mencapai 10 meter.

Longsor kedua terjadi di Kampung Pasir Ringkang, Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir. Material longsoran menimpa setengah badan jalan akses penghubung Desa Kertanegla menuju Desa Wan­dasari, Desa Bojong­ka­pol, Desa Cempaka­sa­ri, hingga Desa Cipatujah. Akses ini menjadi krusial dan menyebabkan antrean kendaraan bermotor.


Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.