Peristiwa Angin Kencang yang Mengancam Lingkungan Sekolah
Pada hari Rabu (21/1/2026) sore, sebuah peristiwa menegangkan terjadi di lingkungan SMAN 1 Susukan, Desa/Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Angin kencang yang disertai hujan nyaris berubah menjadi petaka setelah sebuah kanopi outdoor raksasa setinggi 15 meter ambruk ke tengah lapangan sekolah. Peristiwa ini memicu kepanikan dan mengakibatkan seorang siswi kelas X terjebak di area reruntuhan bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB, saat sebagian besar siswa sudah meninggalkan area sekolah usai kegiatan belajar mengajar. Namun, beberapa siswa masih berada di sekitar lapangan ketika kanopi mulai ambruk. Dua siswa berhasil menyelamatkan diri, sementara seorang siswi bernama Yusi, kelas 10-E, tertinggal dan akhirnya tertimpa reruntuhan.
Kepala SMAN 1 Susukan Cirebon, Ukendi Andriyana, menjelaskan bahwa ambruknya kanopi dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda kawasan sekolah. Ia mengungkapkan bahwa angin kencang diduga menyapu dari bagian bawah ke atas, sehingga membuat struktur kanopi tidak mampu menahan tekanan.
“Diprediksi angin tersebut menyapu dari arah bawah kemudian ke atas dan merobohkan bangunan outdoor,” ujarnya.
Saat kejadian, kegiatan pembelajaran telah berakhir. Hanya tersisa beberapa siswa kelas 10-E yang semula dijadwalkan mengikuti latihan upacara bersama wali kelas. Namun rencana tersebut langsung dibatalkan karena kondisi cuaca yang memburuk. Anak-anak segera keluar lapangan untuk bersiap pulang.
Beruntung, posisi reruntuhan tidak menjepit korban dengan kuat karena terhalang bagian tertentu dari bangunan. Alhamdulillah, anak tersebut masih memiliki keleluasaan untuk bergerak. Melihat kejadian tersebut, para guru dan siswa yang masih berada di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Mereka bahu-membahu mengangkat material outdoor yang menimpa korban.
Korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke RS Mitra Plumbon Cirebon untuk mendapatkan perawatan medis. Setibanya di rumah sakit, anak tersebut langsung ditangani IGD, diperiksa dokter, dilakukan CT scan hingga rontgen. Hasilnya dinyatakan sehat dan tidak ada cedera serius. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tersebut, korban diperbolehkan pulang pada hari yang sama dan kembali ke rumah bersama orang tuanya.
Pihak sekolah pun memastikan kondisi korban dengan mengunjungi langsung kediamannya. “Kami bersama tim kesiswaan dan wakasek mengunjungi rumahnya. Alhamdulillah, anak tersebut sudah ceria kembali. Kami merasa lega,” katanya.
Pantauan di lokasi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, area lapangan sekolah telah dipasangi garis polisi. Aktivitas belajar mengajar sementara ditiadakan atas inisiatif pihak sekolah guna menghindari potensi kejadian susulan sebelum proses evakuasi puing kanopi dilakukan.
Kanopi outdoor tersebut diketahui memiliki panjang 21 meter dan lebar 18 meter, ditopang oleh delapan tiang pondasi. Tiang-tiang tersebut terlihat terangkat akibat tertarik struktur kanopi yang ambruk ke tengah lapangan. Rangka baja penyangga tampak miring dan bengkok, sementara atap baja ringan jenis galvalum atau spandek roboh hingga menyentuh permukaan lapangan.
SMAN 1 Susukan Cirebon sendiri tercatat memiliki 1.061 siswa, dengan 31 rombongan belajar dan 31 ruang bangunan. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi sekolah-sekolah lain untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem dan memastikan keamanan infrastruktur yang ada.







