Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer masih akan memengaruhi potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Seperti yang terjadi pada hari-hari pertama bulan ini, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami curah hujan lebat hingga sangat lebat akibat pengaruh aktivitas tersebut.
Berdasarkan prediksi BMKG, MJO saat ini berada di fase 2 yang berada di Samudra Hindia. Aktivitas ini telah melewati sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa bagian barat, sebagian kecil Bali, NTT, dan NTB. Selain itu, gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi bagian utara, Maluku, dan Papua bagian utara.
Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan selatan, Maluku, serta Papua. BMKG menjelaskan bahwa keberadaan gangguan atmosfer ini dapat meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah yang disebutkan, khususnya sebagian besar Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku bagian selatan dan tenggara, serta Papua.
Dalam skala meso, bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik juga turut memengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia selama periode tersebut. Bibit Siklon 92W diprediksi masih berada di Samudra Pasifik di utara Papua. Sementara itu, sirkulasi siklonik terbentuk di perairan barat laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, perairan barat Bengkulu, di Selat Makassar, dan di Laut Banda.
Sistem-sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di perairan barat laut Aceh, Selat Makassar, Laut Maluku, Maluku, Laut Seram, Laut Banda, dan wilayah sekitar sistem tersebut. Daerah konvergensi lain juga diprediksi terbentuk di perairan barat laut Aceh, Selat Makassar, Laut Maluku, Maluku, Laut Seram, Laut Banda, dan wilayah sekitar sistem tersebut.
Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Di sisi lain, Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari mendatang. Hal ini ditunjukkan oleh dominasi angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia ke wilayah Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan secara bertahap dari musim hujan menuju musim kemarau.
Berikut ini beberapa daerah yang mendapat peringatan dini hujan dari BMKG untuk sepekan ke depan:
- Wilayah Sumatera: Daerah seperti Aceh, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.
- Wilayah Kalimantan: Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi.
- Wilayah Sulawesi: Wilayah Sulawesi Utara, Tenggara, dan Selatan berpotensi terkena dampak hujan intens.
- Wilayah Maluku dan Papua: Wilayah Maluku dan Papua bagian utara dan selatan diprediksi akan mengalami hujan lebat.
- Wilayah Jawa: Jawa Barat, Tengah, dan Jawa Timur memiliki risiko hujan yang cukup tinggi.
- Wilayah Bali, NTT, dan NTB: Wilayah ini juga diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Peringatan dini ini penting untuk masyarakat agar dapat mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca terbaru dari BMKG.







