Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

by -
Dua Remaja Tewas di Selokan Bekasi, Empat Pelaku Ditangkap Polisi

Dua Remaja Tewas di Selokan, Empat Orang Ditahan

Dalam kejadian tragis yang terjadi di Jalan Raya Mustikajaya, Kota Bekasi, dua remaja ditemukan tewas di dalam selokan. Kejadian ini kini sedang ditangani secara intensif oleh Polres Metro Bekasi Kota. Pihak kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, penyebab dan motif dari kejadian ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas sedang mengumpulkan bukti-bukti serta meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui kronologi lengkap dari peristiwa tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bertindak cepat setelah jasad korban ditemukan pada Jumat (19/6/2026). Ia juga mengonfirmasi adanya perkembangan signifikan dalam penyelidikan berupa pengamanan empat orang yang kini sedang didalami keterkaitannya.

“Tentunya kami sangat prihatin dan juga berdukacita kepada keluarga korban. Ini ada dua orang yang meninggal dunia. Tapi alhamdulillah, Jumat sore sudah bisa mengamankan ada empat orang yang diduga sebagai pelaku,” kata Kusumo, Minggu.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bekasi 21 Juli 2025: Cerah dan Panas Sepanjang Hari

Meski begitu, polisi belum dapat menarik kesimpulan terkait motif kejadian, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan aksi kejahatan jalanan atau tawuran antar kelompok remaja. Penyidik masih mencermati seluruh temuan di lapangan, termasuk adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban yang belum dijelaskan secara rinci.

Di sisi lain, pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi terus dilakukan untuk memperjelas rangkaian peristiwa. Polisi juga telah mengamankan kendaraan milik korban sebagai barang bukti, sembari menelusuri apakah kendaraan tersebut sempat berpindah tangan sebelum ditemukan di lokasi kejadian.

Pengakuan Warga dan Rekaman CCTV

Sebagaimana diketahui, dua pemuda yang ditemukan tewas di selokan di Jalan Raya Mustikajaya, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, diserang sekelompok orang yang mengendarai motor. Penyerangan itu terjadi setelah motor yang mereka naiki terjatuh ke dalam selokan.

Petugas keamanan sekitar TKP, Rian (36), mengatakan, rekaman kamera pengawas (CCTV) di tempatnya bekerja memperlihatkan dua korban dan satu pemuda lain berboncengan satu motor dan terjatuh pukul 03.00–04.00 WIB.

“Kalau dilihat dari CCTV, motornya kayak loncat, terus nyeburnya ke got,” kata Rian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga:  Energi sebagai kunci teknologi masa depan RI

Menurut Rian, sesaat setelah ketiga korban terjatuh, mereka didatangi sekelompok orang yang datang menggunakan sejumlah motor. “Kalau dari CCTV yang saya lihat, sekitar enam motor,” ujarnya.

Beberapa orang dalam rombongan tersebut tampak membawa senjata tajam saat menghampiri para korban yang terjatuh di selokan. “Setelah jatuh kemudian ada penyerangan, ketika jatuh, yang bawa sajam itu menusuk,” kata Rian.

Rian tidak dapat memastikan identitas pelaku maupun jenis senjata tajam yang digunakan karena kejadian tersebut hanya terlihat sekilas dari rekaman CCTV. Setelah penyerangan terjadi, motor yang digunakan para korban diduga dibawa kabur rombongan pelaku.

Peristiwa yang menewaskan D dan K diduga berkaitan dengan aksi tawuran. Dugaan tersebut muncul berdasarkan keterangan salah seorang korban selamat berinisial MIA (18) yang sempat dimintai keterangan oleh warga setelah ditemukan dalam kondisi terluka di lokasi kejadian.

“Korban yang selamat bilangnya itu (tawuran),” kata Rian. Rian mengatakan, korban yang selamat terlihat mengalami luka pada perut. Sementara dua korban yang meninggal dunia, Rian tidak melihat luka terbuka yang mencolok karena lokasi kejadian sudah berada dalam penanganan polisi.

Baca Juga:  Berantas Narkoba, Desa dan Kelurahan Se-Kabupaten Bogor Deklarasikan Bersih Narkoba

“Posisinya bertumpuk di selokan, ada darah di hidung, sama luka di mata kaki,” ujarnya.

Penyebab pasti kematian kedua korban masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.