Kecelakaan maut di Bekasi, truk rem blong tewaskan 1 ojol

by -
Kecelakaan maut di Bekasi, truk rem blong tewaskan 1 ojol

Kecelakaan Maut Truk di Simpang Unisma, Bekasi

Pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, sebuah truk diduga mengalami rem blong dan menabrak belasan kendaraan bermotor di Simpang Unisma, Jalan Cut Meutia, Kota Bekasi. Kejadian ini terjadi saat truk tersebut melaju kencang dari arah Jakarta sebelum menabrak antrean kendaraan yang sedang berhenti di lampu merah.

Benturan keras menyebabkan sejumlah pengendara dan motor terpental, sementara beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah. Salah satu saksi mata, Bayu Sukma Nugraha (26), seorang pedagang asongan, menjelaskan bahwa ia menduga truk mengalami rem blong sebelum menabrak kerumunan motor.

“Kayaknya mobilnya rem blong. Dari jauh sudah kelihatan lajunya kencang. Lampu lalu lintas masih merah, belum waktunya kendaraan dari arah Jakarta jalan. Tiba-tiba mobil langsung menabrak motor-motor yang sedang berhenti,” ujar Bayu.

Menurut pengamatan Bayu, ada belasan kendaraan yang terdampak dalam kecelakaan ini. Ia juga melihat adanya korban jiwa di tempat kejadian perkara (TKP). “Yang saya tahu baru satu orang meninggal. Korban luka sekitar tujuh orang, motornya juga banyak yang rusak,” katanya.

Baca Juga:  Mesin Tiket Akan Diuji Coba di Stasiun Bogor, Banyak Tiket THB Tak Dikembalikan Penumpang

Lebih lanjut, Bayu menambahkan bahwa kuatnya benturan membuat beberapa sepeda motor dan korbannya sempat terseret. Truk baru benar-benar berhenti setelah menghantam kendaraan dan pembatas jalan.

Data Korban dan Rumah Sakit Rujukan

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turun langsung untuk memantau penanganan para korban. Ia mengonfirmasi bahwa total korban dalam insiden kecelakaan truk di simpang Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi ini berjumlah tujuh orang. Dari total tersebut, satu orang pengemudi ojek online (ojol) dinyatakan tewas di lokasi kejadian.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh korban telah dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat, antara lain RSUD dr. CAM Kota Bekasi, RS Mitra Keluarga Bekasi Timur, dan RS Bhakti Kartini. “Tujuh (korban), satu yang meninggal, enamnya luka-luka,” kata Harris saat mendatangi RSUD Kota Bekasi, Senin.

Pemerintah Jamin Biaya Perawatan dan Santunan Korban

Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa seluruh korban akan mendapatkan perawatan medis yang maksimal tanpa memandang domisili KTP. Pemerintah Kota Bekasi siap memfasilitasi semua kebutuhan korban selama dirawat.

Baca Juga:  Bos Baru BCA Hendra Lembong Rilis Strategi untuk Memperkokoh Bisnis Menggantikan Jahjianto

“Insyaallah dari Jasa Raharja juga sudah hadir, begitu juga BPJS Ketenagakerjaan yang akan meng-cover seluruh biaya dan memberikan santunan kepada almarhum korban yang meninggal,” kata Harris. Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam dan menyebut peristiwa ini sebagai musibah yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

Harris kemudian membeberkan kondisi terkini para korban yang selamat. “Luka berat ada satu orang yang masih dirawat. Sekitar tiga orang masih menjalani perawatan, sementara yang lain sudah pulang,” jelasnya.

Pemkot Bekasi Lakukan Evaluasi Penyebab Kecelakaan

Menindaklanjuti insiden ini, Pemkot Bekasi akan segera melakukan evaluasi total dan menelusuri penyebab pasti kecelakaan bersama pihak kepolisian. Dugaan sementara memang mengarah pada masalah teknis rem kendaraan berat tersebut.

“Informasi sementara karena rem blong. Truk besar itu mengalami rem blong sehingga tidak bisa berhenti dan menghantam sepeda motor yang berada di depannya. Kami turut berdukacita,” tutup Harris.