PKS Tasikmalaya Jaga Warisan Budaya Sunda

by -
by
PKS Tasikmalaya Jaga Warisan Budaya Sunda

Kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya di Kabupaten Tasikmalaya

Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs. K.H. Tetep Abdulatip, M.Ag., menggelar kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya sebagai bentuk silaturahmi sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya lokal.

Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya budaya sebagai identitas masyarakat yang harus dijaga dan dilestarikan agar dapat dikenal oleh generasi penerus. Budaya tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi media dakwah yang membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Berbagai Kesenian Khas Tasikmalaya Tampil dalam Acara

Acara Sapa Warga Berbasis Budaya menampilkan berbagai kesenian khas Tasikmalaya, seperti Dugkol, Pencak Silat, Borangan, Tembang Sunda, serta penampilan dari Sapala Band dan Pin Band. Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh penggiat seni Al-Balad Voice, yang semakin memperkuat nuansa budaya yang terasa hangat dan meriah.

Peran Budaya dalam Masyarakat

Ketua DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa budaya bukanlah lawan agama, melainkan cara berdakwah dengan bahasa yang dimengerti masyarakat. Ia menekankan bahwa kehadiran PKS tidak untuk mengatur budaya, tetapi untuk merawat dan melestarikannya agar tetap dikenal oleh anak cucu.

Baca Juga:  7 Tempat Wisata Pegunungan Purwakarta Terbaru dan Populer dengan Tiket Murah dan Pemandangan Menakjubkan

“PKS hadir bukan mau ngatur budaya. PKS mau ngarawat budaya. Ngarawat artinya ngajaga, ngalestarikeun, supaya anak cucu urang Tasik tetap wawuh ka karuhunna, ka budaya sorangan,” ujarnya.

Tiga Pesan Utama dalam Sambutan

Dalam sambutannya, ia menyampaikan tiga pesan utama:

  • Pertama, budaya adalah identitas. Selama Dugkol masih ditabuh, Silat masih dipelajari, dan Tembang Sunda masih dilagukan, maka jati diri urang Sunda tidak akan punah.
  • Kedua, budaya merupakan media dakwah yang efektif. Melalui panggung budaya, nilai-nilai luhur seperti gotong royong, silih asah, silih asih, silih asuh, serta akhlak mulia dapat disampaikan kepada masyarakat dengan cara yang membumi dan mudah diterima.
  • Ketiga, budaya juga menjadi solusi bagi penguatan ekonomi masyarakat. Seni dan budaya dapat menggerakkan ekonomi kreatif melalui produk UMKM, kerajinan, musik, kuliner, hingga industri kreatif berbasis kearifan lokal.

Kolaborasi untuk Mempertahankan Budaya Lokal

Kolaborasi antara DPD PKS Kabupaten Tasikmalaya dengan Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat dalam penyelenggaraan kegiatan ini menjadi wujud sinergi untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal sebagai aset yang bernilai bagi pembangunan daerah.

Baca Juga:  Cara Resmi Cek Penerima Bansos PKH Tahap 2 2026: Hindari Penipuan

Harapan untuk Masa Depan

Kegiatan Sapa Warga Berbasis Budaya diharapkan menjadi awal terjalinnya silaturahmi yang semakin erat antara PKS dengan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya Sunda sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Acara ditutup dengan pertunjukan budaya yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Tasikmalaya dan menjadi sarana yang efektif untuk mempererat persaudaraan serta membangun nilai-nilai kebersamaan. Sebagaimana disampaikan di penghujung sambutan, masyarakat diajak untuk menikmati dan membanggakan budaya sendiri: “Wilujeng nyaksian Dugkol, Silat, Borangan, sareng Tembang Sunda. Wilujeng ngaraoskeun budaya urang sorangan.”

Tentang Penulis: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.