Tren Pasar PC Global di Tengah Kelangkaan Memori
Pasar komputer pribadi (PC) global diperkirakan menghadapi tantangan berat sepanjang tahun 2026. Menurut laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC), pengiriman PC dunia akan turun sebesar 11,3 persen sepanjang tahun ini. Hal ini disebabkan oleh kelangkaan memori yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir 2027. Kondisi ini memperburuk situasi pasar dan menimbulkan tekanan terhadap produsen PC.
Penyebab Utama Penurunan Pengiriman PC
Kelangkaan memori menjadi faktor utama yang menyebabkan penurunan pengiriman PC. Ketersediaan komponen yang terbatas membuat harga komponen meningkat, sehingga sulit bagi produsen untuk menjaga ketersediaan seluruh lini produknya. IDC mencatat bahwa meskipun pengiriman PC pada kuartal pertama 2026 sempat tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, pertumbuhan tersebut tidak mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Menurut Wakil Presiden Devices and Consumers IDC, Jean Philippe Bouchard, tidak ada tanda-tanda perbaikan pasokan memori dalam waktu dekat. “Kami tidak melihat adanya pemulihan terhadap situasi kelangkaan memori sebelum akhir 2027. Artinya harga akan terus meningkat dan produsen PC akan kesulitan mempertahankan portofolio produk yang lengkap dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.
Dampak Pada Harga Perangkat
Selain memengaruhi ketersediaan produk, kelangkaan memori juga diprediksi mendorong kenaikan harga perangkat komputer. IDC memperkirakan harga jual rata-rata PC akan meningkat sekitar 17 persen sepanjang 2026. Bahkan ketika kapasitas produksi memori mulai bertambah dalam dua tahun ke depan, harga perangkat diperkirakan tidak akan kembali ke level yang terlihat pada 2025.
Laporan MacRumors juga mengutip analisis sebelumnya dari TrendForce yang memperingatkan bahwa kenaikan harga memori dan prosesor dapat mendorong harga laptop mainstream naik hingga hampir 40 persen pada tahun ini.
Kejutan dari Apple dengan Peluncuran MacBook Neo
Di tengah melemahnya pasar PC, Apple justru menghadirkan kejutan melalui peluncuran MacBook Neo. Menurut IDC, perangkat yang diperkenalkan pada Maret 2026 tersebut berhasil meningkatkan permintaan notebook di atas perkiraan sebelumnya. Sebagai hasilnya, firma riset itu merevisi proyeksi pasar notebook menjadi lebih positif.
MacBook Neo dibanderol mulai dari 599 dolar AS dan ditujukan untuk segmen laptop di bawah 700 dolar AS, yang selama ini didominasi perangkat Windows dan ChromeOS. IDC menilai kehadiran produk tersebut memberikan tekanan besar terhadap ekosistem PC secara keseluruhan.
Respons Produsen PC Terhadap Persaingan
Research Manager IDC Consumer Devices Trackers, Jitesh Ubrani, mengatakan para pesaing kemungkinan akan merespons dengan berbagai strategi. Beberapa langkah yang diperkirakan dilakukan vendor antara lain:
- Menghadirkan chip generasi baru.
- Mengoptimalkan sistem operasi yang lebih efisien.
- Menawarkan promosi dan diskon yang lebih agresif.
- Meluncurkan perangkat dengan harga lebih kompetitif.
Saat ini produsen PC menghadapi dua tekanan sekaligus, yaitu keterbatasan pasokan komponen dan persaingan yang semakin ketat. Di satu sisi, biaya produksi meningkat karena harga memori terus naik. Di sisi lain, mereka harus tetap menghadirkan perangkat yang terjangkau agar mampu bersaing dengan produk baru seperti MacBook Neo.
Kondisi Pasar yang Tidak Biasa
IDC menilai pasar PC saat ini berada dalam situasi yang tidak biasa karena harus menghadapi kombinasi antara kendala pasokan, tekanan ekonomi, serta perubahan persaingan teknologi. Bagi konsumen, kondisi tersebut berarti peluang mendapatkan laptop atau PC dengan harga murah semakin terbatas. Sementara bagi produsen, tantangan terbesar adalah menjaga ketersediaan produk di tengah kelangkaan komponen yang diperkirakan masih berlangsung setidaknya hingga akhir 2027.







