Nyeri lutut tak lagi jadi hambatan, bedah robotik Sunway Medical Centre Penang dukung aktivitas pasien

by -
Nyeri lutut tak lagi jadi hambatan, bedah robotik Sunway Medical Centre Penang dukung aktivitas pasien

Teknologi Medis Terkini Memberi Harapan Baru bagi Penderita Osteoartritis

Nyeri lutut akibat osteoartritis sering kali mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Aktivitas seperti berjalan, naik turun tangga, atau bahkan berbelanja dan beribadah bisa terasa sangat menyakitkan. Namun, dengan perkembangan teknologi medis yang pesat, kini para pasien memiliki peluang untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih aktif.

Salah satu inovasi yang memberikan harapan adalah penggunaan teknologi bedah robotik di Sunway Medical Centre Penang (SMCP). Teknologi ini memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat dan efektif bagi pasien yang menderita osteoartritis.

Dalam sesi health talk yang diselenggarakan oleh SMCP, Dr Ahmad Fauzey Kassim, Konsultan Spesialis Bedah Ortopedi dan Penggantian Sendi, menjelaskan bahwa osteoartritis terjadi ketika tulang rawan pada sendi mengalami kerusakan atau penipisan. Tulang rawan berfungsi sebagai bantalan yang melindungi sendi. Ketika lapisan ini aus, tulang akan saling bergesekan, sehingga menimbulkan nyeri, bengkak, kaku, dan keterbatasan gerak.

Pada tahap awal, pengobatan konservatif seperti konsumsi obat-obatan, fisioterapi, serta perubahan gaya hidup umumnya digunakan. Namun, jika keluhan terus berlanjut dan mengganggu aktivitas harian, prosedur Total Knee Replacement (TKR) atau penggantian sendi lutut dapat menjadi pilihan terapi yang efektif. Tujuan utama dari tindakan tersebut adalah mengurangi rasa nyeri sekaligus mengembalikan fungsi lutut agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

Baca Juga:  Senin Pagi, Pengemudi Sulit Cari BBM yang Langka di Gandaria dan Cikarang

Salah satu keunggulan layanan ortopedi di SMCP adalah penggunaan teknologi robotic-assisted surgery. Teknologi ini membantu dokter melakukan operasi dengan tingkat ketepatan yang lebih tinggi. Teknologi ini memungkinkan perencanaan operasi yang lebih presisi sesuai kondisi anatomi masing-masing pasien. Selain itu, rumah sakit ini juga didukung oleh O-arm Surgical Imaging System, sebuah teknologi pencitraan modern yang menghasilkan gambar dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D) secara real-time selama prosedur berlangsung. Kehadiran teknologi tersebut membantu dokter meningkatkan akurasi dalam tindakan ortopedi maupun bedah tulang belakang.

Dengan dukungan teknologi mutakhir, teknik operasi modern, dan program rehabilitasi yang terstruktur, banyak pasien dapat mulai berdiri dan berjalan pada hari yang sama atau sehari setelah operasi dilakukan. Pemulihan yang lebih cepat memungkinkan pasien kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan percaya diri.

SMCP juga menerapkan pendekatan Multidisciplinary Team (MDT), yaitu kolaborasi berbagai tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter ortopedi, radiolog, dokter rehabilitasi medis, fisioterapis, serta perawat spesialis untuk memberikan perawatan yang menyeluruh bagi pasien. Manfaat tindakan tersebut dirasakan langsung oleh Wong, salah satu pasien yang telah menjalani operasi penggantian lutut menggunakan robotik di SMCP.

Baca Juga:  Wapres: Indonesia tak akan Terpengaruh Ancaman Australia

“Sekarang saya bisa berjalan dengan baik tanpa rasa sakit. Saya merasa seperti mendapatkan hidup saya kembali,” tuturnya.

Sebagai rumah sakit yang banyak melayani pasien internasional, khususnya dari Indonesia, SMCP juga menyediakan layanan International Patient Centre (IPC) yang membantu proses konsultasi, pengaturan perjalanan, akomodasi, hingga koordinasi perawatan selama berada di Penang. Bahkan, bagi pasien yang menjalani rawat inap, satu orang anggota keluarga atau pendamping akan memperoleh fasilitas hotel gratis selama masa perawatan berlangsung.

Melalui kombinasi teknologi medis terkini, tenaga spesialis berpengalaman, dan layanan yang terintegrasi, SMCP terus menghadirkan solusi bagi pasien yang ingin terbebas dari nyeri lutut dan kembali menikmati hidup yang lebih aktif.