Bangun Sejuta Taman Wujudkan Bogor Nyaman

11 June 2015

bogorPemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dibawah kepemimpinan Wali Kota Bima Arya terus berkomitmen dalam upayanya menangani sejumlah persoalan yang menjadi skala prioritas. Dalam hal ini salah satunya mengenai Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Paska pelantikannya 7 April 2014 lalu, Wali Kota langsung berlari cepat dalam menangani persoalan yang satu ini. Tak hanya trotoar dan pedestrian saja, termasuk juga di dalamnya adalah revitalisasi dan pembangunan sejumlah taman-taman kota baru.

bogor 2
Seperti yang kerap disebutkannya dalam setiap kesempatan, Bima Arya mengatakan bahwa persoalan RTH dan termasuk taman-taman kota di dalamnya menjadi skala prioritas dibawah pemerintahannya. Tak hanya sebatas mengejar nilai estetika, namun keberadaan taman-taman ini bisa berfungsi menjadi ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berinteraksi dan melakukan beragam kegiatan.

”Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau ini juga menjadi fokus perhatian Pemkot Bogor. Oleh sebab itu, kami berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perbaikan, penataan, dan pembangunan Ruang Terbuka Hijau dan taman-taman,” jelas Bima dalam suatu kesempatan.

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor Yadi Cahyadi mengungkapkan, sedikitnya ada sebelas taman yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bogor yang kini tengah dalam progres pelaksanaan kegiatan pembangunan RTH di tahun anggaran 2015 ini dengan total anggaran yang dikucurkan hingga mencapai Rp 10.113.105.000.

Ini termasuk juga dengan penataan dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah dan JPO di Jalan Pajajaran, Bogor Timur tak jauh dari Terminal Baranangsiang. ”Apa yang dilakukan DKP Kota Bogor ini adalah demi mewujudkan Kota Bogor yang nyaman. Maka, hal ini diawali dengan tahap perencanaan pembangunan yang akan semakin difokuskan lagi. Salah satunya adalah pembangunan taman,” jelas Yadi.

bogor 3

Ia juga menjelaskan, dari ke-11 taman dan JPO ini dimana ada beberapa taman dan juga fasilitas pelengkapnya yang merupakan bantuan dari pihak-pihak swasta melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Di antaranya taman pasif di Jalan Pajajaran depan Terminal Baranangsiang, seberang eks Gedung Pangrango Plaza tak jauh dari rumah dinas Wali Kota Bogor, dan Skate Park di kawasan Lapangan Sempur.

”Taman-taman itu pun kita buat tematik. Yaitu seperti Taman Ekspresi di lereng kawasan Lapangan Sempur dan Taman Grafiti atau Taman Adnanwijaya di kawasan Bantar Jati, Bogor Utara. Jadi, bagi para remaja khususnya yang memiliki bakat dan hobi mural atau grafiti ini bisa memanfaatkannya di taman ini,” ungkap Yadi.

Taman Grafiti yang terletak di Pandu Raya, Bogor Utara ini memang sengaja dibangun sebagai wadah para seniman grafiti dan mural jalanan asal Bogor. Keberadaan Taman Grafiti ini juga disambut baik oleh para pecinta seni mural atau grafiti yang ada di Bogor.

Kalangan yang banyak didominasi kaum muda ini berharap dengan adanya Taman Grafiti akan membuat anak muda Bogor mempunyai kegiatan yang positif. ”Bagus sih, saya pribadi sangat senang jadi kita punya tempat untuk menuangkan karya kita,” papar Efan salah seorang pencinta seni mural asal Bogor.

Kepengurusan taman ini nantinya juga akan melibatkan komunitas mural dan grafiti yang ada di Bogor. Hal ini sebagai ajakan Pemkot kepada warga Bogor untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang ada. “Karena ini fasilitas yang sudah disediakan Pemkot tentu kita pasti akan menjaga baik dari segi kebersihan dan keindahan tempat ini,” tukas Efan.

Selain taman-taman yang berada di kawasan pemukiman dan jalan-jalan protokol, jelas Yadi, Pemkot Bogor melalui Bidang Pertamanan pada DKP juga menggarap penataan dan pembangunan median-median jalan. Di antaranya pembangunan vertikal garden di tiang fly over Jalan Sholeh Iskandar (Jalan Baru), penataan taman median Jalan R3, penataan vertikal garden di Jalan Mayor Oking, dan penataan median Jalan Kapten Muslihat.

Berdasarkan data dari Bidang Pertamanan, sejumlah progres pekerjaan taman sudah dilaksanakan yang meliputi Taman Adnanwijaya, Taman Ekspresi, Vertikal Garden Jalan Sholeh Iskandar, penataan taman median Jalan R3, penataan Vertikal Garden di Mayor Oking, dan penataan JPO di Jalan Kapten Muslihat serta di Baranangsiang. Juga penataan taman median Jalan Sholeh Iskandar, taman median Jalan Kapten Muslihat, serta penataan Taman Pandu Raya.

”Sejumlah perusahaan juga di tahun 2015 ini sudah siap berpartisipasi dan berkontribusi dalam penataan taman-taman kota, seperti PT Goodyear Indonesia yang akan menggarap Taman Peranginan di Jalan Jenderal Sudirman. Telkomsel juga sudah membuatkan Skate park di Sempur, dan Pilar Hijau Madani juga sudah membangun taman perlintasan di Jalan Pajajaran,” tutup Yadi.

Wali Kota Bogor Bima Arya, Sabtu (23/05/15), akhirnya meresmikan Taman Air Mancur di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah. Ini setelah sekitar dua bulan lamanya taman tersebut direvitalisasi.

“Kita sudah meresmikan dua taman. Keduanya dibangun atas kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan pihak swasta,” kata Bima.

bogor 4
Anggaran yang digunakan untuk membangun kedua taman tersebut, Bima menyebutkan bahwa menghabiskan dana sekitar Rp 599 juta. Anggaran sebesar itu berasal dari Pemkot Bogor dan Pilar Hijau Madani, perusahaan yang mengucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Sementara untuk pemasangan lampu dan pengecatannya dana yang digunakan berasal dari Vihara Dhanagun.

“Kawasan-kawasan heritage di Kota Bogor ini bukan hanya dirawat saja, tetapi dipercantik juga. Kami berharap warga pun memiliki tempat untuk berekreasi dan selfie serta melepas lelah di Taman Air Mancur ini,” jelas Bima.

Taman Air Mancur ini, kini telah disulap menjadi taman yang indah dengan memiliki delapan air mancur dan lampu yang berwarna-warni di setiap air yang menyembur ke atasnya.

Air-air mancur itu akan menyala setiap pukul 16.00 hingga pukul 23.00 WIB. Kemudian akan menyala kembali pukul 07.00-11.00 WIB. Jadi setiap harinya akan menyala sebanyak dua kali.

Hadir dalam peresemian Taman Air Mancur itu Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Irwan Riyanto, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Eko Prabowo serta Direktur PHM Mulyadi.

(Heibogor)

“Guide to Bogor” Memudahkan Wisatawan Berpelesir…

8 June 2015

cigameaDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menerbitkan buku ‘Guide to Bogor’ untuk memberikan kemudahan pelayanan informasi keanekaragaman obyek wisata alam, budaya dan fasilitas yang layak dikunjungi wisatawan lokal dan internasional.

“Buku ini memberikan kemudahan informasi kepada wisatawan untuk mengenal keanekaragaman obyek wisata alam dan budaya Kabupaten Bogor,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Rahmat Surdjana di Cibinong, Sabtu (6/6/2015).

Rahmat mengatakan aneka informasi dan paket wisata pilihan yang ditawarkan disajikan secara lengkap sehingga wisatawan dapat dengan mudah menentukan paket wisata yang paling disukai. “Kabupaten Bogor yang sering disebut daerah hujan mampu memancarkan pesona wisata dan budaya yang luar biasa,” katanya.

Di dalam buku ‘Guide to Bogor’ memberikan informasi 21 tempat wisata alam, adat dan tradisi. Keramahan dan kekayaan warisan budaya merupakan magnet yang kuat untuk menarik wisatawan berpetualangan menikmati setiap sudutnya. Tetapi tempat peristirahatan dan rumah makan tetap jadi pendukung untuk kenikmatan wisatawan.

Disbudpar, menurut Rahmat, sedang melakukan tahapan evaluasi tingkat efektif dan efesien desa wisata yang ada di Pemkab Bogor. “Beradasarkan data Disbudpar ada 35 desa wisata yang tersebar di Pemkab Bogor,” katanya.

Desa tersebut sedang masuk dalam tahapan penyaringan. Disbudpar Bogor, saat ini tidak membentuk desa wisata tetapi hanya mendukung keinginan masyarakat yang mau maju dalam ekonomi kreatif lalu mendaftarkan desanya menjadi tempat wisata. “Setelah ditetapkan menjadi desa wisata dengan keunggulan masing-masing desa maka secara otomatis ekonomi kreatif akan muncul dari warga sekitar,” katanya.

Untuk mewujudkan desa wisata maka perlu kerja sama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Pemkab Bogor. Kerja sama itu berkaitan dengan potensi yang ada di desa wisata. “Contoh sederhanya bila desa wisata memliki potensi di bidang sejarah tentunya perlu bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan penerbitan buku ‘Guide to Bogor’ ini untuk mewujudkan Kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia dan salah satu destinasi periwisata di Jawa Barat. “Sudah menjadi komitmen Pemkab Bogor untuk membangun pariwisata secara maksimal agar tercipta pelayanan prima kepada wisatawan,” katanya.

(kompas.com)

Menikmati Pemandangan dari Ketinggian Tebing Keraton

30 May 2015

keratonIni dia informasi baru tentang pemandangan indah di Kota Bandung. Lokasinya pas banget buat selfie, tapi jangan sekali-kali bertingkah tanpa memperhatikan keamanan dan keselamatan diri.
Lokasi yang memiliki pemandangan indah itu bernama Tebing Keraton. Kawasan ini sekarang menjadi salah satu lokasi yang sedang digemari kaum muda khususnya untuk ber selfie ria.
Tebing ini mulai dikenal melalui media sosial. Kini hampir setiap akhir pekan, terutama pagi dan sore hari, Tebing Keraton selalu penuh dengan pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam serta melihat kota Bandung dari ketinggian.
Nama Keraton yang tenar di media sosial ini tidak ada kaitannya dengan kerajaan. Tidak jelas siapa yang pertama kali menamakan tebing dengan ketinggian sekitar 1200 hingga 1300 diatas permukaan laut (dpl) tersebut.
Namun dari penuturan warga, Keraton berarti kemegahan alam dalam bahasa Sunda.

“Saya juga nggak tahu persis siapa yang kasih nama Keraton, da warga sini mah tahunya Cadas Jontor, cuma memang ada sesepuh yang kasih nama Keraton, ” kata Tatang (45), warga sekitar lokasi.
Meskipun warga maupun pedagang yang ada di sekitar lokasi sudah memberitahukan bahwa nama tebing tersebu adalah Cadas Jontor, tetap saja orang lebih mengenalnya dengan nama Tebing Keraton.
Padahal nama Jontor dipertegas dengan adanya batu besar atau batu cadas yang berada di bagian puncak yang posisinya sangat menjorok ke depan. Istilah menjorok atau maju ke depan inilah yang dianggap cocok dengan kata “jontor”.
Terlepas dari nama, tebing vertikal yang terletak di Desa Ciburial, Kampung Ciharegem ini memang wajib dikunjungi oleh penikmat wisata alam.
Hanya mengeluarkan Rp 11.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 76.000 untuk wisatawan asing, bis melihat keindangan alam dari puncak tebing. Pengunjung bisa melihat hijaunya pepohonan dan kawasan taman hutan raya (Tahura) Bandung. Selain itu, bisa terlihat juga keindahan Gunung Tangkuban Perahu.
Untuk mengabadikan keindahan alam ini, tebing Jontor menjadi lokasi favorit untuk mengambil gambar.

Perlengkapan yang Perlu Disiapkan untuk ke Tebing Keraton

Jika Anda akan berkunjung ke Tebing Keraton jangan lupa untuk mempersiapkan sejumlah keperluan seperti jaket. Udara di atas tebing masih sangat dingin.
Terlebih bila ingin menikmati sunrise atau matahari terbit. Kabut cukuo tebal masih akan terlihat di pagi hari. So, jaket tebal, syal dan topi “kupluk” jadi perangkat yang jangan lupa untuk dibawa.
Meski di dekat lokasi ada penjual bandrek, yakni minuman khas Sunda yang rasanya manis dan menghangatkan, tidak ada salahnya membawa air mineral atau air putih.
Apalagi bila traveller memutuskan berjalan kaki dari Taman Hutan Rakyat atau Tahura untuk menuju lokasi. Jalan menanjak dan kontur tanah yang tidak rata akan menguras tenaga terutama bagi mereka yang jarang pergi ke daerah perbukitan. Air minum menjadi pelangkap karen saat haus menyerang sudah tersedia.
Selain itu siapkan uang pecahan kecil seperti Rp 2.000 atau Rp 5.000. Uang pecahan ini untuk membayar parkir yang dikelola oleh warga setempat.
Sekali parkir ada yang meminta antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000. Tapi saat ini mereka menetapkan tarif Rp 5.000 seiring makin banyaknya pengunjung.

tebing 3

Namun yang pasti uang pecahan akan memudahkan traveller apalagi bila ingin mencicipi bandrek, ubi rebus dan camilan lain yang ada di warunf bandrek.
Banyaknya pengunjung terkadanf pedagang kerap kehabisan uang receh untuk kembalian. Daripada menunggu pedagang menukar uang untuk kembalian, bila kita sudah siap dengab uang pecahan kecil akan lebih mudah.

Dari Pusat Kota Bandung Hanya Sekitar 10 Kilometer

UNTUK bisa sampai ke lokasi ini, traveller dari luar kota Bandung bisa langsung menuju tempat wisata Taman Hutan Rakyat yang terletak di Dago Pakar Jalan Ir H Juanda. Dari Tahura akan ada petugas di pintu masuk yang akan memberi informasi untuk menuju Tebing Keraton.
Dari Tahura, traveller akan melintasi perkampungan dengan jarak sekitar 3 kilo meter, atau 10 kilo meter dari pusat Kota Bandung. Meski tidak terlalu jauh, namun traveller harus tetap konsentrasi. Jalan menanjak dan rusak mau tidak mau harus dilalui.
Apalagi bila traveller memutuskan naik motor. Harus hati-hati karena jalan belum beraspal. Saat cuaca cerah jalan lebih bersahabat, beda bila habis hujan, jalan basah dan licin.

tebing 2

Dari tempat parkir motor, traveller masih harus berjalan. Namun tidak jauh hanya sekitar beberapa meter saja. Hati-hati tetap harus diperhatikan. Karena meski sudah dikenal, pembatas yang ada di sekitar tebing masih berupa bambu. Jangan memaksakan diri bila banyak pengunjung yang sedang berada di tebing.
Akan lebih baik bila bergantian dengan pengunjung lain. Meski terlihat kokoh, namun posisi tebing yang menjorok harus disikapi dengan bijak. Jadi bila sudah dapat posisi yang pas, cepat berfoto dan bergantian dengan pengunjung lain.

(Tribunjabar)

Bogor gelar Helaran, sejumlah rute dialihkan

30 May 2015

krbPolres Bogor Kota menyiapkan pengalihan arus lalu lintas sejumlah ruas jalan yang akan dilalui peserta Pawai Budaya Helaran yang akan diselenggarakan Sabtu (30/5) dalam rangka Hari Jadi Bogor ke-533.

“Pengalihan arus akan dimulai pukul 14.00 sampai dengan 17.30 WIB,” kata Panit Humas Polres Bogor, Aiptu Mansyur, di Bogor, Jumat.

Pawa Budaya Helaran dipusatkan di Jalan Sudirman, depan Museum PETA. Sekitar 20 mobil hias dan ribuan peserta dari sejumlah komunitas akan berkeliling Kota Bogor diberangkatkan dari GOR Pajajaran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Harupat dan Lamapangan Sempur.

“Untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di sepanjang lokasi rute pawai dan untuk memfasilitas kelancaran operasional kegiatan tersebut, sejumlah arus akan dialihkan bagi kendaraan termasuk trayek angkot,” katanya.

Mansyur menjelaskan, angkot atau kendaraan yang akan melintasi jalur Jalan A Yani, Sudirman, dialihkan ke arah mulai dari Simpang Warung Jambu sampai dengan Simpang Denpom atau Istana Bogor.

Ia merincikan, ada delapan lokasi yang masuk dalam rencana pengalihan arus lalu lintas pada kegiatan Helaran Pawai Budaya HJB ke-533 meliputi, Simpang Warung Jambu arus kendaraan yang akan menuju Jalan Ahmad Yani akan dialihkan ke Simpang BORR, Jalan Pajajaran maupun Indraprasta.

Lokasi Air Mancur, arus kendaraan dari Jalan RE Martadinata atau Cimanggu yang akan menuju Jalan Sudirman (dalam kota) akan dialihkan ke Jalan Pemuda-Jalan Dadali-Warung Jambu dan Jalan Pajajaran.

Simpang TL Jalan Juanda atau SMAN 1, arus kendaraan dari Jalan Kapten Muslihat yang menuju Sempur atau Jalan Sudirman akan dialihkan ke BTM-Pasar Bogor-Jalan Suryakencana atau Tugu Kujang.

“Sementara arus kendaran dari BTM menuju Sempur jalan Sudirman akan dialihkan ke Jalan Kapten Muslihat, Jembatan Merah,” katanya.

Simpang Paledang, bila arus kendaraan di Jalan Kapten Muslihat arah Juanda mulai padat mengekor, sebagian kendaran dari Jembatan Merah akan dialihkan ke Jalan Paledang menuju BNI 46 tembus BTM.

Simpang Jalan Dadali, arus kendaraan dari Jalan Dadali terutama imbas dari pengalihan di sekitar Air Mancur akan diarahkan ke Warung Jambu menuju Jalan Pajajaran, tidak ada kendaraan yang melintas di Jalan A Yani.

Simpang Denpom atau depan Istana Bogor, arus kendaraan dari Jalan Jalak Harupat Sempur yang akan menuju Jalan Sudirman akan dialihkan ke Jalan Juanda menuju BTM atau jalan Kapten Muslihat.

Simpang Pangrango Plaza, bila rombongan Pawai Helaran sudah sampai depan RS Salak, maka arus kendaraan yang akan menuju Jalan Jalak Harupat Sempur, sementara akan dialihkan ke Simpang Mc D Bogor Baru menuju Warung Jambu.

“Bila rombongan Pawai Helaran sudah sampai depan RS Salak, maka jalur Jalan A Yani akan dinormalkan untuk arus lalu lintas,” katanya.

Aiptu Mansyur menambahkan, Polres Bogor Kota menyiapkan 280 personel untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dibantu DLLAJ, Satpol PP dan anggota pengamanan lainnya. Informasi pengalihan arus lalu lintas pada Helaran juga telah disebar melalui twitter Polres Bogor Kota.

“Semoga pengguna jalan dapat mengantisipasi dan merencanakan rute perjalanan selama pelaksanaan Helaran Pawai budaya HJB,” katanya.

(Antara)

Wapres JK Hari Ini Buka Jakarta Fair Kemayoran

29 May 2015

prjHari ini, Jumat (29/5), Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2015 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat resmi digelar. Rencananya Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, bakal membuka event pameran multiproduk dan arena hiburan keluarga terbesar se-Asia Tenggara.

Salah satu kegiatan menyambut HUT Jakarta ini akan dihelat mulai 29 Mei hingga 5 Juli 2015. Marketing Director PT JIExpo, Ralph Scheunemann mengatakan tahun ini JFK mengusung tema “Semangat Jakarta Fair Kemayoran, Semangat Indonesia” dengan sub tema “Semangat Jakarta Fair Mengajak Bersama Membangun dan Meningkatkan Stabilitas Ekonomi Bangsa”.

“Diharapkan semangat peningkatan produktifitas, peningkatan kreatifitas, serta semangat inovasi di bidang industri dan perdagangan yang ada di dalam Jakarta Fair Kemayoran 2015 dapat menjadi pemicu peningkatan stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang,” ungkap Ralph, Kamis (28/5).

Adapun Raplh menambahkan menjelang pembukaan event, JFK siap menyuguhkan para pengunjung dengan sajian stand pameran multi produk yang tersedia di berbagai area. Sekitar 2.700 perusahaan peserta pameran yang tergabung dalam 1.500 stand.

Aneka produk unggulan yang akan dipamerkan diantaranya otomotif, furniture, lighting fixtures, produk garmen & textile, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, komputer, alat olah raga, kosmetik, herbal & medicine, makanan dan minuman, perbankan, telekomunikasi, multimedia, property, berbagai produk jasa, hingga berbagai produk kerajinan.

Selain diisi aneka pameran perdagangan, Jakarta Fair Kemayoran juga akan diisi berbagai acara hiburan keluarga seperti konser musik nonstop 38 hari di panggung utama, aneka pertunjukan budaya selama 38 hari di panggung Gambir Expo, karnaval budaya, kabaret show dan cosplay, aneka pertunjukan seni budaya Betawi, serta berbagai acara hiburan menarik di stand-stand pameran.

Tidak hanya itu, sajian live music performance di panggung utama konser musik JFK 2015 juga siap menghibur para pengunjung. Penyanyi bintang muda Fatin X Factor adalah salah satu pengisi acara yang akan tampil menghibur para pengunjung di konser musik Jakarta Fair Kemayoran. Sementara itu di panggung budaya Gambir Expo akan menyuguhkan hiburan seperti penampilan dari Yuka Idol dan juga kesenian musik tradisional.

(Poskota)

Mengenal Seni Gulat Benjang Asli Ujungberung Bandung

28 May 2015

tinjuSalah satu seni tradisional asal Bandung yang terbilang langka dan hampir terlupakan adalah seni gulat Benjang. Seni tradisional ini banyak hidup dan berkembang di kawasan Bandung Timur, tepatnya di daerah Ujungberung dan Cibiru.

Seni Beladiri Benjang diperkirakan sudah ada di Tanah Sunda sejak awal abad ke 20. Benjang adalah sebuah seni beladiri yang mirip gulat gaya Romawi. Bedanya, Benjang lebih menitikberatkan kepada atraksi, disamping ada unsur olahraga.

Tidak hanya seni bela diri yang ada dalam seni benjang. Terdapat pula topeng benjang dan helaran benjang (Reak). Namun untuk topeng benjang, kondisinya sangat memprihatinkan. Hingga saat ini belum ada generasi penerus yang pas dan bisa menarikan topeng benjang, yang terdiri atas empat mimik topeng.

Justru sebaliknya dengan seni helaran benjang (Reak) dan gulat benjang, justru perkembangannya cukup signifikan. Kedua kesenian ini masih bisa bertahan hingga sekarang. Bahkan banyak generasi penerusnya dari kalangan anak-anak.

Tidak sembarang orang dapat tampil bertarung di arena benjang. Harus ada surat pernyataan tidak melakukan tuntutan bila mengalami cedera serius. Tidak hanya itu, atlit bendjang pun kerap dibekali ilmu magis, untuk menambah kekuatan.

Keunikan benjang adalah musik tradisional Sunda yang menjadi pengiringnya. Seperti halnya pencak silat, penampilan bendjang memang diiringi musik tradisional Sunda, seperti menggunakan kendang pencak dan rebana maupun terompet. Beladiri ini memang berbeda dengan kebanyakan seni beladiri lainnya. Benjang memiliki tingkat risiko cedera lebih tinggi, bahkan jika dibanding olahraga gulat.

Bila gulat lebih menitik beratkan pada kelenturan dan keterampilan mengunci lawan, benjang sebaliknya. Berhasil melumpuhkan lawan dengan cara yang mematikan, dialah pemenangnya. Karena itu, tidak sembarang orang dapat tampil bertarung di arena benjang.

Alasannya, selain harus bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tuntutan apabila mengalami cedera fatal, para pebenjang yang akan tampil tidak cukup hanya mengandalkan keberanian saja, tapi juga keterampilan.

“Seni tradisional Ujungberung yang dikenal dengan nama benjang tercipta sekitar tahun 1906-1923. Olahraga ini diciptakan oleh H. Hayat atau lebih dikenal dengan nama Anom Haji, putera ketiga dari hartawan bangsa pribumi yang terkenal pada masa itu,” ujar Hasan Yusuf, salah satu cucu pencipta Benjang, seperti dikutip viva.co.id.

Adapun alasan benjang disebut sebagai olahraga asli Ujungberung karena penemunya, tinggal di kampung Warunggede, Desa Cibiru, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

Hasan menuturkan, ada dua versi asal-usul nama benjang, yaitu satuan kata ben yang artinya permainan serta kata jang, yang merupakan singkatan dari bujang (pemuda).

“Jadi kata benjang adalah permainan para pemuda,” terang Hasan.

Versi lain nama benjang berasal dari kata dari genjang, bahan cerita dari Mang Unung Aspali, tokoh silat dari Ujungberung.

“Pihak yang menang adalah yang dapat membanting lawannya ke tanah, dari silih banting menjadi silih menindih. Yang menang adalah yang dapat menindih lawan yang terlentang menghitung bentang (bintang),”katanya.

Kurnia Somantri, salah satu atlet benjang yang juga kakak Hasan Yusuf membeberkan, gerakan jurus pada seni benjang adalah perpaduan dari jurus ketangkasan di masa lalu, terutama jenis beladiri kontak badan selain silat, seperti, sumo, sampai pada westerlen, judo, gulat, jujitsu, kempo dan karate.

Ada yang menarik dari benjang, yakni keharmonisan dan lenturnya gerakan dalam pertandingan, yang dibatasi peraturan, diantaranya tidak boleh mencekik leher lawan, memukul, menyikut, mencubit, menggigit dan menendang lawan, juga memegang kaki baik satu atau keduanya.

Kurnia melanjutkan, pertunjukan benjang biasa digelar di atas lapangan berdiameter minimal 5-9 meter, sebagai arena pertandingan yang berbentuk lingkaran. Diselenggarakan pada malam hari, penerangannya berupa obor bambu atau petromaks, digantung pada tiang bambu.

(Galamedia)

Warga Kecewa Tak Bisa Masuk ke Ruangan di Istana Bogor

26 May 2015

istanaHari pertama pelaksanaan Istana Bogor Open yang kini bernama Istana untuk Rakyat (Istura) 2015 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bogor ke-533 menyisakan kekecewaan.

Pasalnya, ratusan warga yang sejak Senin 25 Mei kemarin pagi mengantre untuk bisa memasuki Istana Bogor ternyata dilarang masuk ke dalam ruangan, tidak seperti tahun sebelumnya. Kondisi tersebut, lantaran intensitas kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor cukup padat.

Sehingga panitia dan bagian rumah tangga Istana Kepresidenan tidak memperkenankan peserta Istura masuk ke dalam ruang Istana. Sumiyati (35) warga Cibinong, Kabupaten Bogor mengatakan, hampir setiap tahun selalu mengikuti kegiatan Istana Open.

Begitupun pada tahun ini, dia mengikuti Istana Open, tapi tak seleluasa tahun kemarin. Alhasil dia bersama peserta lainnya tidak bisa melihat kaca seribu, sebagai spot favorit jika masuk ke dalam Istana Bogor.

“Ya kecewa sih kecewa tapi mau bagaimana lagi, enggak apa-apalah di halaman luar saja dan foto-foto arsitektur lainnya saja. Dulu bebas masuk sampai ruang kerja yang besar,” katanya saat mengunjungi Istana Bogor, kemarin.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Prokoler Istana Bogor Endang Sumirat menjelaskan, tidak diperbolehkannya warga untuk masuk ke dalam ruangan, karena Istana Bogor kali ini banyak digunakan oleb Presiden untuk kegiatan kenegaraan dan juga tempat tinggal.

Sehingga warga hanya bisa mengunjungi bagian luar. Namun pihak Istana Bogor, memperbolehkan warga masuk ke dalam Balai Kirti atau Museum Kepresidenan yang diresmikan oleh SBY tahun 2014.

“Untuk rute kunjungan pun berubah, jadi mereka masuk dari pintu dua tidak bisa lagi langsung masuk ke dalam ruangan. Mereka hanya bisa melintas di belakang istana. Tapi warga sekarang bisa masuk ke Museum Kepresidenan, sebagai pengganti tidak diperbolehkannya masuk ke ruangan utama istana,” ujarnya.

Istura 2015 sendiri adalah event tahunan Kota Bogor dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke 533. Tahun ini, Istura sudah ke 14 kalinya sejak dilakukan pertama kali pada tahun 2001. Saat itu, setiap tahun warga Bogor bisa masuk dalam Istura ini yang sebelumnya bernama Istana Bogor Open.

(sindonews)

Curug Maribaya Bisa Bangkitkan Romantisme Anda

16 May 2015

maribayaBerwisata ke kawasan Bandung, jangan lewatkan untuk mampir ke Objek Wisata Maribaya, di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Lokasinya yang cukup mudah dijangkau, menjadikan destinasi ini menjadi tujuan wisata bagi warga di luar Kota Bandung.

Tempatnya cukup romantis, terutama bagi mereka yang tengah dilanda rasa cinta (pacaran). Namun jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak senonoh, bisa-bisa Anda diusir dan ditimpuk orang.
Air Terjun Maribaya memang dikenal tempat wisata yang romantis di kawasan Bandung Barat. Untuk berkunjung ke Curug Maqribaya, Anda bisa menggunakan jalan setapak dari Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda Bandung. Anda bisa berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 km dari gerbang Tahura.

Sepanjang jalan Anda akan melihat hijaunya hutan raya yang dilindungi dan kelola Dinas Kehutanan Jabar.

Atau Anda bisa datang langsung ke kawasan Cibodas Lembang, tempat Curug Maribaya berada. Jalannya terbilang cukup baik. Namun persiapkan kendaraan dan kondisi Anda dalam kondisi prima.

Maribaya, adalah salah satu tempat wisata favorit lainnya di Bandung, tepatnya di kota Lembang yang berada kurang lebih 22 KM dari kota Bandung. Kebaradaan Curug Maribaya ini bisa membangkitkan rasa romantisme Anda bersama pasangan dan keluarga Anda.

Bagi anda para pecinta alam, kawasan wisata maribaya merupakan tujuan yang sangat cocok untuk berwisata. Tempat wisata ini sangat terkenal dengan sumber mata air panasnya yang mengandung belerang, sehingga di percaya mampu mengobati berbagai penyakit, terutama penyakit pada kulit.

Tak hanya dapat merasakan hangatnya pemandian air panas belerang, namun para wisatawan juga bisa melakukan kegiatan trakking, dimana di kawasan tersebut banyak sekali terdapat tebing-tebing yang tentunya sangat menarik untuk di daki.

Tak hanya itu, sederet pemandangan indah berupa air terjun dan juga taman asri menambah indah Maribaya di tengah hiruk pikuk kota Bandung.

Untuk tiket masuk, harganya cukup terjangkau dan tidak akan menguras kocek Anda walaupun ada datang bersama pasangan atau sekeluarga. Selamat berlibur..

(Galamedia)

Bertepatan HJB ke 533, Pemkot Bogor Akan Luncurkan Bus Wisata

15 May 2015

bogorPemerintah Kota Bogor berencana mengoperasikan bus wisata Botram, yang akan diluncurkan pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-533 bulan Juni mendatang. “Saat ini bus masih berada di karoseri untuk persiapan,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Bogor, Suharto, di Bogor, Rabu (13/5/2015)

Suharto menjelaskan, bus tingkat terbuka serupa bus wisata Bandros di Bandung itu warnanya merah dan mampu menampung 15 hingga 20 orang. “Bus akan dioperasikan mengelilingi wilayah Heritage yang ada di Kota Bogor, seperti Air Mancur, keliling Istana, Kebun Raya dan Jalan Surya Kencana yang merupakan kawasan pecinan,” katanya.

Menurut Suharto, pengadaan bus wisata itu tidak menggunakan anggaran dari pemerintah daerah melainkan dari sponsor. “Bus ini merupakan bantuan dari sponsorship, tidak ada ada dana dari pemerintah, murni partisipasi sponsor,” kata Suharto.

Ia menjelaskan pemkot sudah membentuk kepanitiaan terkait pengoperasian bus wisata itu. Sedangkan operatornya masih dalam kajian dan pembahasan. Yang jelas  bus wisata ini akan dikelola oleh perusahaan berbadan hukum, diantaranya yang sudah siap Perusahaan Daerah Jasa Transportasi TransPakuan, tapi masih ada pembahasan sebelum HJB, siapapun boleh menjadi operator,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Shahlan Rasyidi, mengatakan keberadaan bus itu akan berdampak positif bagi industri pariwisata kota. “Ini sangat positif sekali, dapat mendukung untuk sektor pariwisata di Kota Bogor,” kata dia.

“Meski kami belum dilibatkan dalam persiapan bus wisata Bogor ini, kami tetap mendukung. Memastikan siapa operator dan bagaimana operasionalnya,” kata dia.

Budayawan Bogor, Taufik Hassunna, menambahkan, pemerintah daerah mesti menyiapkan infrastruktur pendukung jika hendak mengoperasikan bus wisata.
“Kalau arahnya pariwisata, infrastruktur itu harus ada, di setiap negara sudah memiliki bus City Tour. Dan Kota Bogor butuh itu,” katanya.

“Harus ada kajian dari pihak terkait, bagaimana sistem keselamatannya, serta dampaknya bagi lalu lintas Kota Bogor. Jangan sampai kehadirannya menimbulkan persoalan baru,” imbuhnya.

(Bogornews)

Pesona Curug Cigamea Diburu Wisatawan

25 April 2015

cigameaSUARA deburan air mulai terdengar. Di depan mata sana, putih menjulang terlihat. Laksana jatuh dari langit dan menghujam bumi. Di sekitarnya pepohonan rimbun semakin menambah sejuk lokasi wisata itu. Paduan hawa sejuk, alam yang asri, dan panorama memikat. Sejak lama air terjun Curug Cigamea telah memesona banyak wisatawan yang datang ke Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (KTNGHS), Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sebenarnya ada enam curug atau air terjun di kawasan ini yang dijadikan obyek wisata. Namun Curug Cigamea menjadi primadonanya. “Bisa buat orang terpesona,” kata Ismanto (34), warga setempat yang juga pengelola obyek wisata ini.

Selain menawarkan pemandangan yang indah, akses menuju Curug Cigamea tergolong mudah. Dari keenam curug yang ada di kawasan tersebut, Curug Cigamea berlokasi paling dekat dengan pintu masuk KTNGHS dari arah Desa Cibatok.

Jadi bisa dibilang obyek wisata Curug Cigamea tergolong mudah dijangkau dari pusat Kota Bogor. Bahkan Rifan (20), salah satu pengunjung asal Tangerang, datang ke Curug Cigamea dengan naik motor. “Naik motor tiga jam dari Tangerang,” katanya saat ditemui di Curug Cigamea,

Ia menuturkan Curug Cigamea menjadi tempat yang cocok melepas penat setelah sibuk bekerja di perkotaan. Saking jatuh cinta pada Curug Cigamea, ia sudah datang sampai lima kali, walau harus berjalan kaki turun naik.

Dari pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, pengunjung memang harus berjalan menuruni jalan undakan untuk mencapai air terjun. Tenang saja, jalanan setapak itu sudah berbatu, bukan jalan tanah.

Tidak terlalu jauh, sekitar 700 meter. Jika jalan santai hanya 10 menit sudah sampai di air terjun. Di perjalanan, siap-siap bertemu dengan satwa hutan seperti monyet. Lalu pepohonan hijau di sejauh mata memandang.

Perjalanan semakin terbayar sesampai di air terjun. Ada dua air terjun yang menyambut yaitu pertama Curug Cimudal. Di sebelahnya Curug Cigamea. Berjalanlah ke dekat air terjun dan rasakan percikan air. Benar-benar menyegarkan. Berenang menjadi alternatif lain.

“Tapi berenangnya di Cimudal, bawahnya dangkal jadi boleh berenang. Kalau Curug Cigamea itu dalam, tidak boleh berenang,” kata Ismanto.

Di musim hujan, pengunjung juga perlu waspada batu yang jatuh dari aliran Sungai Cigamea. Menurut Ismanto, debit air di air terjun ini relatif stabil sepanjang tahun. Bahkan di musim kemarau pun air tidak berkurang.

Setelah asyik berfoto atau bersantai di air terjun, pengunjung bisa menyeruput kopi sambil menikmati camilan di warung sekitar. Ada lebih dari 20 warung di area obyek wisata ini. “Semua warung dikelola penduduk desa sini,” kata Ismanto.

Obyek wisata Curug Cigamea memang dikelola langsung oleh masyarakat Desa Gunung Sari dalam wadah sebuah koperasi. Mulai dari petugas loket, penginapan, warung, hingga kebersihan, menjadi garapan penduduk desa tersebut.

Tiket masuk ke obyek wisata seharga Rp 7.500 per orang, masuk ke kas desa, koperasi, maupun pemeliharaan obyek wisata. Ismanto mengakui ada banyak pembenahan yang diperlukan. “Mushala dan toilet akan kami rapikan. Nantinya juga ada rencana warung-warung ditempatkan di satu tempat agar rapi,” tuturnya.

Selain tiket masuk obyek wisata, pengunjung juga sebelumnya dikenakan tiket masuk KTNGHS seharga Rp 5.000 per orang. Jangan lupa, saat naik kembali ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea, bersantai-santai sambil berbelanja dan makan. Di sepanjang jalan undakan juga ada warung dan toko suvenir. Jadi saat berjalan menanjak lakukan pelan-pelan. Jika mulai terasa pegal, bisa coba terapi fish spa. Cukup Rp 5.000 untuk merasakan sensasi terapi spa dengan ikan.

Di akhir pekan, jangan lewatkan mencoba flying fox dengan tiket Rp 20.000 untuk menikmati panorama Curug Cigamea dari ketinggian. Sebuah sensasi terbang menuju si putih menjulang. Cocok untuk penyuka tantangan karena desiran air terjun menghujam bumi bisa menambah debaran ketegangan.

Obyek wisata Curug Cigamea berada di dalam KTNGHS, tepatnya di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dari Stasiun KA Bogor bisa naik angkot 03 ke arah Terminal Cibubulak. Lalu naik angkot 05 ke arah Leuwiliang. Turun di pertigaan Cibatok kemudian disambung lagi angkot 59 sampai ke titik terakhir. Lalu lanjutkan naik ojek ke pintu masuk obyek wisata Curug Cigamea.

Penginapan sederhana tersedia di kawasan Curug Cigamea. Pilihan lain ada berbagai vila dan wisma ada di dalam KTNGHS. Obyek wisata ini buka pukul 07.00 sampai 17.30. Saat hujan, pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Curug Cigamea.

(kompas.com)

Next Page »