Sensasi Tubing di Aliran Irigasi Lereng Merapi

14 January 2015

belan-river-tubingTubing atau single rafting memakai ban dalam mobil truk menyusuri sungai menjadi salah satu alternatif wisata yang kian digemari. Di kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Krogowanan, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terdapat wahana tubing menyusuri aliran irigasi. Ya, aliran irigasi yang biasanya dimanfaatkan warga untuk pengairan kebun dan sawah itu kini dimanfaatkan untuk wahana wisata tubing.

Siapa pun yang mencobanya akan merasakan sensasi dan tantangan berbeda ketimbang tubing menyusuri sungai. Betapa tidak, kita akan merasakan sensasi menyusuri derasnya debit air saluran irigasi bendung tlatar daerah irigasi Krogawanan dengan yang lebih sempit ketimbang sungai, sekitar 1-2 meter saja. Sama halnya di sungai, kita pun akan menemui sejumlah jeram yang memompa adrenalin.

Keseruan bertambah ketika kita harus melewati beberapa jembatan kecil yang rendah sehingga butuh teknik tertentu agar berhasil melewati tanpa membantur kepala. Mbelan River Tubing adalah nama satu-satunya kelompok penyedia jasa wisata tubing irigasi tersebut. Kelompok ini beranggotakan sekumpulan pemuda Dusun Krogowanan yang cukup kreatif membuat wahana wisata alternatif selain obyek wisata gardu pandang Gunung Merapi, Ketep Pass.

Sutejo (40), Ketua Kelompok Mbelan River Tubing, menjelaskan ada dua rute yang bisa dipilih oleh wisatawan. Rute pertama merupakan rute bagi pemula karena jarak lebih pendek sekitar 2 kilometer, kedalaman sekitar 1 meter dan dapat ditempuh sekitar 30 menit. Rute ini dimulai dari bawah Jembatan Tlatar menyusuri beberapa dusun antara lain Dusun Karangrejo-Nglumut, lalu melingkari Dusun Krogowanan dan berakhir di Dusun Talaman. “Sepanjang menikmati tubing, wisatawan akan menikmati keindahan alam lereng Merapi dan tentu keramahtamahan penduduk sekitar yang akan senantiasa menyapa,” ujar Tejo, panggilan akrab Sutejo, Selasa (13/1/2015).

Sedangkan rute kedua, merupakan rute ekstrem, lokasinya berada di bawah Sungai Pabelan. Sungai ini merupakan salah satu sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Jarak rute ekstrem sekitar 2,5 kilometer yang dapat ditempuh sekitar 1 jam. Mengapa disebut rute ekstrem, karena arus rute ini lebih kencang berikut tantangan yang lebih banyak dibanding rute pemula. Dimulai dari bawah jembatan Tlatar, melawati Dusun Talaman dan berakhir di Pasar Tumpang.

“Wisatawan tidak perlu khawatir karena kami mengutamakan keselamatan. Selama tubing akan dipandu oleh beberapa kru profesional. Wisatawan harus melakukan pemanasan serta wajib memakai perlengkapan keamanan seperti helm, pengaman siku dan lutut,” jelas Tejo.

Wisatawan juga tidak perlu takut akan biaya mahal. Pasalnya, Mbelan River Tubing mematok harga yang cukup terjangkau, hanya Rp 30.000 per orang untuk tubing rute pemula dan Rp 50.000 per orang untuk rute ekstrem. Wisatawan akan mendapatan sejumlah fasilitas seperti pemandu profesional, snack, makanan, minuman hangat dan jamu tradisional. Tejo menuturkan, seluruh kru yang memandu tubing merupakan para pemuda dusun setempat. Mereka berasal dari bermacam-macam latar belakang, ada pelajar, petani, pedagang, karyawan dan sebagainya. Kendati demikian mereka telah terlatih untuk menjadi pemandu tubing profesional.

MBelan River Tubing berdiri pada November 2014. Ide awal pendirian wahana ini bermula ketika Sutejo menyaksikan Youtube terdapat wahana serupa di Bali. Menurut Tejo, Krowonanan memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi desa wisata dan tidak kalah menarik dari Bali. Apalagi, desa ini menjadi jalur wisata utama menuju gardu pandang Gunung Merapi, Ketep Pass. “Respon masyarakat sangat bagus. Kepala desa kami juga sangat mendukung,” ucap Tejo.

Kepala Desa Krogowanan, Sugiyono, mengaku mendukung penuh adanya Mbelan Riber Tubing yang dikelola oleh Karang Taruna Krogowanan ini. Wahana ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung jalur wisata Ketep Pass, serta diharapkan dapat menopang perekonomian penduduk setempat dan menambah pendapatan asli dusun maupun desa Krogowanan. “Dengan wahana ini pula kami ingin menumbuhkan kesadaran warga agar menjaga kelesatarian sungai ataupun irigasi, agar mereka tidak lagi membuang sampah di aliran irigasi,” kata Sugiyono.
(kompas.com)

Jakarta Punya Hutan Mangrove

7 January 2015

hutan mangrove Muara AngkeTERNYATA di daerah Jakarta Utara kita bisa menemukan sebuah hutan mangrove atau hutan bakau. Inilah satu-satunya hutan yang tersisa di Jakarta.

Hutan Mangrove yang dinamakan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) ini terletak di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. SMAA sangat mudah dijangkau. Banyak kendaraan umum yang melalui jalur ini.

Saat masuk ke SMAA kita akan disambut oleh kera-kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Kera-kera ini bisa membuat kita ragu-ragu untuk masuk ke SMAA, tapi kera-kera itu sudah jinak, kok.

Setelah melapor di pos jaga, kita mulai petualangan di hutan mangrove. Kita berjalan menyusuri board walk sepanjang 800-an meter. Board walk itu terbuat dari kayu. Alat ini dibuat karena daerah berawa tak bisa dilalui orang.

Berjalan di board walk sambil memandang tanaman bakau yang berwarna hijau serta rimbunnya pohon pidada sangat menyenangkan. Pohon bakau memiliki akar tunjang yang bercabang-cabang. Tinggi akar itu bisa mencapai 0,5 sampai 2 meter.

Pohon Pidada juga unik. Ia memiliki akar napas. Akar ini bentuknya seperti tombak, muncul dari dalam lumpur di sekeliling pohon.

Buah pidada berbentuk bulat. Bagian tengahnya ada semacam tangkai. Kalau kita beruntung, di rawa kita bisa melihat hewan-hewan liar seperti biawak, kadal, dan ikan-ikan rawa.

Dalam perjalanan itu kita akan melewati menara pengamatan burung. Tingginya sekitar 20 meter dari atas tanah. Kalau berani naik, silakan. Enaknya, sih, mengamati burung itu pagi hari sebelum burung-burung pergi mencari makan atau sore setelah mereka kembali lagi.

Meneruskan perjalanan, kita akan menemukan tempat peristirahatan. Dari sini kita bisa mendengarkan suara burung yang berada di dalam ilalang. Beberapa jenis burung pun bisa terlihat. Kebanyakan yang terlihat adalah burung kuntul.

Perjalanan berakhir di ujung board walk yang buntu, tertutup hutan bakau yang cukup lebat. Kita harus kembali ke pos. Menikmati hutan mangrove bisa juga dengan naik perahu menyusuri sungai Angke. Jika mau, kita harus menghubungi petugas di pos.

Izin Dulu

Mau jalan-jalan ke SANA? Boleh saja, tapi harus minta izin dulu ke Departemen Kehutanan-Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam – Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta – Jalan Salemba Raya Nomor 9 Jakarta Pusat, Telp: 021-3908771/3158142.
(kompas.com)

Menikmati Taman Tertua Di Indonesia

24 December 2014

krbTAHUN ini usia Kebun Raya Bogor atau Kebun Botani Bogor mencapai usia ke-196 tahun. Tidak banyak perubahan dari Kebun Raya Bogor(KRB) disaat usia akan menginjak dua abad ini.

KRB merupakan sebuah kebun botani besar yang terletak di Kota Bogor, Jawa Barat. Luasnya mencapai 87 hektare dan memiliki lebih dari 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Rata-rata tanaman yang ada di sana sudah berusia tua atau seumur dengan KRB yang didrikan tanggal 18 Mei 1817 oleh Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen yang menunjuk Prof. Dr. C. G. C. Reindwart, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman.

Kala itu nama KRB dengan nama ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).

Kini, usianya mau mencapai dua abad. Dan kini KRB sudah menjadi daerah tujuan wisata bagi para wisatawan yang datang ke Kota Bogor, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi Bogor, dan pustaka.
Misi pendidikan diusung oleh KRB ini, terlebih dalam pengelolaannya dibawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Makanya KRB – LIPI akan terus mengemban misi untuk menjadi rujukan dan percontohan melalui pembinaan juga dukungan terhadap pembangunan kebun raya di seluruh daerah di Indonesia. Bahkan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor juga telah sepakat bekerjasama dengan Universitas Kyoto, Jepang. Kerja sama ini dalam rangka melakukan konservasi tumbuhan yang terancam punah yaitu bunga bangkai (Amorphophallus titanium), yang selama ini menjadi kebanggaan Kebun Raya Bogor.

Berlokasi di jantung Kota Bogor atau sekitar 80 km Kota Bandung, yakni di Jln Ir. H. Juanda No.13 Bogor. Karena berada di pusat kota, keberadaan KRB menjadi sesuatu hal yang mencolok diantara bangunan megah, hotel, dan mall. Jalanan macet menjadi pemandangan yang lumrah dalam keseharian. Ratusan angkot menjadi pemanis KRB yang melintas di jantung Kota Bogor.

Untuk bisa masuk ke dalam KRB, Anda bisa membeli tiket dipintu I KRB yang berada dibagian utara. Harga tiket yang terjangkau cukup bagi Anda untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, terutama ilmu botani Selain bisa menikmati aneka tanaman langka dan berusia tua, Anda pun bisa menikmati berbagai fasilitas yang berkaitan dengan tanaman yang ada di Herbarium Bogoriensi, museum Zoologi, dan perpustakaan, serta aneka bangunan tua.

Dari kejauhan, Anda pun bisa menikmati megahnya Istana Bogor walaupun hanya bagian belakangnya. Sebuah kolam yang luas dengan aneka tanaman Bunga Teratai menjadi pemisah antara Istana Bogor dengan KRB. Sebuah patung perempuan yang tengah duduk di pinggir kolam menjadi penghias halaman belakang Istana Bogor. Konon, patung perempuan ini salah satu karya Presiden Pertama Indonesia, Soekarno yang merefresentasikan keindahan alam Indonesia (Sunda, red) dengan sebuah patung perempuan.

Keberadaan kolam pemisah ini menjadi objek menarik bagi siapapun yang ingin mengambil gambar (foto, red) dengan latar belakang Istana Bogor. Saat kita berada di pinggir kolam, kita serasa di sebuah castel (Istana, red) di negeri seribu kerajaan.

KRB memiliki beberapa koleksi menarik yang diminati masyarakat, seperti Bunga Titan Arum (Amorphophallus titanum Becc.) salah satu bunga yang langka. Bunga dengan perbungaan terbesar di dunia ini tingginya bisa mencapai 3 meter. Pada saat mekar, bunga tersebut menebarkan bau bangkai sehingga mengundang serangga untuk membantu penyerbukannya.

Tidak hanya itu, lebih dari sekitar 10.000 spesimen anggrek koleksi Kebun Raya Bogor ditampilkan di rumah anggrek yang dilengkapi sistem fogging sebagai pengatur kelembaban. Selanjutnya, terdapat pohon palem (Arecaceae), tanaman obat, buah-buahan langka, meranti (Dipterocarpaceae) dan kantung semar (Nephentaceae).

Koleksi unik lainnya, seperti pohon raja (Koompassia excelsa), teratai raksasa (Victoria amazonica) dan pohon-pohon tua seperti leci, randu dan jati, semakin melengkapi keragaman koleksi yang ada.

Selain koleksi tanaman tropis, Kebun Raya Bogor juga memiliki beberapa tempat dan bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Begitu memasuki gerbang utama Kebun Raya Bogor, tampak deretan pohon kenari (Canarium vulgare) di sebelah kiri dan kanan jalan. Pohon yang ditanam tahun 1831, 1834, dan 1835, berasal dari Sulawesi dan Maluku ini menimbulkan kesan tersendiri.

Kemudian Taman Teysmann, sebuah taman bergaya formal yang dibangun tahun 1889 sebagai penghargaan kepada Johannes Teysmann, salah seorang kurator Kebun Raya Bogor yang banyak berkarya dalam bidang lansekap. Masih banyak tempat lain yang menarik, yaitu Taman Lebak Sudjana Kasan, Jalan Astrid, Taman Kaktus, juga Monumen J. J. Smith, Jembatan Gantung, Pohon Kalong, Kuburan Belanda, serta Monumen Lady Raffles adalah tempat yang jarang dilewatkan begitu saja.

Monumen Lady Raffles memang menjadi daya tarik lain, selain koleksi tanaman. Namun sayang, para pengunjung jarang bahkan tidak pernah mengunjungi sebuah kompleks makam tua di Kebun Raya Bogor. Terletak dibagian belakang Kebun Raya Bogor, kompleks makam tua ini konon merupakan makam pendiri dan para pekerja ’s Lands Plantentuin te Buitenzorg serta para tentara Belanda serta para pejabat Belanda pada masa itu.

Berbagai macam batu nisan dan prasasti dengan berbagai ukuran yang diukir menggunakan bahasa Belanda menjadi daya tari tersendiri. Namun sayang, tidak banyak yang mengungkap sejarah dari makam tua tersebut.

Luas area sekitar 87 hektar, Kebun Raya Bogor memiliki koleksi tumbuhan lebih dari 15 ribu spesimen, yang dikelompokkan ke dalam 3.441 jenis, 1.265 marga, dan 220 keluarga. Sebagai kebun raya yang memiliki tipe habitat dataran rendah basah, Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 260 m d.p.l., dengan kelembaban udara 80 – 90% dan curah hujan 3.000 – 4.300 mm/tahun.

Setiap pengunjung yang membutuhkan informasi tentang Kebun Raya Bogor dapat menghubungi Pusat Informasi. Beragan fasilitas sengaja disediakan untuk melayani pengunjung, seperti Cafe de daunan, guest house, penjualan tanaman, juga perpustakaan.

Kemudian Gedung Laboratorium Pendidikan Konservasi, Garden’s Gifts, wartel, herbarium dan koleksi biji serta sarana ibadah mesjid dan musola. Setiap pengunjung yang memiliki karcis masuk mendapat layanan asuransi jiwa.

(galamedia)

Setiap Akhir Pekan 2000 Orang Kunjungi Gunung Padang

20 December 2014

gn padangSalah seorang pengelola situs Gunung Padang, Jajang (35) menyebutkan, setiap Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung bisa mencapai 1000 – 2000 orang. Sangat berbeda dengan hari biasa yang hanya mencapai 100-500 orang.

“Hari ini, jumlah pengunjung memcapai 1000 orang. Jumlah ini akan bertambah menjelang siang, apalagi cuaca bagus,” kata Jajang yang ditemui di Situs Megalitikum Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Sabtu (20/12/2014).

Dikatakannya, pihak pengelola menerjunkan sebanyak 30 orang untuk mengawasi para pengunjung. Para pengunjung, kata dia, diperbolehkan menginjak-nginjak zona inti situs gunung Padang.

“Selama ini belum ada intruksi dari pemerintah, jika zona inti tidak boleh diinjak pengunjung. Kalau ada perintah, kami siap melaksanakannya,” tandasnya.

Untuk kenyamanan para pengunjung di puncak gunung Padang, lanjut dia, pemerintah telah menyediakan tempat atau menara pandang. Mereka bisa menikmati pemandangan Sekeliling gunung padang sambil menikmati makanan.

“Pengunjung dilarang makan di zona inti. Kami sudah menyiapkan tempat,” katanya.

Jajang menyebutkan, harga tiket masuk ke Gunung Padang Rp 2000 per orang. Tiket tersebut tanpa ada fasilitas apapun dari pengelola maupun asuransi kecelakaan.

“Tiket ini dikeluarkan oleh Perdes bukan Peraturan Kabupaten. Jadi kami tidak menyediakan fasilitas apapun dan asuransi kesehatan ” katanya.

Untuk masalah keselamatan pengunjung, kata dia, 30 orang juru pelihara siap membantu para pengunjung. “Mereka sudah siap jika terjadi apa-apa yang menimpa para pengunjung,” tanbahnya.

Untuk mencapai puncak situs Gunung Padang, ada dua jalur totian tangga. Pertama adalah tangga batu yang dibangun oleh para leluhur Sunda kala itu sejauh 150 meter. Jalur satu lagi adalah jalur tangga landai sejauh 350 meter.

(galamedia)

Seminyak dan Kuta Masuk Daftar 10 Besar Destinasi Wisata Tahun Baru Terpopuler

18 December 2014

seminyakIndonesia patut bangga karena 2 dari 10 destinasi terpopuler se-Asia Pasifik untuk merayakan tahun baru ada di Bali. Berdasarkan penelusuran Trip Advisor, website perjalanan kelas dunia, Seminyak berada di urutan ketiga terpopuler setelah Sydney, Australia dan Singapura.

Destinasi di Bali lainnya yang terpopuler adalah Kuta yang berada di urutan ke 9. Kesepuluh destinasi terpopuler terpilih berdasarkan banyaknya pencarian para pengguna Trip Advisor se-Asia Tenggara. “Indonesia adalah satu-satunya negara dengan dua tujuan wisata yang masuk daftar 10 teratas,” ujar Jean Ow Yeong, humas Trip Advisor.

Destinasi lainnya yang masuk dalam 10 destinasi terpopuler untuk merayakan tahun baru adalah Hongkong, Taipei, New York, Paris, Bangkok, dan terakhir adalah Melbourne.

Sementara bagi wisatawan domestik, Kuta menduduki urutan pertama terpopuler untuk merayakan tahun baru. Sepuluh destinasi terpopuler bagi wisatawan domestik terkombinasi antara dalam dan luar negeri. Tiga di antaranya adalah tetap di Bali yaitu Seminyak, Nusa Dua, dan Legian. Selain Bali, kota lainnya adalah Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta yang menjadi favorit. Destinasi luar negeri yang paling dicari untuk merayakan tahun baru adalah Singapura, Hongkong, dan Kuala Lumpur.

Menurut Jean, Bali dan Jakarta adalah destinasi paling ramai dicari oleh pengunjung Trip Advisor. “Di Trip Advisor ada banyak destinasi Indonesia tapi yang paling dicari pengunjung adalah Bali,” kata Jean.  Dia memberikan tips yang harus diperhatikan dalam menentukan tempat perayaan tahun baru adalah kenaikan harga hotel. “Ada baiknya melakukan penelitian sebelum menentukan ke mana berlibur untuk merayakan tahun baru,” jelas Jean.

Untuk Trip Advisor di Indonesia, Jean sendiri mengaku sangat optimis dan puas. “Pengguna  di Indonesia, mereka senang menulis review. Perkembangannya juga bagus, penggunanya sampai angka 3 digit,” kata Jean.

Menurut Jean, bukan hanya para wisatawan, Trip Advisor juga bisa menguntungkan bagi para pelaku bisnis bidang wisata. “Trip Advisor memberikan akses yang bagus dan luas bagi para pebisnis wisata,” katanya.

Trip Advisor mulai serius masuk dan berkembang di Indonesia sejak 2010 silam. Website perencana perjalanan kelas dunia ini termasuk yang dipercaya oleh pelancong di dunia karena memberikan ruang bagi wisatawan untuk menulis review-nya. Jadi bukan hanya harga yang bersaing namun juga informasi yang lebih personal.  Ini merupakan salah satu langkah berani dari Trip Advisor. “Semua bebas menulis review tapi kami juga memiliki sistem sendiri untuk menelusuri kebenaran tulisannya,” ujar Jean. Makanya tak salah kalau ada yang menyebut Trip Advisor sebagai komunitas pelancong.

Setiap bulannya tercatat 315 juta pengunjung Trip Advisor. Selain itu tercatat ada lebih dari 200 juta review dan opini di 4,4 juta berbagai macam destinasi di dunia seperti restoran, hotel, termasuk atraksi wisata.

(tribunnews)

Pantai Parangtritis Sediakan Fasilitas Asyik Buat ‘Selfie’

17 December 2014

pantaiDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melengkapi kawasan obyek wisata Pantai Parangtritis dengan ikon wisata bertuliskan, “Parangtritis” sebagai daya tarik wisatawan.

“Saat ini di Pantai Parangtritis telah ada ikon wisata baru, ikon ini bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan, dan dalam beberapa hari ini sudah dipakai untuk foto-foto para wisatawan yang berkunjung,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Bambang Legowo, Senin (15/12/2014).

Menurut Bambang, ikon wisata pantai yang menjadi obyek wisata favorit wisatawan tersebut telah dibuat sekitar sebulan lalu dan belum lama selesai pembuatannya. Saat ini sering dimanfaatkan wisatawan pantai untuk mengabadikan gambar dengan pemandangan ikon.

“Ikon Parangtritis tersebut merupakan usulan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena sebelumnya di pantai itu belum ada semacam ikon, untuk pembangunannya sendiri menghabiskan biaya sekitar Rp 190 juta dalam APBD Perubahan 2014,” katanya.

Bambang mengatakan, tulisan “Parangtritis” yang dibangun di kawasan pasir pantai sisi timur Pantai Parangtritis tersebut dengan ketinggian sekitar dua meter dan panjang sekitar 25 meter, sementara masing-masing hurufnya memiliki lebar kurang lebih 1,5 meter.

Ikon wisata tersebut, lanjut Bambang, terbuat dari logam galvanisasi yakni logam yang sudah dalam proses pemberian lapisan seng pelindung untuk besi dan baja yang bertujuan melindungi dari karat, sehingga diharapkan dapat bertahan jika kena air laut.

“Pada bagian bawahnya dicor beton agar tetap berdiri kokoh. Jadi ikon dirancang tahan terhadap korosi maupun karat, paling tidak ada jaminan dapat bertahan sekitar 1,5 tahun,” katanya.

Bambang berharap dengan ikon wisata Pantai Parangtritis tersebut bisa menjadi daya tarik dan kenangan bagi masyarakat yang berwisata ke obyek wisata itu, mengingat dengan kemajuan teknologi saat ini wisatawan selalu berfoto di tempat wisata.

“Sebelumnya kami ingin membuat ikon berupa patung, akan tetapi karena suatu sebab termasuk melihat di berbagai tempat, bahwa ikon wisata berupa tulisan banyak diminati wisatawan, maka kami buat tulisan itu,” katanya.

(tribunnews)

Ada Niagara Cigorobog di Desa Citengah Kabupaten Sumedang

10 December 2014

niagara-cigorobogKABUT putih menyelimuti pepohonan hijau terlihat di kanan kiri bukit ketika kita menginjakkan kaki di kawasan Desa Citengah yang masuk ke wilayah Kecamatan Sumedang Selatan. Menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari alun-alun Sumedang ke arah Timur melalui jembatan Cipameungpeuk, merupakan pintu menuju desa wisata ini. Hampir lima belas tahun terakhir, kondisi alamnya masih terawat dengan baik.

Hamparan sawah di kanan kiri jalan dengan liukan sungai yang di bagian tengahnya, merupakan pemandangan menyejukan dan memanjakan mata kita. Desa yang berujung di perkebunan teh Margawindu peninggalan Belanda ini memang selalu menarik untuk dikunjungi. Kini Citengah kembali bersolek. Menawarkan wisata agro dan wisata curug. Warga dan pemerintah setempat berbenah untuk lebih mengenalkan Citengah kepada masyarakat luas.

Beberapa peninggalan Belanda yang masih ada dan menarik untuk menjadi objek foto adalah rumah-rumah nyonya dan tuan Meneer Belanda di area perkebunan. Fondasi rumah, tegel, dan bata masih terawat kuat. Kepala Desa Citengah, Ludi Zaenal, mengatakan bahwa sensai minum teh di tengah perkebunan, merupakan daya tawar baru warga Citengah kepada masyarakat luas.

“Merasakan udara dingin, sambil melihat area perkebunan dan wisata curug, merupakan daya tarik yang coba kami tawarkan kepada para travelers,” katanya.

Ia mengatakan bahwa kawasan tersebut masih terawat dengan baik. Bisa dilihat dari indikasi masih banyaknya binatang seperti monyet dan babi hutan yang masih banyak ditemui di sekitar bukit. Jika cuaca sedang baik, monyet-monyet tersebut akan turun dari bukit mendekat.

Ludi mengatakan bahwa air terjun empat tingkat Cigorobog yang mirip Niagara, tak kalah asyiknya untuk dinikmati pada travelers. Tentu hal ini menjadi satu objek foto penting untuk berselfie ria bersama teman atau keluarga.

Ludi mengatakan sebenarnya ada 17 air terjun lain di dalam hutan sekitar Citengah, belasan air terjun tersebut di antaranya air terjun Kancana, air terjun Ciparahu, air terjun Cisoka, dan air terjun Cimecek.

Air terjun Cimecek memiliki ketinggian 25-30 meter, sedangkan air terjun Ciparahu berbentuk huruf U. Butuh keberanian untuk bisa melihat air terjun lainnya tersebut. Sebab, air terjun itu berada di tengah hutan liar yang masih rimbun dengan pepohonan.

Tak lengkap jika mengunjungi tempat wisata tanpa makan. Citengah menawarkan sajian khas ikan bakar atau ikan goreng. Jika dulu tempat ini terkenal dengan ikan kolam air deras, kini ada dua tempat yang menyajikan kuliner. Tirta Sandi dan Cibingbin. Makan di pinggir sungai dan sawah ditemani ikan mas yang besar-besar tentu menambah selera nafsu makan kita. Ditambah dengan udara pegunungan yang sejuk, membuat perut kita selalu nagih untuk diisi.

Dua tempat makan ini juga dilengkapi dengan sarana bermain dan berenang untuk dewasa dan anak-anak.

Ikan bakar di sini sangat segar, karena selain bisa memilih sendiri ikan yang akan dibakar, ikan di sini juga dipercaya kelezatannya karena dipelihara di dalam air yang deras dari sungai.

Selain ikan bakar, satu kuliner lezat yang bisa dipesan di sini adalah pempek palembang. Bagi penggemar sajian pedas menu ini sangat cocok untuk menghangatkan tubuh di area pegunungan ini. Sambal ikan bakar dan goreng sedikit berbeda dengan tempat yang lain. Herman, pengelola Tirta Sandi mengatakan bahwa tak ada yang berubah dari sajian ikan bakar yang ia sajikan. Hanya saja suasana pegunungan dan makan di pinggir sungai, merupakan daya tarik berbeda yang tidak dimiliki tempat lain.(jabar.tribunnews.com)

Glamping, Berkemah Tak Perlu Repot

1 December 2014

Glamourous campingAnda mau berkemah di hutan, tetapi tidak bisa naik gunung karena berbagai alasan? Mungkin bisa mencoba asyiknya berkemah di Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Bogor.

Glamping atau singkatan dari Glamourous Camping, salah satu program yang dibuat oleh pengelola Taman Wisata Alam Gunung Pancar untuk mereka yang ingin merasakan mudahnya berkemah.

“Terutama untuk warga kota yang belum pernah camping,” kata Yogi Gandaprawira, Marketing Manager of Gunung Pancar Organizer.

Ya, berkemah di sana tak perlu repot. Pasalnya, pengelola sudah menyediakan tenda. Istirahat Anda juga bakal nyaman lantaran di dalam tenda sudah tersedia kasur busa, karpet dan yang tak kalah penting listrik. Api unggun bakal menghangatkan di malam hari.

Satu tenda berisi dua kasur yang bisa untuk empat orang. Ada empat bantal lengkap dengan selimut. Disediakan pula lampu.

Ada delapan area berkemah di dalam kawasan hutan pinus seluas 640 hektare. Luas tiap area berbeda-beda. Bahkan ada area berkemah yang disediakan fasilitas aula untuk ruang pertemuan lengkap dengan toilet permanen. Khusus untuk rombongan, bisa memakai tenda besar.

Urusan perut jangan khawatir. Pengelola menyediakan paket makanan yang tinggal dimasak. Silakan pilih, ayam atau ikan. Anda bisa bakar sendiri di sekitar tenda. Kalau tak mau repot, ada pegawai yang siap untuk memasaknya.

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga atau para sahabat. Anda bisa membawa sepeda untuk menyusuri jalur aspal atau di atas tanah. Agak menguras tenaga untuk menggilas jalanan tanjakan. Sudah sampai di puncak, selanjutnya tinggal menikmati turunan.

Bagi yang mau tracking juga bisa. Jangan khawatir tersesat, ada pemandu yang siap menemani. Udara segar dan pemandangan alam akan menghilangkan penat.

Tujuannya bisa ke kawasan air terjun yang jaraknya kira-kira 3,5 kilometer dari area berkemah. Jika tidak kuat jalan terlalu jauh, bisa juga naik mobil sampai lokasi parkir. Dari sana lalu berjalan sekitar 1,5 kilometer sampai lokasi air terjun.

Ada pula pemandian air panas yang jaraknya sekitar 1 kilometer. Anda bisa merasakan nikmatnya berendam air hangat.

Berapa biayanya? Untuk berkemah dari pagi hingga keesokan hari pukul 14.00 WIB, biayanya Rp 1,6 juta untuk empat orang dalam satu tenda. Harga itu sudah termasuk makan.

Kalau mau hemat, Anda bisa bawa tenda dan makan sendiri. Tinggal membayar biaya masuk taman wisata dan menyewa area. Biaya sewa area paling murah Rp 150 ribu per orang.

“Glamping sangat cocok bagi warga kota yang jenuh dengan suasana kota yang sibuk,” kata Yogi. (kompas.com)

Paduan Klasik & Modern di Stasiun Bogor

23 November 2014

stasiun bogorBogor merupakan kota berhawa sejuk yang disukai wisatawan. Tahukah Anda bahwa kota hujan ini memiliki stasiun kereta api warisan Belanda. Gaya arsitektur stasiun masih dipertahankan hingga sekarang, namun dengan penambahan sentuhan modern.

Untuk bisa sampai ke stasiun kereta api Bogor butuh waktu setengah sampai tiga perempat jam naik commuter line (kereta KRL) dari rumah kakak di Beji, Depok-Jawa Barat. Saya putuskan untuk berangkat pagi karena tak ingin berdesak-desakan dalam kereta seperti pengalaman sebelumnya.

Commuter line merupakan alat transportasi yang belakangan ini semakin banyak peminatnya. Selain murah dan nyaman juga lebih cepat sampai tujuan.

Anda tahu kan bahwa naik kereta api apapun jenis keretanya, alat transportasi ini ibarat raja. Semua kendaraan harus berhenti atau minggir tatkala kereta api melintas di jalan raya yang penuh dengan kendaraan bermotor.

Suasana yang nyaman dalam commuter line membuat perjalanan menjadi tak terasa lama. Setelah memasukkan tiket elektronik (Commuter Electronic Ticketing) yang bentuknya mirip kartu ATM itu, saya bergegas menuju pintu keluar Stasiun Bogor.

Saya mencoba memperlahan langkah kaki, tak ingin tergesa-gesa dan mencoba mengarahkan perhatian ke segala penjuru stasiun ini.

Beberapa sudut bangunan stasiun masih terlihat kuno namun tetap terawat dengan baik. Seperti ornamen yang nampak pada kusen-kusen pintu. Tiang-tiang penyangga (pilar beton) juga tampak kokoh seperti layaknya bangunan di jaman Belanda saja.

Penasaran akan hal itu saya mencoba mencari tahu stasiun ini lewat mesin Google. Ternyata tidak keliru dugaan saya. Stasiun Kereta Api Bogor sudah ada sejak tahun 1881. Wah cukup tua juga ya. Stasiun ini dulunya bernama Stasiun Buitenzorg.

Kini stasiun ini mengkhususkan diri pada pelayanan commuter line (dulu bernama KRL = Kereta Rel Listrik) se wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Tarif angkutan commuter line juga relatif murah. Tidak lebih dari Rp. 10.000.

Rangkaian kereta commuter line didatangkan dari China dan Taiwan. Beberapa rangkaian kereta sebelumnya juga diimpor dari Jepang, Belanda dan Belgia.

Meski menerapkan sistem pengelolaan yang moderen namun Stasiun Bogor tetap terlihat anggun dan antik. Beberapa sudut stasiun merupakan bangunan baru karena keperluan perluasan dan pengembangan.

Stasiun Kereta Api Bogor bukan stasiun biasa, selain merupakan warisan sejarah yang harus kita jaga kelestariannya, Stasiun Bogor dilatarbelakangi panorama pegunungan yang indah.

Hawanya juga sejuk. Dan satu hal yang menjadi keunikan stasiun ini adalah pada saat kita keluar dari stasiun, di depan sudah menyambut kita lapak para pedagang kaki lima dengan beraneka kuliner khas kota hujan ini.
(detik.com)

Jalan Jalan Yuk ke Karawang

20 November 2014

Pantai Samudera BaruDaerah Karawang barat dan timur serta sekitarnya memiliki potensi wisata pantai, alam dan kuliner yang dapat Anda kunjungi jika ingin Liburan ke kota atau Kabupaten Karawang yang masih termasuk dalam provinsi Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia. Bagian barat dari Kabupaten Karawang berbatasan dengan Bekasi dan Bogor, Laut Jawa di arah utara, Subang di sebelah timur, Purwakarta di arah tenggara, serta Cianjur yang berada di selatan.

Lokasi kota Karawang terletak di jalur pantura. Kabupaten Karawang juga dilalui jalan tol Jakarta-Cikampek atau Karawang serta Cipularang atau Cikampek atau Karawang – Purwakarta – Padalarang. Cikampek adalah kecamatan yang terletak di bagian timur Kabupaten Karawang. Di Cikampek juga terdapat sebuah stasiun kereta api yang mempertemukan antara dua jalur utama dari Bandung dan dari Cirebon untuk menuju Jakarta.

Berikut ini adalah destinasi Tempat wisata di Karawang mulai dari yang paling menarik dan populer yang yoshiewafa kumpulkan serta dapat Anda jadikan tujuan wisata.

1. Pantai Tanjung Pakis.
Pantai Tanjung Pakis
Pantai Tanjung Pakis ini terletak di ujung Utara Karawang, pantai ini memiliki pasir putih dengan ombak yang tenang dan indah. Di pantai ini sudah tersedia Penginapan berfasilitas AC dan TV, juga tersedia dengan fasilitas pendukung wisata seperti biasa, Warung Makan Tradisional yang menyajikan menu Ikan Bakar banyak ditemukan disepanjang pantai ini, tersedia juga Panggung Hiburan yang memperlihatkan Live Show Dangdut ketika Liburan Akhir Pekan, juga tersedia penyewaan perahu tradisional serta sarana bilas setelah Anda puas berenang di laut yang jernih dan tenang ini.
2. Pantai Tanjung Baru
Pantai Tanjung Baru
Pantai Tanjung Baru terletak di ujung Utara Karawang di sebelah Timur, pantai ini tidak jauh berbeda dengan pantai lain yang berada di Kab. Karawang, Lokasi Pantai Tanjung Baru terletak pada teluk di semenanjung antara Kab. Subang dan Kab. Karawang. Di kawasan pantai ini sudah tersedia Warung Makan Tradisional yang menyajikan Menu Ikan Bakar yang bisa dijumpai di disepanjang pantai, tersedia juga sebuah Panggung Hiburan, Pasar Tradisional serta Penginapan dengan fasilitas yang sederhana, tersedia juga penyewaan perahu tradisional dan juga sarana bilas air bersih setelah Anda merasa puas berenang di laut.
3. Pantai Samudera Baru
Pantai Samudera Baru
Pantai Samudera Baru adalah obyek wisata pantai di Karawang yang menjadi andalan dari Kab. Karawang setelah Pantai Tanjung Pakis, di pantai ini sudah tersedia sarana – sarana pendukung Wisata Pantai, pantai yang berpasir putih dan ombak relatif tenang, indah nan asri. Di pantai ini juga sudah tersedia Warung Makan Tradisional yang menyajikan Menu Ikan Bakar yang bisa Anda jumpai di sepanjang pantai ini, tersedia juga sebuah Panggung Hiburan yang menampilkan Live Show Dangdut ketika hari libur besar, penyewaan perahu tradisional serta sarana bilas air bersih setelah Anda merasa puas berenang di laut.
4. Curug Bandung
Curug Bandung
Curug Bandung adalah sebuah Keajaiban Alam yang memiliki 7 air terjun dalam satu aliran sungai, mulai dari Curug Peuteuy, Curug Picung dan yang paling besar adalah Curug Bandung, Curug ini terletak dibawah kaki Gunung Sanggabuana, untuk menuju Curug ini Anda harus berjalan kaki dengan jarak sekitar 3 km, akan tetapi Panorama Alam yang dimiliki Curug ini sangatlah Indah, Asri, dan jauh dari polusi udara yang ada di Kota Besar dan merupakan salah satu tempat wisata alam di karawang. Walau jalan untuk menuju Curug ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki berwisata sambil Olahraga dapat membuat tubuh Anda sehat karena udara di sekitar yang sehat dan bersih.

Lokasi Curug Bandung terletak di Desa Mekarbuana Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

5. Danau Cipule
Danau Cipule
Danau Cipule ada karena sisa explotasi manusia dengan para penambang pasir, danau ini terletak persis di pinggir Kali Citarum selain luas, danau ini juga cukup dalam, namun Alam telah merubahnya sehingga menjadi sebuah keindahan Alam di sekitar danau ini. Di Danau ini Lomba Dayung pada PORPROV X JABAR dilaksanakan, dan juga pernah digunakan untuk Lomba Dayung YUNIOR ASEAN pada tahun 2006.

Lokasi Danau Cipule terletak di Desa Walahar, Kec. Ciampel sekitar 11 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

6. Curug Cigentis – Lokasi di Desa Mekarbuana, Kec. Tegalwaru sekitar 44 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

7. Curug Cikarapyak – Lokasi di Desa Kutamaneuh, Kec. Tegalwaru, sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

8. Curug Cikoleangkak – Lokasi di Desa Kutamaneuh, Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

9. Curug Cipanundaan – Lokasi di Desa Kutamaneuh, Kec. Tegalwaru sekitar 42 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

10. Bendungan Parisdo (Walahar) – Lokasi di Desa Walahar, Kec. Klari sekitar 10 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

11. Danau Kalimati – Lokasi di Desa Walahar, Kec. Klari sekitar 11 km dari Ibu Kota, Kab. arawang.

12. Situ Kamojing – Lokasi di Desa Dawuan Kec. Cikampek sekitar 22 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

13. Monumen Rawa Gede – Lokasi di Kec. Rawamerta sekitar 10 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

14. Tugu Kebulatan Tekad – Lokasi di Kec. Rengasdengklok sekitar 20 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

15. Situs Candi Blandongan – Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya sekitar 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang.

16. Situs Candi Jiwa – Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya sekitar 45 km dari Ibu Kota, Kab. Karawang.

17. Situs Cibuaya I – Lokasi di Desa Cibuaya, Kec. Pedes sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

18. Situs Kuta Tandingan – Lokasi di Desa Mulyasejati, Kec. Ciampel sekitar 38 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

19. Temuan Peninggalan Purbakala – Lokasi di Desa Segaran, Kec. Batujaya, Kab. Karawang sekitar  45 km dari Pusat Kota Karawang.

20. Komplek Pemakaman Para Mantan Bupati – Lokasi di Desa Manggung Jaya, Kec. Cilamaya sekitar 40 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

21. Makam Nyi Mas Rara Santang – Lokasi di Desa Jayakerta, Kec. Jayakerta sekitar 30 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

22. Makam Syech Quro – Lokasi di Desa Pulokelapa Kec. Lemahabang sekitar 28 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

23. Makam Ki Bagus Jabin – Lokasi di Desa Cikampek Pusaka, Kec. Cikampek sekitar 26 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

24. Situs Cikubang – Lokasi di Desa Dawuan Tengah, Kec. Cikampek sekitar 18 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

25. Vihara Shia Jin Ku Po – Lokasi di Desa Tanjungpura, Kec. Karawang sekitar 4 km dari Ibu Kota Kab. Karawang.

Kesenian dan Budaya di Karawang

Ecor – Lokasi Kampung Krajan Wadas, desa Kedawung, Kec. Talagasari, Kab. Karawang
Cara Bali – Lagu Ajeng Karawang – Lokasi Kab. Karawang
Bajidor – Lokasi Kabupaten Karawang
Topeng Banjet – Lokasi Kabupaten Karawang
Banjet – Lokasi Kabupaten Karawang
Upacara Nadran – Kec. Sukabuntu, Karawang
Bajing Kiring – Kec. Cikampek, Karawang
Kliningan – Lokasi Kabupaten Karawang
Ajeng Karawang – Lokasi Kabupaten Karawang

Demikianlah ulasan tentang info Tempat wisata di Karawang yang yoshiewafa sediakan untuk Anda yang ingin liburan ke Karawang yang dikutip dari berbagai sumber dengan bantuan google.com dan sumber utama wikipedia.org dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat untuk Anda dan selamat berlibur ^_^.

Next Page »