web analytics

Wisata Air Terjun Curug Nangka Bogor

12 September 2014   13 views

Curug Nangka Bogor 1jika Anda sedang kebingungan untuk menentukan tempat wisata mana yang akan dikunjungi di Bogor, maka salah satu alternatifnya ialah Curug Nangka. Curug ini bukan hanya menjadi lokasi favorit warga lokal namun juga banyak dikunjungi oleh warga ibukota yang datang dari Jakarta, Bandung dan sekitarnya. Memang bisa dimafhumi mengingat cukup mudah untuk menjangkau curug ini karena tak begitu jauh dari kota Bogor. Curug ini berjarak sekitar 500-an meter dari loket tempat memarkir kendaraan bermotor. Tempat parkirannya tidaklah terlalu besar makanya sebaiknya Anda datang lebih pagi supaya kebagian tempat parkir.
Curug Nangka merupakan wisata yang berupa Air Terjun dibawah naungan RPH Gunung Bunder, BKPH Bogor KPH Kabupaten Bogor. Air terjun yang satu ini mempunyai 3 tahapan, dengan masing – masing memiliki ketinggian antara 10 – 20 m. Masih di kawasan yang sama terdapat juga dua buah curug lagi yaitu Curug Kawung dan Daun.

Tak jauh dari lokasi parkian Anda akan menemukan banyak warung yang menawarkan gorengan, kopi, atau mie rebus. Warungnya memang sederhana namun karena alam sekitarnya yang sangat indah dengan udaranya yang sejuk maka segala apapun yang disajikan terasa maknyus. Dari warung-warung tersebut pengunjung harus berjalan sekitar 40 menit untuk mencapai curug dengan kondisi jalan yang berkelok dan berbukit. Di sepanjang perjalanannya Anda bisa mengabadikan momen yang menakjubkan dan sangat mengesankan. Dan setelah sampai di curug maka rasa lelah dan capek seakan terbayar lunas oleh keeksotisan dan keindahan air terjunnya.

Pintu Gerbang Curug NangkaDari Gerbang untuk sampai di lokasi Curug melewati jalan yang luasnya tidak terlalu luas namun menyuguhkan pemandangan yang indah dan asri, bahkan tidak jarang kita akan menjumpai kera – kera yang berkeliaran.

Biasanya pengunjung yang datang kesini seakan tak mau membuang kesempatan untuk mandi bersama dibawah curug sembari bermain air. Sungguh akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bila Anda berkesempatan mengunjungi curug ini.

Info Lokasi
Alamat Lengkap Curug Nangka terletak di Desa Warung Loa, Kecamatan Tamansari, Bogor, Propinsi Jawa Barat – Indonesia. Berada pada titik Koordinat GPS: 6° 40′ 4.12″ S 106° 43′ 37.09″ E.
Harga tiket masuk Curug Nangka adalah Rp.10.000,-. (Tarif tersebut dapat berubah sewaktu – waktu).

Rute ke Curug Nangka Bogor
Akses menuju lokasi Curug ini sebenarnya sangat mudah diakses dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, namun yang paling asyik dan menyenangkan tentu berwisata dengan meggunakan kendaraan roda dua. Untuk lebih lengkapnya berikut petunjuk jalan menuju objek wisata Curug Nangka Bogor;
Cara ke Curug Nangka dengan Kendaraan Pribadi
Dari bogor menuju Jalan Raya Ciapus, kemudian di jalan Capus cari hotel The Highland Park Resort karena hotel ini sangat terkenal. Nanti didekat hotel The Highland Park Resort ada pertigaan jalan yang menuju Wana Wisata Curug Nangka, lihat saja plang petunjuk jalan disana tertera dengan ukuran tidak terlalu besar.
Menggunakan alat transportasi kendaraan Umum
Jika menggunakan angkutan umum anda bisa menggunakan angkot 03 jurusan Bogor – Ciapus yang berangkat dari terminal Ramayana Bogor. Kemudain berhenti di pertigaan sebelum pintu gerbang. Dilanjutkan dengan belok kiri kearah Curug Nangka, sedangkan ke sebalah kanan ialah menuju arah Curug Luhur. Selanjutnya dari pertigaan di atas (pemberhentian akhir angkot) perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menuju pintu gerbang yang jaraknya kurang lebih 700 meter.

(tempatwisatadijawabarat.com)

Meliuk di Antara Pinus Manglayang

9 September 2014   6 views

manglayangGunung Manglayang adalah salah satu jalur sepeda favorit yang berlokasi di Bandung Timur. Perpaduan antara hutan, lembah, dan medan ekstrem menjadi daya tarik kawasan ini.

Kami menjajal jalur sepeda di kawasan tersebut pada Ahad pagi, pada akhir Agustus 2014. Gunung setinggi 1.800 meter itu adalah tonggak paling timur dari rangkaian gunung di patahan Lembang. Di punggungannya terdapat banyak lintasan jalur setapak di hutan pinus milik Perhutani.

Untuk menuju ke sana ada dua akses yang paling mudah. Pertama adalah dari Kota Bandung, arahkan kendaraan menuju Ujungberung, lalu naik melalui Desa Palintang. Yang kedua dari arah Lembang bisa melalui Maribaya, Desa Cibodas dan diteruskan ke perkebunan kina Bukit Tunggul.

Pagi itu kami memulai perjalanan dari Bukit Tunggul. Sepeda langsung kami tancap memasuki areal perkebunan kina tertua di Indonesia ini. Jalan perkebunan yang berupa aspal terkelupas campur pasir membuat lintasan enak dilalui karena sepeda yang kami pakai bertipe all mountain atau AM dengan lebar ban di atas 2 inci.

Kami menyebutnya etape I, jalan menanjak landai menyusuri perbukitan di antara lembah Gunung Palasari. Sinar matahari pagi menyusup di antara tegakan pohon kina dan kayu putih, kilaunya berwarna emas menghangat tubuh yang sebelumnya kedinginan dibekap udara Lembang. Sesekali kami berpapasan dengan para pesepeda yang datang dari arah berlawanan. Seperti biasa salam dan sapaan selalu dilambaikan pada sesama goweser. Ini adalah tradisi yang terbangun begitu saja.

Tanjakan demi tanjakan terus kami libas selama satu jam hingga ujung dari etape I ini pada sebuah tanah lapang yang biasa disebut Karpet. Sebenarnya ini adalah puncak dari sebuah bukit di antara Gunung Manglayang dan Gunung Palasari. Di lapangan dengan ketinggiannya sekitar 1.600 mdpl ini penggowes bisa istirahat untuk menarik napas, sambil menikmati penganan sederhana dari sebuah warung dadakan.

Setelah cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan. Etape II adalah jalur single trek di dalam hutan, ini adalah jalur idaman yang banyak dicari para pesepeda gunung. Selepas lapangan Karpet jalur menurun melalui perkebunan sayur. Sepeda meluncur di antara pepohonan perdu sehingga wajah pun acap kali tertampar oleh dedaunan. Pesepeda wajib memakai kacamata untuk pelindung mata agar tidak tertusuk ranting. Sebelum memasuki hutan pinus ada sebuah turunan ekstrem yang berakhir di sebuah sungai kecil. Turunan ini sangat diminati para pesepeda dari kaum downhiller.

Selepas sungai, hutan pinus yang rapat menyambut pesepeda. Jalan setapak meliuk di antara batang pohon berumur puluhan tahun. Dibutuhkan kemampuan mengendalikan (handling) sepeda yang cukup mumpuni di trek ini. Menaklukkan turunan di tanah licin serta juluran akar pinus menjadi tantangan tersendiri bagi para pesepeda. Memang sebaiknya jangan terlalu cepat melintas di jalur ini, selain beresiko, pemandangan hutan yang eksotis terlalu sayang dilewatkan. Bila beruntung terkadang kabut turun menambah mistis suasana hutan. Sekitar dua jam waktu yang dihabiskan melalui trek di dalam hutan, itu sudah termasuk istirahat dan berfoto.

Selanjutnya jalur didominasi jalan setapak di lereng yang bersanding dengan jurang. Lagi-lagi pemandangan elok terhampar di depan mata, lembah kebiruan berpadu perbukitan memanjakan mata. Namun jangan sampai lengah jalan setapak tipis bisa memelesetkan sepeda ke dalam jurang. Di beberapa titik hampir tidak ada space yang tersisa antara jalan setapak dan gawir (jurang pendek). Adrenalin pun benar-benar membuncah di lintasan ini. Akhir dari etape II adalah batas hutan pinus dengan kebun warga. Nama daerah ini adalah Genteng.

Etape III atau terakhir tidak kalah menantang. Dimanjakan dengan jalan tanah yang cukup lebar dengan turunan-turunan panjang para penggowes akan diguncang sepanjang jalur kebun hingga ke perkampungan. Selepas kampung kecil lanskap berubah menjadi area pesawahan. Lagi-lagi kita disuguhi pemandangan yang indah, kombinasi antara sawah, lembah, dan kampung berlatar gunung. Di akhir jalur pesepeda akan bertemu kebun bambu dan meliuk-liuk melintasi pematang sawah. Lumayan untuk menguji keseimbangan.

Bumi Perkemahan Kiara Payung bisa dianggap garis finis dari etape III. Tapi masih ada satu lagi yang biasa disebut jalur bonus, yaitu menuruni bukit Kiara Payung sampai ke titik akhir di gerbang kampus IPDN. Berawal dari sebuah lapangan kemudian menyusuri jalan setapak di pemakaman lalu meluncur di kebun jagung, wuussh!! Jalur bonus tak kalah mengasyikkan karena di sini kita bisa memacu sepeda sekencangnya tanpa khawatir menyenggol warga yang melintas karena jauh dari permukiman.

Keluar dari kebun jagung jalur tanah pun berakhir, selanjutnya jalan aspal membawa pesepeda memasuki kawasan kampus IPDN. Total jarak dari Bukit Tunggul hingga ke Jatinangor sekitar 30 kilometer yang ditempuh selama 6 jam, dengan penurunan elevasi 900 meter (dari ketinggian 1.600 mdpl ke 700 mdpl). Sungguh perjalanan gowes yang menyenangkan.(tempo.co)

Enam Wisata Populer di Kuningan

4 September 2014   3 views

kota-kuninganJalan-jalan ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, seakan kurang lengkap apabila tidak menyempatkan diri untuk mengunjungi beberapa wisata populer yang ramai disambangi oleh setiap wisatawan yang datang ke sini.

1. Gedung Perundingan Linggarjati

Bangunan bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Di mana letak gedung ini tepat di kaki Gunung Ciremai bagian tenggara, ke arah Utara dari kota kuningan atau kearah selatan dari kota Cirebon.

Pada zaman pendudukan Jepang, gedung ini direbut dan dijadikan Hokai Ryokai pada 1942. Lalu pada 1945 pejuang kita berhasil merebutnya dan dijadikan sebagai markas BKR dan diubah namanya menjadi Hotel Merdeka.

Pada 1985, sang anak pemilik rumah yaitu Dr Willem Van Os dan Joty Kulve-Van Os berhasil memperjuangkannya untuk dikukuhkan sebagai cagar budaya dan memiliki nama Gedung Perundingan Linggarjati.

Di antara isi pokok perjanjian Linggarjati yakni, Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia. Dan Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

2. Sangkanhurip Alami

Daya tarik Sangkanhurip Alami yakni pada pemandian air panas beryodium yang menyehatkan dan menyegarkan. Para pengunjung dapat berendam dalam air hangat diruangan khusus atau di kolam terbuka. Selain pemandian air hangatnya, di sini anak-anak juga dapat berenang dan berseluncur di kolam yang dilengkapi luncuran naga.

Karena letaknya yang strategis pada kawasan wisata di Kabupaten Kuningan, wisatawan tak perlu repot-repot untuk mencari hotel ataupun kios-kios makanan. Karena hotel-hotel mulai dari harga menengah hingga kalangan atas pun berjajar dekat di daerah desa Sangkanhurip ini.

3. Ikan Dewa dan Sumur 7 Cibulan

Kolam ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan dapat dikunjungi di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana. Obyek wisata yang menyajikan suasana alam berpadu dengan keunikan Ikan Dewa dan Sumur Tujuh-nya. Cibulan memiliki kekhasan pada kolam ikannya yang dihuni oleh Kanra Bodas (Labeobarbus doumensis) atau akrab disebut Ikan Dewa.

Konon ikan-ikan ini dibawa oleh murid Walisongo saat datang ke Cibulan. Para murid pun meninggalkan 7 Sumur yang mereka gunakan untuk berwudhu pada saat itu. Posisi tujuh sumur itu mengelilingi petilasan yang diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai bekas bersemedi Prabu Siliwangi.

4. Air Terjun Putri

Nah, jika ingin berkunjung ke Taman Nasional Gunung Ciremai bukan untuk mendaki gunung, Anda bisa menikmati wisata alam di Palutungan. Menikmati segarnya air terjun Putri yang terdapat dikawasan ini merupakan hal yang menarik untuk dicoba. Bersama keluarga, teman ataupun kerabat dekat berenang bermain sejuknya air nan jernih alami.

Dengan waktu tempuh hanya 10 menit dari pintu masuk Palutungan, melewati beberapa anak tangga menurun Anda pun tak lama akan tiba. Jika Anda ingin berenang disekitar air terjun besarnya, Anda bisa menyeberang sungai kecil dan menanjak sedikit untuk menikmati sejuknya air yang turun langsung dari ketinggian hampir 12 meter.

5. Taman Purbakala Cipari

Selain spot wisata menarik, Kuningan juga menyimpan sebuah cerita dari zaman purbakala. Lintasan kehidupan manusia prasejarah di zaman megalitikum bisa kita kunjungi sebagai tempat wisata menarik serta bahan edukasi yang mendidik.

Taman bercorak megalitikum yang terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, merupakan salah satu tempat ditemukannya peninggalan kebudayaan prasejarah di Kabupaten Kuningan. Dengan luas 6.364 meter persegi, ditemukan tiga peti kubur batu yang di dalamnya terdapat bekal kubur berupa kapak batu, gelang batu, dan gerabah.

Di sini juga kita bisa melihat tanah lapang berbentuk lingkaran dengan diameter enam meter dengan dibatasi susunan batu sirap. Batu Temu Gelang, dimana dahulu dipercaya sebagai lokasi upacara dalam hubungan dengan arwah nenek moyang serta berfungsi sebagai tempat musyawarah.

6. Kuliner Lezat Ala Kuningan

Bukan hanya tempat wisatanya saja yang asik untuk dikunjungi saat berlibur di Kuningan, tetapi kurang lengkap apabila tidak bergoyang lidah menikmati lezatnya kuliner di Kuningan yang patut direkomendasikan.

Nasi Kasreng. Keunikan, cita rasa dan atmosfer saat menyantap hidangan sangat beragam dan menggoda. Seperti salah satu makanan khas Kabupaten Kuningan yakni Nasi Kasreng, terletak di Jalan Raya Luragung, Cibingbin. Makanan sederhana ala petani yang mulai disuguhkan kepada masyarakat luar ini kian poluler di Kuningan.

Warung-warung yang berjajar di wilayah Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan menjajakan panganan sederhana yang sudah mengalami perubahan pelengkap suguhan tanpa menghilangkan khasnya menjadi salah satu makanan primadona. Atmosfer alam persawahan, udara nan sejuk berpadu dengan nikmatnya cita rasa makanan bermacam macam lauk pauk, diantaranya goreng ikan paray, pepes ikan, sambel, lalapan, gorengan, rebon dan lainnya akan membawa kenikmatan yang menggoda.

Tapai Ketan Kuningan. Meskipun namanya lebih dikenal tapai ketan kuningan, namun tapai ketan sendiri sudah menjadi makanan tradisional di sejumlah daerah tetangganya. Seperti Cirebon, Indramayu, maupun Majalengka.

Tapai ketan ini memang lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas dari Kuningan, terutama bagi para wisatawan yang berlibur ke Kuningan bisa main dan membeli oleh produsennya langsung di Jalan Raya Cigugur.

Terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dan dibungkus dengan daun serta ditaburi ragi sehingga menjadi sebuah tapai ketan yang lezat dan legit dengan dibuat melalui proses fermentasi atau peragian. Jika di daerah lain tapa ketan kuningan tampil dalam kemasan daun jambu air.

Di sini juga kita bisa melihat tanah lapang berbentuk lingkaran dengan diameter enam meter dengan dibatasi susunan batu sirap. Batu Temu Gelang, dimana dahulu dipercaya sebagai lokasi upacara dalam hubungan dengan arwah nenek moyang serta berfungsi sebagai tempat musyawarah.

6. Kuliner Lezat Ala Kuningan

Bukan hanya tempat wisatanya saja yang asik untuk dikunjungi saat berlibur di Kuningan, tetapi kurang lengkap apabila tidak bergoyang lidah menikmati lezatnya kuliner di Kuningan yang patut direkomendasikan.

Nasi Kasreng. Keunikan, cita rasa dan atmosfer saat menyantap hidangan sangat beragam dan menggoda. Seperti salah satu makanan khas Kabupaten Kuningan yakni Nasi Kasreng, terletak di Jalan Raya Luragung, Cibingbin. Makanan sederhana ala petani yang mulai disuguhkan kepada masyarakat luar ini kian poluler di Kuningan.

Warung-warung yang berjajar di wilayah Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan menjajakan panganan sederhana yang sudah mengalami perubahan pelengkap suguhan tanpa menghilangkan khasnya menjadi salah satu makanan primadona. Atmosfer alam persawahan, udara nan sejuk berpadu dengan nikmatnya cita rasa makanan bermacam macam lauk pauk, diantaranya goreng ikan paray, pepes ikan, sambel, lalapan, gorengan, rebon dan lainnya akan membawa kenikmatan yang menggoda.

Tapai Ketan Kuningan. Meskipun namanya lebih dikenal tapai ketan kuningan, namun tapai ketan sendiri sudah menjadi makanan tradisional di sejumlah daerah tetangganya. Seperti Cirebon, Indramayu, maupun Majalengka.

Tapai ketan ini memang lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas dari Kuningan, terutama bagi para wisatawan yang berlibur ke Kuningan bisa main dan membeli oleh produsennya langsung di Jalan Raya Cigugur.

Terbuat dari beras ketan putih yang dimasak dan dibungkus dengan daun serta ditaburi ragi sehingga menjadi sebuah tapai ketan yang lezat dan legit dengan dibuat melalui proses fermentasi atau peragian. Jika di daerah lain tapa ketan kuningan tampil dalam kemasan daun jambu air.

Atmosfer saung-saung terbuat dari bambu yang berdiri di atas kolam-kolam ikan diwarnai dengan pepohonan rindang nan hijau yang membawa kesejukan saat santap makan, menjadi lebih nikmat terasa.

Tahu Kopeci. Tahu Kopeci atau Tahu Lumping ini biasa dapat ditemukan di Jalan Veteran Jagabaya. Di sepanjang jalan ini kedai-kedai kecil menjajakan Tahu Kopeci di sisi jalan yang sangat ramai apabila minggu akhir tiba.

Tampak luar memang Tahu Kopeci seperti layaknya tahu biasa. Namun ketika digigit, tahu ini bisa terasa kekhasannya. Gurihnya rasa tahu dan berisi padat tidak seperti tahu pong, menjadi salah satu kekhasan dari Tahu Kopeci ini.

Rekomendasi Hotel di Kuningan

1. Hotel Grage Sangkan Hotel & Spa, di Jalan Raya Sangkanhurip No. 1
2. Prima Hotel Sangkanhurip, di Jalan Raya Panawuan No. 121
3. Tirta Sanita Spa & Resort, di Jalan Raya Panawuan No. 98
4. Hotel Ayong, Jalan Linggarjati Indah No. 4 Linggasana, Cilimus
5. Grand Purnama, Jalan Siliwangi No. 91 Kuningan.

(kompas.com)

Ini Alasan Taman Nasional Gunung Rinjani Menarik untuk Dikunjungi

2 September 2014   4 views

rinjani 1

Gunung Rinjani yang ada di Kepulauan Lombok sangat sayang dilewatkan sebagai salah satu lokasi pendakian. Taman Nasional Gunung Rinjani juga menyimpan keindahan tersendiri. Gunung ini adalah gunung api dan gunung tertinggi kedua di Indonesia.

Hutannya sangat lebat. Banyak ditemukan flora dan fauna yang khas ada di Asia Tenggara dan Australia. Dengan ketinggian 3.726 meter, Taman Nasional Gunung Rinjani berada di zona transisi Garis Wallacea. Tidak heran jika flora dan faunanya beragam.

rinjani 2

Jika tidak sempat untuk naik ke puncak Rinjani, Anda bisa melakukan hiking atau trekking. Salah satu yang menarik adlah trekking selama 3 hari. Jalurnya yaitu dari Lereng kawah Senaru berlanjut turun ke kawah danau. Perjalanan diteruskan ke Sembalun Lawang. Jika punya nyali, trekking bisa diteruskan ke puncak gunung.

Mengunjungi Rinjani tidak lengkap jika belum mendatangi Segara Anak. Ini adalah danau sulfur (belerang) yang lokasinya sekitar 600 meter di bawah lereng. Setiap tahun diadakan tradisi pekelan oleh masyarakat Bali dengan member persembahan perhiasan yang diperuntukkan untuk roh gunung. Persembahan ini ditaruh pada danau. Sementara itu, setiap bulan purnama, warga Wetu Telu melakukan ritual berdoa di danau.

Sebelum berkunjung ke sana, pastikan membawa perbekalan yang cukup. Kondisi badan juga mesti fit agar tidak terjadi hal tidak diinginkan.Tetap hormati alam dengan tidak melakukan perusakan lingkungan selama berada di Taman Nasional Gunung Rinjani.
rinjani 3

(sidomi)

 

Menikmati Keindahan Bawah Laut di Ujung Timur Pulau Jawa

26 August 2014   8 views

pantai timur jawaSiapa yang menyangka jika Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang berjuluk “The Sunrise of Java” memiliki dunia bawah laut yang cukup indah. Anda cukup datang ke Pantai Bangsring yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Banyuwangi dan nikmati terumbu karang bersama Bangsring Under Water yang dikelola oleh kelompok nelayan tradisional setempat.

Ada beberapa spot yang bisa memuaskan petualangan di bawah laut yang dipenuhi dengan keindahan terumbu karang dan tebing yang curam secara alami. Keunikan apartemen ikan, soft coral di terumbu karang buatan akan semakin membuat anda lupa waktu untuk snorkeling dan diving.

“Terumbu karang buatan merupakan transplantasi dari para donasi. Termasuk juga apartemen ikan yang sengaja diletakkan di perairan Bangsring untuk tempat tinggal ikan, baik ikan hias maupun ikan konsumsi,” jelas Ikhwan Arief, pengelola Bangsring Under Water kepada Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

Ikhwan mengatakan selain menikmati pemandangan bawah laut, pengunjung bisa melakukan aktivitas konservasi seperti penanaman mangrove dan tranplantasi terumbu karang. “Banyak yang datang ke sini, selain snorkeling dan diving mereka kita ajak untuk melakukan tranplantasi. Satu bulan bisa seribu orang yang berkunjung. Jadi bukan hanya berwisata tapi juga ikut melestarikan lingkungan bawah laut,” jelas Ikhwan Arief.

Menurut Ikhwan, nelayan Bangsring sudah melakukan aktivitas konservasi sejak 2008. Awalnya kerusakan sudah cukup parah karena penangkapan ikan banyak menggunakan bom ikan. “Sekarang terumbu karang sudah mulai pulih 80 persen dan nelayan sekitar sini juga sudah tidak menggunakan potas dan bom karena kita sudah tahu pentingnya terumbu karang bagi kelangsungan potensi laut di wilayah Banyuwangi,” jelasnya.

Untuk mereka yang melakukan snorkeling dan diving akan didampingi oleh pemandu profesional dari kalangan nelayan yang sudah dilatih. “Jadi keselamatan terjamin. Banyak yang tidak bisa berenang juga tidak masalah karena menggunakan pelampung dan terumbu karang sudah bisa dinikmati di kedalaman 1 sampai 3 meter untuk snorkeling pemula,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penyelam ahli bisa menikmati sampai di kedalaman 15-20 meter. “Yang penting jangan lupa gunakan tabir surya agar kulit nggak gosong,” kelakar Ikhwan.

Pulau Tabuhan, “The Hidden Paradise”

Jika sudah menikmati keindahan bawah laut di Pantai Bangsring, anda harus melengkapi petualangan dengan menyeberang ke Pulau Tabuhan dengan menumpang perahu nelayan. Cukup membayar Rp 500.000 untuk satu perahu berisi 10 penumpang akan mengantar anda ke pulau yang terkenal dengan sebutan “The Hidden Paradise”.

Hanya sekitar 30 menit melintas Selat Bali, anda akan sampai di sisi selatan Pulau Tabuhan yang mempunyai luas sekitar 5 hektar. Hamparan pasir putih, dan air laut bening berwarna hijau tosca menyapa mata yang memandang. Buat anda yang suka wisata air pasti tidak akan sabar untuk menyeburkan diri ke dalam air yang tenang dan berlama-lama untuk bermain air di hamparan pasir yang putih. Termasuk juga melihat berbagai jenis ikan hias yang berenang bebas.

Jika kebetulan, maka anda juga akan bertemu dengan nelayan yang sedang menangkap ikan hias langsung dengan tangan dibantu dengan alat sederhana. “Di sini memang ombaknya tidak terlalu kuat dan sering digunakan untuk snorkeling dan diving. Pemandangannya memang sangat memesona. Disebut Pulau Tabuhan karena angin di sini cukup kencang terutama di sisi selatan sehingga terdengar seperti tetabuhan musik,” jelas Surip, nelayan setempat yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata (guide).

Karena pulau tersebut tidak berpenghuni dan tidak tersedia mata air tawar, kepada pengunjung Surip, selalu mengatakan agar membawa perbekalan dari Pantai Bangsring. “Biasanya habis renang dan bermain kan gampang lapar jadi bawa bekal dari daratan termasuk air minum. Dan nanti sampah akan kami bawa kembali ke daratan agar kebersihan tempat ini terjaga,” jelas Surip.

Untuk berkeliling Pulau Tabuhan anda cukup membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Anda juga akan menemukan reruntuhan bangunan yang konon merupakan mercu suar yang dibangun zaman Belanda. Hamparan pasir putih, air yang bersih dan jernih serta burung-burung yang terbang rendah akan membuat anda merasa di pulau pribadi dan betah berlama-lama di pulau yang jarang di kunjungi tersebut.

“Pemandangan bagus banget. Pasirnya putih, masih alami. Cocok buat yang suka wisata pantai. Bisa berenang sepuasnya di sini seperti pulau pribadi,” jelas Sumarsono, warga Banyuwangi yang saat itu berkunjung bersama dengan rekan-rekannya.

“Memang sih kalau ke sini enakan rombongan biar seru dan rame,” tambahnya.

Penasaran? Segera berkunjung ke Banyuwangi dan masukkan agenda untuk menikmati pemandangan bawah laut di Pantai Bangsring dan menjelajah Pulau Tabuhan alias “The Hidden Pradise”. Dijamin anda akan ingin berkunjung lagi dan lagi. (kompas.com)

Uniknya Kampung Adat di Sumba Barat

15 August 2014   8 views

SUMBA-Kampung-adat-Waitabar-di-Sumba-Barat-Foto-Anjas-Prawiokorasanya memiliki rumah sendiri tetapi tidak boleh masuk di dalamnya? Itulah yang berlaku dalam adat di Pulau Sumba. Seorang perempuan yang berstatus menantu, tidak boleh menginjakan kakinya di sebagian rumahnya.

Pembawa acara program “Explore Indonesia” yang tayang di Kompas TV, Kamga, menjumpai larangan adat semacam itu di rumah adat di Kampung Waitabar dan Kampung Tarung. Kedua kampung ini berada di Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat.

Berkunjung ke kampung yang masih tradisional ini, Kamga ditemani Lewo, salah satu pemilik rumah. Rumah berbentuk panggung dengan atap berbentuk menara menjulang. Di dinding bagian depan rumah dipajang jejeran tulang kepala dan tanduk kerbau.

Di bagian dalam rumah terdapat pembatas bambu yang memisahkan ruangan menjadi 2 bagian di sisi kanan dan kiri. Seorang perempuan menyajikan minuman kepada tamu yang datang, tetapi ia hanya memberikan dari seberang bambu.

“Kalau yang boleh masuk melalui pintu sebelah sini khusus cowok saja, kalau perempuan nggak bisa lewat sini. Maksudnya untuk perempuan menantu, kalau anak langsung boleh. Jadi istri saya walaupun tinggal di sini, seumur hidupnya tidak boleh masuk ruangan ini. Ibu saya juga tidak boleh,” jelas Lewo.

Jika larangan dilanggar, mereka mempercayai bisa timbul hal-hal yang tidak baik. Di bagian langit-langit rumah, banyak terdapat sarang laba-laba dibiarkan tanpa dibersihkan. Pemilik rumah memang sengaja membiarkan karena mereka meyakini laba-laba menjadi petanda rezeki, sehingga tidak boleh diusir.

Untuk mengetahui seberapa tua sebuah rumah, bisa dilihat dari tangkai daun kelapa yang digantung di dekat tiang rumah. Setiap tahun akan dipasang satu tankai daun kelapa untuk menandai umur rumah.

Dapur berada di bagian tengah rumah. Asap yang mengepul dari perapian bisa bermanfaat untuk mengawetkan kayu dan bagian-again rumah sehingga lebih kuat dan tahan lama.

Di atas tungku biasanya digantung daging asap yang dibiarkan berhari-hari hingga mengering. Daging asap bisa dikonsumsi dalam jangka waktu lama bahkan hingga satu tahun.

Lewo kemudian mengajak Kamga keluar rumah menuju halaman tengah perkampungan. Ia menunjukan sebuah gundukan dengan sebuah tiang kayu ditancapkan di tengahnya. Di dalamnya berisi 7 kepala manusia.

“Ini namanya adung. Tempat kepala manusia musuh. Dulu sekali kan antar kampung sering perang, jadi musuh yang dibunuh kepalanya dikubur di sini,” jelas Lewo.

Seringnya terjadi perang antar kampung pada masa lampau, membuat perkampungan adat di Sumba sebagian besar berada di atas bukit. Hal ini didesain untuk menangkal serangan musuh.

Dengan berada di atas bukit, musuh akan sulit melakukan penyerangan. Sementara di bagian atas, warga kampung tinggal menggulingkan batu-batu besar untuk menghalau lawan.
(kompas.com)

Pasumpahan, Pulau Terindah di Sumatera Barat

9 August 2014   8 views

pasumpahanSUDAH diakui kalau Sumatera Barat itu punya paket wisata lengkap. Orang bilang nggak usah jauh-jauh ke luar negeri, ke Sumatera Barat saja semuanya ada. Mau kulineran, disini tempatnya. Mau melihat arsitektur dan budaya, di sini kental banget. Mau cari pegunungan dan lembah, Sumatera Barat tempatnya.

Kalau destinasi-destinasi wisata yang saya sebutkan barusan pasti sudah banyak yang tahu. Ternyata Sumatera Barat itu juga punya wisata bahari lho. Pasti nggak banyak yang tahu kalau Sumatera Barat punya kepulauan yang sangat indah dan cantik. Di sini saya mau sharing tentang Pulau Pasumpahan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan dari pantai di Kota Padang.

Sumatera Barat memiliki kekayaan alam serta budaya masyarakatnya yang khas dan unik. Wilayah yang terbentang dari pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera ini menyuguhkan pengalaman yang unik dan telah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dan favorit di Tanah Air.

Terletak di bibir pantai barat Sumatera, Padang menjadi kota terpenting di Sumbar sekaligus sebagai pusat pemerintahan provinsi. Selain kota bisnis dan pusat pemerintahan, Padang bisa menjadi tempat persinggahan yang menarik bagi para wisatawan sebelum menjelajahi tempat lain, berkat adanya sejumlah lokasi wisata di sekitarnya.

Pulau Pasumpahan adalah sebuah pulau yang berada di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumbar. Oleh karenanya pulau ini dekat jika kita menggunakan speed boat dari Teluk Bungus yang berada dekat dari Kota Padang. Klaim akan keindahan lautnya membuat pulau ini mulai dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

Pulau Pasumpahan berada sekitar 200 meter dari Pulau Sikuai. Pulau ini memiliki obyek wisata pantai pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga. Selain itu pulau ini menjadi tempat berteduh atau berkumpulnya para nelayan. Di pinggir pantai kita bisa melihat banyak aktivitas nelayan di sini yang sedang menangkap ikan maupun menjaring ikan.

Pulau ini diharapkan menjadi daerah tujuan wisata unggulan di Sumatera Barat. Terletak di sebelah barat Pulau Setan Kecil, untuk menempuh pulau ini memakan waktu 40 menit dari Pulau Pisang dengan mesin 45 PK.

Potensi wisata bawah laut di kawasan wisata bahari pantai barat Kota Padang ini berupa kawasan ekosistem terumbu karang yang terdapat hampir di setiap pulau, di antaranya di Pulau Gosong. Selain dari terumbu karang berbagai jenis ikan karang atau ikan-ikan hias juga sangat menarik untuk dinikmati wisatawan.

Di perairan Kota Padang ditemukan 21 jenis ikan kepe-kepe yang didominasi oleh Chaetodon trifascialis. Lokasi-Iokasi penyelaman yang sudah mulai dipasarkan kepada wisatawan antara lain Pulau Gosong, Pulau Ular, Pulau Sirandah, dan Pulan Pandan.

Karena keindahan Pulau Pasumpahan dan pulau-pulau sekitarnya kini tengah diincar banyak investor lokal maupun asing untuk dikembangkan sebagai obyek wisata yang diunggulkan Sumbar. Ya, karena potensi pariwisata bahari di kepulauan Sumatera Barat ini benar-benar bagus dan bisa dikembangkan.

Hamparan pasir di sepanjang pantai Pasumpahan yang disertai deburan ombak menjadi daya tarik utama pantai ini. Sebuah pulau mungil yang melayang di lepas pantai, menjadi bonus pemandangan yang bernilai. Bentangan pantai landainya yang dialasi miliaran butir pasir putih, suasananya yang hening memang daya tarik unggulan dari pulau ini.

Dengan demikian, para wisatawan akan serasa terisolir jauh keriuhan kota meski sebenarnya hanya selangkah dari keramaian kota. Berkeliling di pulau ini bakal terasa menyenangkan. Dengan berjalan kaki wisatawan dapat menyaksikan panorama alam sekeliling pulau yang begitu memanjakan mata. Maka tidak salah kalau Pulau Pasumpahan ini disebut sebagai salah satu pulau terindah di Sumatera Barat.

(kompas.com)

Melongok Masjid yang Jadi Pusat Ibadah Umat Muslim di Curitiba Brasil

21 July 2014   5 views

masjidali di brazilMuslim di Negeri Samba, Brasil memang bukan mayoritas. Namun, bukan berarti Anda tak bisa menemukan kehidupan masyarakat Muslim di sana. Seperti yang terjadi di Kota Curitiba, ibu kota negara bagian Parana atau di bagian tenggara Brasil.

Islam berkembang cukup pesat di sana, hal ini bisa terlihat dengan adanya sebuah masjid yang berdiri megah. Namanya Masjid Imam Ali Bin Abi Thalib. Seperti dilongok dari Reuters, masjid bersejarah ini sudah berdiri sejak bulan Mei tahun 1972. Nama masjidnya diambil dari nama menantu Nabi Muhammad sekaligus Khalifah terakhir, Ali bin Abi Thalib.

Masjid Ali Bin Abi Thalib didirikan oleh komunitas Muslim di kota tersebut. Usut punya usut, Curitiba merupakan satu dari tiga kota dengan penduduk muslim terbanyak terbanyak di Brasil yakni dua lainnya adalah Sao Paulo dan Iguazu. Agama Islam sendiri masuk ke Brasil saat abad ke-15, yang berasal dari budak-budak Afrika yang dibawa para pelaut Portugis ke sana.

Sejak tahun 1972, Masjid Imam Ali Bin Abi Thalib jadi tempat pusat ibadah umat Muslim di Curitiba. Saat salat Jumat dan salat Ied, masjid ini makin ramai dipenuhi jamaah.

Tampak luar, Masjid Imam Bin Abi Thalib memiliki dua menara dan satu kubah besar. Perlengkapan salat di dalamnya lengkap, serta ada juga tasbih dan Al Quran untuk beribadah. Seluruh karpet di dalam masjidnya adalah karpet Persia.

Meski begitu, Masjid Imam Ali Bin ABi Thalib jauh dari kesan mewah dan megah. Masjid yang cukup sederhana, namun mampu menampung banyak jamaah. Dan di sinilah, Anda bisa mengenal kehidupan masyarakat Muslim Brasil dari dekat.
(detik.com)

Kisah Kubah Masjid yang Dihanyutkan Tsunami Aceh

19 July 2014   20 views

kubah masjid terbawa tsunamiTragedi tsunami Aceh meninggalkan banyak jejak yang bisa didatangi wisatawan untuk mengenang kisah pilu itu. Salah satunya adalah sebuah kubah masjid yang dihanyutkan tsunami sejauh 2,5 km di Aceh Besar. Yuk lihat!

Di antara hamparan sawah siapa sangka ada kubah mesjid yang terduduk manis. Ya, Anda akan langsung teringat musibah tsunami yang melanda Serambi Makkah ini.

Salah satu objek wisata peninggalan tsunami yang kini menjadi monumen terletak di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Konon sejarahnya kubah mesjid ini hanyut terbawa air sekitar 2,5 Km dari posisi semulanya di Desa Lam Teungoh, Aceh Besar!

Menurut keterangan dari Pak Darmawan, salah seorang warga setempat, di kubah tersebut juga terdapat Al Quran yang di bawa oleh derasnya air tsunami, yang kini telah disimpan di dalam kotak kaca sebagai bukti sejarah tsunami di Aceh.

Nah, selain Museum Tsunami, PLTD Apung dan kapal di atas rumah, Anda juga bisa mengunjungi monumen Kubah Mesjid sebagai referensi destinasi wisata di Aceh. Monumen ini akan menjadi pengingat bahwa bencana hebat pernah terjadi di Aceh.

Hal ini juga sebagai pengingat bahwa kuasa Allah lebih besar daripada makhluk yang diciptakan-Nya. Semoga kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan.
(detik.com)

Kompetisi Balap Motor Sambil “Ngabuburit”

16 July 2014   14 views

BALAP mOTORBanyak orang beranggapan, bulan Ramadhan membuat segala kegiatan otomotif akan terhenti sejenak. Hal itu tidak berlaku bagi para pegiat dan penggemar olahraga otomotif road race di Jawa Barat. Mereka tetap konsisten untuk tetap menggelar berbagai aktifitas dalam menunjang hobi yang mereka jalani. Semangat serta keinginan yang begitu tinggi untuk bersama-sama menggelar kegiatan balap road race sekalipun sedang dalam keadaan menjalankan ibadah puasa. Maraknya serta suburnya jumlah pembalap, diperlukan sebuah wadah serta sarana untuk mengaplikasikan keinginan dalam menjalankan hobi berprestasi. Atas prakarsa klub event otomotif bernama Sumber production, akhirnya digelar perhelatan bertajuk “DRC Yamaha Ramadhan Race Sumber Production 2014”, yang berlangsung disirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi, Jum’at-Sabtu, 11-12 Juli 2014.

Perhelatan balap yang disupport oleh produk knalpot DRC Racing Exhaust dan Yamaha ini, Mampu menyedot animo starter hingga 350 starter yang terbagi kedalam beberapa nomor kelas. Hampir seluruh pembalap terbaik Jawa Barat dan juga pembalap wanita, tak ingin ketinggalan meramaikan jalannya persaingan.

“DRC Racing Development dengan produk unggulan knalpot DRC Victory khusus untuk balap, dalam hal ini ingin lebih mengenalkan produk kami ke wilayah Jabar dan ini event lokal yang pertama kita support, untuk nasional kita sudah support semua seri Kejurnas MotoPrix region Jawa. “Produk DRC Victory juga di riset beberapa tim, yaitu MKO Cendana AJM DRC Kyt D1, Madura Jaya DRC dan tim Vespa Nash Custom DRC Racing Team yang di event sekarang ketiga tim semuanya ikut balap,” kata, Uung selaku Marketing dari DRC Racing Development, yang tahun depan rencananya akan lebih fokus lagi mensupport event dan tim balap Jawa Barat.

Walaupun dalam keadaan puasa, para pembalap tetap semangat dan berlaga sejak pagi hingga sore hari. Serangkaian aktifitas yang di usung bukan hanya sebagai bentuk dalam rangka “Ngabuburit” di bulan ramadhan. Melainkan kegiatan ini untuk mencari bibit pembalap baru sebagai regenerasi dari para pembalap senior yang nantinya bisa mencetak segudang prestasi di dunia balap motor.

“Keinginan untuk berkumpul menjalin silaturahmi, hingga melakukan aktifitas bal motor tetap menggebu hingga menanti waktu berbuka puasa. “Ngabuburit” dengan cara menjalani balap road race ini menjadi sesuatu yang mempunyai arti lebih dari sekedar berkompetisi. Saya menaruh apresiasi ditengah jumlah peserta yang sangat membludak. Ramadhan race ini akan dijadikan agenda rutin setiap tahunnya. Intinya, kegiatan ini menjadi wadah untuk melahirkan para pembalap yang berprestasi dan tentunya memajukan dunia otomotif Jawa Barat,”kata, Sumber Agung Rizki, pentolan klub event balap Sumber production.

Untuk agenda final yang merupakan event pamungkas dari kegiatan balap road race yang diselenggarakan oleh Sumber Production ini, akan digelar pada bulan September 2014 mendatang, serta akan diisi pula oleh kontes modifikasi motor.
(bandungtv.co.id)

Next Page »