web analytics

Ini Alasan Taman Nasional Gunung Rinjani Menarik untuk Dikunjungi

2 September 2014   4 views

rinjani 1

Gunung Rinjani yang ada di Kepulauan Lombok sangat sayang dilewatkan sebagai salah satu lokasi pendakian. Taman Nasional Gunung Rinjani juga menyimpan keindahan tersendiri. Gunung ini adalah gunung api dan gunung tertinggi kedua di Indonesia.

Hutannya sangat lebat. Banyak ditemukan flora dan fauna yang khas ada di Asia Tenggara dan Australia. Dengan ketinggian 3.726 meter, Taman Nasional Gunung Rinjani berada di zona transisi Garis Wallacea. Tidak heran jika flora dan faunanya beragam.

rinjani 2

Jika tidak sempat untuk naik ke puncak Rinjani, Anda bisa melakukan hiking atau trekking. Salah satu yang menarik adlah trekking selama 3 hari. Jalurnya yaitu dari Lereng kawah Senaru berlanjut turun ke kawah danau. Perjalanan diteruskan ke Sembalun Lawang. Jika punya nyali, trekking bisa diteruskan ke puncak gunung.

Mengunjungi Rinjani tidak lengkap jika belum mendatangi Segara Anak. Ini adalah danau sulfur (belerang) yang lokasinya sekitar 600 meter di bawah lereng. Setiap tahun diadakan tradisi pekelan oleh masyarakat Bali dengan member persembahan perhiasan yang diperuntukkan untuk roh gunung. Persembahan ini ditaruh pada danau. Sementara itu, setiap bulan purnama, warga Wetu Telu melakukan ritual berdoa di danau.

Sebelum berkunjung ke sana, pastikan membawa perbekalan yang cukup. Kondisi badan juga mesti fit agar tidak terjadi hal tidak diinginkan.Tetap hormati alam dengan tidak melakukan perusakan lingkungan selama berada di Taman Nasional Gunung Rinjani.
rinjani 3

(sidomi)

 

Menikmati Keindahan Bawah Laut di Ujung Timur Pulau Jawa

26 August 2014   5 views

pantai timur jawaSiapa yang menyangka jika Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur yang berjuluk “The Sunrise of Java” memiliki dunia bawah laut yang cukup indah. Anda cukup datang ke Pantai Bangsring yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Banyuwangi dan nikmati terumbu karang bersama Bangsring Under Water yang dikelola oleh kelompok nelayan tradisional setempat.

Ada beberapa spot yang bisa memuaskan petualangan di bawah laut yang dipenuhi dengan keindahan terumbu karang dan tebing yang curam secara alami. Keunikan apartemen ikan, soft coral di terumbu karang buatan akan semakin membuat anda lupa waktu untuk snorkeling dan diving.

“Terumbu karang buatan merupakan transplantasi dari para donasi. Termasuk juga apartemen ikan yang sengaja diletakkan di perairan Bangsring untuk tempat tinggal ikan, baik ikan hias maupun ikan konsumsi,” jelas Ikhwan Arief, pengelola Bangsring Under Water kepada Kompas.com beberapa waktu yang lalu.

Ikhwan mengatakan selain menikmati pemandangan bawah laut, pengunjung bisa melakukan aktivitas konservasi seperti penanaman mangrove dan tranplantasi terumbu karang. “Banyak yang datang ke sini, selain snorkeling dan diving mereka kita ajak untuk melakukan tranplantasi. Satu bulan bisa seribu orang yang berkunjung. Jadi bukan hanya berwisata tapi juga ikut melestarikan lingkungan bawah laut,” jelas Ikhwan Arief.

Menurut Ikhwan, nelayan Bangsring sudah melakukan aktivitas konservasi sejak 2008. Awalnya kerusakan sudah cukup parah karena penangkapan ikan banyak menggunakan bom ikan. “Sekarang terumbu karang sudah mulai pulih 80 persen dan nelayan sekitar sini juga sudah tidak menggunakan potas dan bom karena kita sudah tahu pentingnya terumbu karang bagi kelangsungan potensi laut di wilayah Banyuwangi,” jelasnya.

Untuk mereka yang melakukan snorkeling dan diving akan didampingi oleh pemandu profesional dari kalangan nelayan yang sudah dilatih. “Jadi keselamatan terjamin. Banyak yang tidak bisa berenang juga tidak masalah karena menggunakan pelampung dan terumbu karang sudah bisa dinikmati di kedalaman 1 sampai 3 meter untuk snorkeling pemula,” ungkapnya.

Sedangkan untuk penyelam ahli bisa menikmati sampai di kedalaman 15-20 meter. “Yang penting jangan lupa gunakan tabir surya agar kulit nggak gosong,” kelakar Ikhwan.

Pulau Tabuhan, “The Hidden Paradise”

Jika sudah menikmati keindahan bawah laut di Pantai Bangsring, anda harus melengkapi petualangan dengan menyeberang ke Pulau Tabuhan dengan menumpang perahu nelayan. Cukup membayar Rp 500.000 untuk satu perahu berisi 10 penumpang akan mengantar anda ke pulau yang terkenal dengan sebutan “The Hidden Paradise”.

Hanya sekitar 30 menit melintas Selat Bali, anda akan sampai di sisi selatan Pulau Tabuhan yang mempunyai luas sekitar 5 hektar. Hamparan pasir putih, dan air laut bening berwarna hijau tosca menyapa mata yang memandang. Buat anda yang suka wisata air pasti tidak akan sabar untuk menyeburkan diri ke dalam air yang tenang dan berlama-lama untuk bermain air di hamparan pasir yang putih. Termasuk juga melihat berbagai jenis ikan hias yang berenang bebas.

Jika kebetulan, maka anda juga akan bertemu dengan nelayan yang sedang menangkap ikan hias langsung dengan tangan dibantu dengan alat sederhana. “Di sini memang ombaknya tidak terlalu kuat dan sering digunakan untuk snorkeling dan diving. Pemandangannya memang sangat memesona. Disebut Pulau Tabuhan karena angin di sini cukup kencang terutama di sisi selatan sehingga terdengar seperti tetabuhan musik,” jelas Surip, nelayan setempat yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata (guide).

Karena pulau tersebut tidak berpenghuni dan tidak tersedia mata air tawar, kepada pengunjung Surip, selalu mengatakan agar membawa perbekalan dari Pantai Bangsring. “Biasanya habis renang dan bermain kan gampang lapar jadi bawa bekal dari daratan termasuk air minum. Dan nanti sampah akan kami bawa kembali ke daratan agar kebersihan tempat ini terjaga,” jelas Surip.

Untuk berkeliling Pulau Tabuhan anda cukup membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Anda juga akan menemukan reruntuhan bangunan yang konon merupakan mercu suar yang dibangun zaman Belanda. Hamparan pasir putih, air yang bersih dan jernih serta burung-burung yang terbang rendah akan membuat anda merasa di pulau pribadi dan betah berlama-lama di pulau yang jarang di kunjungi tersebut.

“Pemandangan bagus banget. Pasirnya putih, masih alami. Cocok buat yang suka wisata pantai. Bisa berenang sepuasnya di sini seperti pulau pribadi,” jelas Sumarsono, warga Banyuwangi yang saat itu berkunjung bersama dengan rekan-rekannya.

“Memang sih kalau ke sini enakan rombongan biar seru dan rame,” tambahnya.

Penasaran? Segera berkunjung ke Banyuwangi dan masukkan agenda untuk menikmati pemandangan bawah laut di Pantai Bangsring dan menjelajah Pulau Tabuhan alias “The Hidden Pradise”. Dijamin anda akan ingin berkunjung lagi dan lagi. (kompas.com)

Uniknya Kampung Adat di Sumba Barat

15 August 2014   7 views

SUMBA-Kampung-adat-Waitabar-di-Sumba-Barat-Foto-Anjas-Prawiokorasanya memiliki rumah sendiri tetapi tidak boleh masuk di dalamnya? Itulah yang berlaku dalam adat di Pulau Sumba. Seorang perempuan yang berstatus menantu, tidak boleh menginjakan kakinya di sebagian rumahnya.

Pembawa acara program “Explore Indonesia” yang tayang di Kompas TV, Kamga, menjumpai larangan adat semacam itu di rumah adat di Kampung Waitabar dan Kampung Tarung. Kedua kampung ini berada di Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat.

Berkunjung ke kampung yang masih tradisional ini, Kamga ditemani Lewo, salah satu pemilik rumah. Rumah berbentuk panggung dengan atap berbentuk menara menjulang. Di dinding bagian depan rumah dipajang jejeran tulang kepala dan tanduk kerbau.

Di bagian dalam rumah terdapat pembatas bambu yang memisahkan ruangan menjadi 2 bagian di sisi kanan dan kiri. Seorang perempuan menyajikan minuman kepada tamu yang datang, tetapi ia hanya memberikan dari seberang bambu.

“Kalau yang boleh masuk melalui pintu sebelah sini khusus cowok saja, kalau perempuan nggak bisa lewat sini. Maksudnya untuk perempuan menantu, kalau anak langsung boleh. Jadi istri saya walaupun tinggal di sini, seumur hidupnya tidak boleh masuk ruangan ini. Ibu saya juga tidak boleh,” jelas Lewo.

Jika larangan dilanggar, mereka mempercayai bisa timbul hal-hal yang tidak baik. Di bagian langit-langit rumah, banyak terdapat sarang laba-laba dibiarkan tanpa dibersihkan. Pemilik rumah memang sengaja membiarkan karena mereka meyakini laba-laba menjadi petanda rezeki, sehingga tidak boleh diusir.

Untuk mengetahui seberapa tua sebuah rumah, bisa dilihat dari tangkai daun kelapa yang digantung di dekat tiang rumah. Setiap tahun akan dipasang satu tankai daun kelapa untuk menandai umur rumah.

Dapur berada di bagian tengah rumah. Asap yang mengepul dari perapian bisa bermanfaat untuk mengawetkan kayu dan bagian-again rumah sehingga lebih kuat dan tahan lama.

Di atas tungku biasanya digantung daging asap yang dibiarkan berhari-hari hingga mengering. Daging asap bisa dikonsumsi dalam jangka waktu lama bahkan hingga satu tahun.

Lewo kemudian mengajak Kamga keluar rumah menuju halaman tengah perkampungan. Ia menunjukan sebuah gundukan dengan sebuah tiang kayu ditancapkan di tengahnya. Di dalamnya berisi 7 kepala manusia.

“Ini namanya adung. Tempat kepala manusia musuh. Dulu sekali kan antar kampung sering perang, jadi musuh yang dibunuh kepalanya dikubur di sini,” jelas Lewo.

Seringnya terjadi perang antar kampung pada masa lampau, membuat perkampungan adat di Sumba sebagian besar berada di atas bukit. Hal ini didesain untuk menangkal serangan musuh.

Dengan berada di atas bukit, musuh akan sulit melakukan penyerangan. Sementara di bagian atas, warga kampung tinggal menggulingkan batu-batu besar untuk menghalau lawan.
(kompas.com)

Pasumpahan, Pulau Terindah di Sumatera Barat

9 August 2014   6 views

pasumpahanSUDAH diakui kalau Sumatera Barat itu punya paket wisata lengkap. Orang bilang nggak usah jauh-jauh ke luar negeri, ke Sumatera Barat saja semuanya ada. Mau kulineran, disini tempatnya. Mau melihat arsitektur dan budaya, di sini kental banget. Mau cari pegunungan dan lembah, Sumatera Barat tempatnya.

Kalau destinasi-destinasi wisata yang saya sebutkan barusan pasti sudah banyak yang tahu. Ternyata Sumatera Barat itu juga punya wisata bahari lho. Pasti nggak banyak yang tahu kalau Sumatera Barat punya kepulauan yang sangat indah dan cantik. Di sini saya mau sharing tentang Pulau Pasumpahan yang hanya berjarak 1 jam perjalanan dari pantai di Kota Padang.

Sumatera Barat memiliki kekayaan alam serta budaya masyarakatnya yang khas dan unik. Wilayah yang terbentang dari pesisir barat hingga bagian tengah Sumatera ini menyuguhkan pengalaman yang unik dan telah menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dan favorit di Tanah Air.

Terletak di bibir pantai barat Sumatera, Padang menjadi kota terpenting di Sumbar sekaligus sebagai pusat pemerintahan provinsi. Selain kota bisnis dan pusat pemerintahan, Padang bisa menjadi tempat persinggahan yang menarik bagi para wisatawan sebelum menjelajahi tempat lain, berkat adanya sejumlah lokasi wisata di sekitarnya.

Pulau Pasumpahan adalah sebuah pulau yang berada di perairan Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumbar. Oleh karenanya pulau ini dekat jika kita menggunakan speed boat dari Teluk Bungus yang berada dekat dari Kota Padang. Klaim akan keindahan lautnya membuat pulau ini mulai dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

Pulau Pasumpahan berada sekitar 200 meter dari Pulau Sikuai. Pulau ini memiliki obyek wisata pantai pasir putih dengan terumbu karang yang masih terjaga. Selain itu pulau ini menjadi tempat berteduh atau berkumpulnya para nelayan. Di pinggir pantai kita bisa melihat banyak aktivitas nelayan di sini yang sedang menangkap ikan maupun menjaring ikan.

Pulau ini diharapkan menjadi daerah tujuan wisata unggulan di Sumatera Barat. Terletak di sebelah barat Pulau Setan Kecil, untuk menempuh pulau ini memakan waktu 40 menit dari Pulau Pisang dengan mesin 45 PK.

Potensi wisata bawah laut di kawasan wisata bahari pantai barat Kota Padang ini berupa kawasan ekosistem terumbu karang yang terdapat hampir di setiap pulau, di antaranya di Pulau Gosong. Selain dari terumbu karang berbagai jenis ikan karang atau ikan-ikan hias juga sangat menarik untuk dinikmati wisatawan.

Di perairan Kota Padang ditemukan 21 jenis ikan kepe-kepe yang didominasi oleh Chaetodon trifascialis. Lokasi-Iokasi penyelaman yang sudah mulai dipasarkan kepada wisatawan antara lain Pulau Gosong, Pulau Ular, Pulau Sirandah, dan Pulan Pandan.

Karena keindahan Pulau Pasumpahan dan pulau-pulau sekitarnya kini tengah diincar banyak investor lokal maupun asing untuk dikembangkan sebagai obyek wisata yang diunggulkan Sumbar. Ya, karena potensi pariwisata bahari di kepulauan Sumatera Barat ini benar-benar bagus dan bisa dikembangkan.

Hamparan pasir di sepanjang pantai Pasumpahan yang disertai deburan ombak menjadi daya tarik utama pantai ini. Sebuah pulau mungil yang melayang di lepas pantai, menjadi bonus pemandangan yang bernilai. Bentangan pantai landainya yang dialasi miliaran butir pasir putih, suasananya yang hening memang daya tarik unggulan dari pulau ini.

Dengan demikian, para wisatawan akan serasa terisolir jauh keriuhan kota meski sebenarnya hanya selangkah dari keramaian kota. Berkeliling di pulau ini bakal terasa menyenangkan. Dengan berjalan kaki wisatawan dapat menyaksikan panorama alam sekeliling pulau yang begitu memanjakan mata. Maka tidak salah kalau Pulau Pasumpahan ini disebut sebagai salah satu pulau terindah di Sumatera Barat.

(kompas.com)

Melongok Masjid yang Jadi Pusat Ibadah Umat Muslim di Curitiba Brasil

21 July 2014   4 views

masjidali di brazilMuslim di Negeri Samba, Brasil memang bukan mayoritas. Namun, bukan berarti Anda tak bisa menemukan kehidupan masyarakat Muslim di sana. Seperti yang terjadi di Kota Curitiba, ibu kota negara bagian Parana atau di bagian tenggara Brasil.

Islam berkembang cukup pesat di sana, hal ini bisa terlihat dengan adanya sebuah masjid yang berdiri megah. Namanya Masjid Imam Ali Bin Abi Thalib. Seperti dilongok dari Reuters, masjid bersejarah ini sudah berdiri sejak bulan Mei tahun 1972. Nama masjidnya diambil dari nama menantu Nabi Muhammad sekaligus Khalifah terakhir, Ali bin Abi Thalib.

Masjid Ali Bin Abi Thalib didirikan oleh komunitas Muslim di kota tersebut. Usut punya usut, Curitiba merupakan satu dari tiga kota dengan penduduk muslim terbanyak terbanyak di Brasil yakni dua lainnya adalah Sao Paulo dan Iguazu. Agama Islam sendiri masuk ke Brasil saat abad ke-15, yang berasal dari budak-budak Afrika yang dibawa para pelaut Portugis ke sana.

Sejak tahun 1972, Masjid Imam Ali Bin Abi Thalib jadi tempat pusat ibadah umat Muslim di Curitiba. Saat salat Jumat dan salat Ied, masjid ini makin ramai dipenuhi jamaah.

Tampak luar, Masjid Imam Bin Abi Thalib memiliki dua menara dan satu kubah besar. Perlengkapan salat di dalamnya lengkap, serta ada juga tasbih dan Al Quran untuk beribadah. Seluruh karpet di dalam masjidnya adalah karpet Persia.

Meski begitu, Masjid Imam Ali Bin ABi Thalib jauh dari kesan mewah dan megah. Masjid yang cukup sederhana, namun mampu menampung banyak jamaah. Dan di sinilah, Anda bisa mengenal kehidupan masyarakat Muslim Brasil dari dekat.
(detik.com)

Kisah Kubah Masjid yang Dihanyutkan Tsunami Aceh

19 July 2014   19 views

kubah masjid terbawa tsunamiTragedi tsunami Aceh meninggalkan banyak jejak yang bisa didatangi wisatawan untuk mengenang kisah pilu itu. Salah satunya adalah sebuah kubah masjid yang dihanyutkan tsunami sejauh 2,5 km di Aceh Besar. Yuk lihat!

Di antara hamparan sawah siapa sangka ada kubah mesjid yang terduduk manis. Ya, Anda akan langsung teringat musibah tsunami yang melanda Serambi Makkah ini.

Salah satu objek wisata peninggalan tsunami yang kini menjadi monumen terletak di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Konon sejarahnya kubah mesjid ini hanyut terbawa air sekitar 2,5 Km dari posisi semulanya di Desa Lam Teungoh, Aceh Besar!

Menurut keterangan dari Pak Darmawan, salah seorang warga setempat, di kubah tersebut juga terdapat Al Quran yang di bawa oleh derasnya air tsunami, yang kini telah disimpan di dalam kotak kaca sebagai bukti sejarah tsunami di Aceh.

Nah, selain Museum Tsunami, PLTD Apung dan kapal di atas rumah, Anda juga bisa mengunjungi monumen Kubah Mesjid sebagai referensi destinasi wisata di Aceh. Monumen ini akan menjadi pengingat bahwa bencana hebat pernah terjadi di Aceh.

Hal ini juga sebagai pengingat bahwa kuasa Allah lebih besar daripada makhluk yang diciptakan-Nya. Semoga kita selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan.
(detik.com)

Kompetisi Balap Motor Sambil “Ngabuburit”

16 July 2014   11 views

BALAP mOTORBanyak orang beranggapan, bulan Ramadhan membuat segala kegiatan otomotif akan terhenti sejenak. Hal itu tidak berlaku bagi para pegiat dan penggemar olahraga otomotif road race di Jawa Barat. Mereka tetap konsisten untuk tetap menggelar berbagai aktifitas dalam menunjang hobi yang mereka jalani. Semangat serta keinginan yang begitu tinggi untuk bersama-sama menggelar kegiatan balap road race sekalipun sedang dalam keadaan menjalankan ibadah puasa. Maraknya serta suburnya jumlah pembalap, diperlukan sebuah wadah serta sarana untuk mengaplikasikan keinginan dalam menjalankan hobi berprestasi. Atas prakarsa klub event otomotif bernama Sumber production, akhirnya digelar perhelatan bertajuk “DRC Yamaha Ramadhan Race Sumber Production 2014”, yang berlangsung disirkuit Brigif 15 Kujang II Cimahi, Jum’at-Sabtu, 11-12 Juli 2014.

Perhelatan balap yang disupport oleh produk knalpot DRC Racing Exhaust dan Yamaha ini, Mampu menyedot animo starter hingga 350 starter yang terbagi kedalam beberapa nomor kelas. Hampir seluruh pembalap terbaik Jawa Barat dan juga pembalap wanita, tak ingin ketinggalan meramaikan jalannya persaingan.

“DRC Racing Development dengan produk unggulan knalpot DRC Victory khusus untuk balap, dalam hal ini ingin lebih mengenalkan produk kami ke wilayah Jabar dan ini event lokal yang pertama kita support, untuk nasional kita sudah support semua seri Kejurnas MotoPrix region Jawa. “Produk DRC Victory juga di riset beberapa tim, yaitu MKO Cendana AJM DRC Kyt D1, Madura Jaya DRC dan tim Vespa Nash Custom DRC Racing Team yang di event sekarang ketiga tim semuanya ikut balap,” kata, Uung selaku Marketing dari DRC Racing Development, yang tahun depan rencananya akan lebih fokus lagi mensupport event dan tim balap Jawa Barat.

Walaupun dalam keadaan puasa, para pembalap tetap semangat dan berlaga sejak pagi hingga sore hari. Serangkaian aktifitas yang di usung bukan hanya sebagai bentuk dalam rangka “Ngabuburit” di bulan ramadhan. Melainkan kegiatan ini untuk mencari bibit pembalap baru sebagai regenerasi dari para pembalap senior yang nantinya bisa mencetak segudang prestasi di dunia balap motor.

“Keinginan untuk berkumpul menjalin silaturahmi, hingga melakukan aktifitas bal motor tetap menggebu hingga menanti waktu berbuka puasa. “Ngabuburit” dengan cara menjalani balap road race ini menjadi sesuatu yang mempunyai arti lebih dari sekedar berkompetisi. Saya menaruh apresiasi ditengah jumlah peserta yang sangat membludak. Ramadhan race ini akan dijadikan agenda rutin setiap tahunnya. Intinya, kegiatan ini menjadi wadah untuk melahirkan para pembalap yang berprestasi dan tentunya memajukan dunia otomotif Jawa Barat,”kata, Sumber Agung Rizki, pentolan klub event balap Sumber production.

Untuk agenda final yang merupakan event pamungkas dari kegiatan balap road race yang diselenggarakan oleh Sumber Production ini, akan digelar pada bulan September 2014 mendatang, serta akan diisi pula oleh kontes modifikasi motor.
(bandungtv.co.id)

Ngabuburit Naik Bandros Keliling Bandung, Mau?

12 July 2014   67 views

buswisata badrosWarga Bandung yang ingin ngabuburit sambil merasakan sensasi naik bus wisata Bandros (Bandung Tour on Bus) kini bisa datang langsung ke Jalan Cilaki. Cukup membayar Rp 10 ribu, bisa langsung keliling Bandung dengan bus tingkat tersebut.

Menurut Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, program tersebut memang diadakan spesial selama bulan Ramadhan untuk ngabuburit.

“Kita memang ada program, bandros dipakai ngabuburit. Nangkring di Cisangkuy. Mulai dari menjelang buka saja, bada Ashar,” ujar Emil sapaan akrab Ridwan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (11/7/2014).

Rutenya sendiri menurut Emil yakni jalur wisata yang sudah biasa dilalui Bandros.

“Rutenya ya jalur turis. Tinggal bayar saja sepuluh ribu, buat bensin,” tandasnya.
(detik.com)

Wisata Religi Ramadan, Ziarah ke Makam Wali Songo

10 July 2014   6 views

walisongoBanyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi Ramadan. Salah satunya dalah wisata religi. Kali ini, traveling ziarah ke makam Wali Songo. Seperti apa?

Di Pulau Jawa, penyebar Islam yang paling terkenal adalah Wali Songo. Kesembilan wali ini punya kisah yang bisa ditelusuri dengan wisata ziarah. Ada banyak paket tur yang menawarkan wisata ini, salah satunya tourwisata.com.

Menurut Hasan dari Tourwisata.com, Selasa (8/7/2014), paket ini biasanya berlangsung selama 6 hari 5 malam. Ditambah, kebanyakan yang mengambil paket ini pada bulan Maulud, sekitar Januari atau Februari.

Tapi, tak ada salahnya ziarah saat Ramadan. Tapi jangan lupa mencari teman, karena paket perjalanan ini akan lebih murah jika memiliki banyak peserta.

“Minimal 40 orang, kalau mau lebih sedikit bisa, tapi lebih mahal dibanding yang berkelompok 40 orang itu,” ujar Hasan.

Rutenya mulai dari Jakarta, menuju Cirebon untuk berziarah ke Makam Sunan Gunung Jati. Selain itu, traveler juga bisa melancong ke Masjid Kasepuhan Cirebon. Setelahnya, bus akan berlanjut ke Semarang untuk ke Demak, tepatnya ke Makam Sunan Kalijaga di Desa Daliangu.

Selesai dari Demak, berlanjut ke Kudus untuk berziarah di Makam Sunan Kudus lalu ke Makam Sunan Muria di Desa Colo Kudus. Perjalanan masih berlanjut ke Tuban untuk berziarah ke Makam Sunan Bonang-Tuban, lalu ke Makam Sunan Drajat di Lamongan.

Kemudian ke Gresik, untuk menengok Makam Sunan Maulana Malik Ibraim dan Sunan Giri. Pindah kota ke Surabaya, jadwal di sana adalah berziarah ke Makam Sunan Ampel dan berakhir di Masjid Agung Bangkalan Madura.

Selesai berziarah, masih bisa liburan seperti menengok Jembatan Suramadu dan ke Yogyakarta. Karena kebetulan rute pulangnya akan melewati Yogyakarta. Di sana, bisa melancong ke Keraton Yogyakarta dan belanja oleh-oleh di Malioboro.

“Total perjalanan ini 6 hari 5 malam, tergolong santai karena wisata ziarah tidak bisa diburu-buru,” lanjut Hasan.

Untuk mengambil paket ini, dengan minimal peserta 40 orang, traveler bisa membayar dengan harga Rp 1,8 juta. Harga tersebut sudah termasuk bus pariwisata yang AC dengan fasilitas DVD, toilet dan lainnya.

Selain itu, ada juga makan pagi, makan siang dan makan malam masing-masing sebanyak 5 kali. Harga tersebut juga sudah termasuk akomodasi menginap selama 4 malam di hotel atau penginapan, tiket masuk objek wisata, obat-obatan, parkir bus dan tol, dan tips untuk supir dan pemandu wisata.
(detik.com)

Pesona Kota Seribu Pantai…

3 July 2014   5 views

seribu pantaiTAK salah memang jika Ambon disebut dengan Kota Seribu Pantai. Karena letak kepulauan Ambon yang terbilang dikelilingi lautan, karena itu juga banyak pantai terhampar di sini dengan memiliki ciri khas masing-masing.

Kami pun sengaja mendatangi satu per satu pantai yang banyak digemari para wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara jika berkunjung ke Ambon. Salah satunya pantai Natsepa.

Pantai yang terletak di Desa Suli atau biasa disebut Negeri Suli, Kabupaten Maluku Tengah ini memiliki keunikan tersendiri. Di Pantai Natsepa jika air laut surut, bisa terlihat sepanjang 1 km pasir pantai dihiasi dengan karang-karang yang cukup menawan di Teluk Baguala. Biasanya para wisatawan pun senang bermain di pantai hingga ke tengah jauh dari daratan.
Tetapi sebaliknya, jika air laut pasang gelombang atau ombak yang tertiup angin mampu membuat air laut naik hingga perbatasan dataran. Tak hanya itu, angin pun bertiup dari lautan ke dataran rendah sangat kencang.

Nah, meninggalkan Pantai Natsepa, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pantai terpanjang di Ambon, yakni Pantai Hunimua atau yang akrab disebut Liang, di Negeri Liang, Maluku Tengah. Pantai dengan panjang 900 meter ini terdaftar sebagai pantai terpanjang dan terluas di Ambon.

Di sini terlihat warung-warung kelontong menjajakan berbagai macam makanan yang berjajar di sepanjang bibir pantai. Selain itu, ada juga pendopo atau auditorium tempat acara-acara musikal tradisional diadakan.
Tetapi sebaliknya, jika air laut pasang gelombang atau ombak yang tertiup angin mampu membuat air laut naik hingga perbatasan dataran. Tak hanya itu, angin pun bertiup dari lautan ke dataran rendah sangat kencang.

Nah, meninggalkan Pantai Natsepa, kami pun melanjutkan perjalanan menuju pantai terpanjang di Ambon, yakni Pantai Hunimua atau yang akrab disebut Liang, di Negeri Liang, Maluku Tengah. Pantai dengan panjang 900 meter ini terdaftar sebagai pantai terpanjang dan terluas di Ambon.

Di sini terlihat warung-warung kelontong menjajakan berbagai macam makanan yang berjajar di sepanjang bibir pantai. Selain itu, ada juga pendopo atau auditorium tempat acara-acara musikal tradisional diadakan.
Tak hanya itu, di pantai ini pun bebatuan yang terhampar mulai dari ukuran besar sampai kecil memiliki karakter warna cukup menarik. Biasanya batu-batuan ini sebagian orang membuat sebagai batu cincin, manik-manik ataupun aksesoris perhiasan lainnya. Tetapi sayangnya masyarakat di sekeliling Pantai Pintu Kota belum bisa memanfaatkan sebagai mata pencarian dibuat sebagai suvenir dari Pantai Pintu Kota ini.

Menempuh perjalanan sekitar 15 menit tak jauh dari Pantai Pintu Kota, kami pun melanjutkan menuju pantai Namalatu, Desa Latuhalat, Kota Ambon. Jika dari luar memang tampak layaknya pantai-pantai biasa di sini. Tetapi yang menarik bukan hanya pantai dengan panorama eksotis melainkan wisata bawah laut di sini pun patut diacungi jempol.
Terumbu karang di sini pun dilestarikan oleh dinas pariwisata setempat, juga sekumpulan ikan Nemo yang lucu dapat dilihat bermain di sekitar karang-karang. Bagus bukan!

Tak salah kan jika Kota Ambon dijadikan sebagai tujuan wisata bahari. Panorama memukau di setiap pantainya dan keindahan bawah lautnya menjadi primadona tersendiri bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Selamat berlibur!
(kompas.com)

Next Page »