Pecinta Alam Bersihkan Gunung Munara

27 April 2016

gunung-munaraRatusan pecinta alam yang berasal dari puluhan komunitas se-Jabodetabek lakukan bersih gunung di Situs Gunung Munara, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Minggu (24/3). Kegiatan ini dilakukan lantaran prihatin melihat kondisi hutan yang sudah dipenuhi sampah.

Tak hanya itu, dalam Bersih-bersih sampah ini para peserta juga melakukan aksi penghijauan dengan menanam seribu pohon dari bermacam jenis. Acara ini dibuka langsung Ketua Pengelola Gunung Munara Edi Koswara.

Acara yang dicetuskan Kepala Desa Kampumg Sawang Oco Santoso ini untuk mengatur dan membenahi tempat wisata Situs Gunung Munara. Ia mengatakan, di acara Bersih-bersih ini juga akan ditanami sekitar ratusan pohon bermacam jenis. ”Ratusan pohon telah ditanam di lahan gundul di kawasan Situs Gunung Munara. Kami berhasil membawa turun sekitar delapan ton sampah dari Situs Gunung Munara,” ujarnya.

Bukan hanya komunitas pecinta alam, komunitas Vespa BSR dan Yayasan Lintas Sungai Abadi (Yalisa) Cisadane cabang Rumpin pun berpartisipasi. Termasuk puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta, seperti UIN Syarif Hidayatullah dan BSI Ciputat. ”Semoga dengan acara ini Situs Gunung Munara bersih dari sampah. Kita akan rawat situs peninggalan para wali Allah dan sistem cara mengelolanya,” kata Ketua Pengelola Gunung Edi Koswara.

Salah satu peserta asal Jakarta, Faisal Zainudin berharap Situs Gunung Munara bersih dari sampah. Apalagi, kegiatan ini sejalan dengan Hari Bumi. ”Kita sebagian ada penanaman pohon bermacam jenis dan semoga di 2017

Rumpin hijau seperti tema acara ini, Earth Day 2016,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pendaki Gunung Regional Depok OFSSI Itta Belleran menyampaikan kondisi Gunung Munara sedang darurat sampah. Menurutnya, masyarakat harus lebih sadar akan bahaya sampah yang dapat merusak kelestarian alam. ”Munara memang sedang darurat sampah dan kami sadar bahaya sampah yang lama kelamaan akan menumpuk seperti itu. Kami juga sadar bahwa kami butuh alam untuk hidup. Makanya, saya dukung kegiatan ini,” ucap dia.

Ia pun berniat mengubah pandangan miring tentang Gunung Munara sendiri. ”Sedikit demi sedikit kami pulihkan kondisi Gunung Munara. Kesulitannya masih seputar sampah yang di sisi jurang dan yang berserakan luas di belakang warung,” pungkasnya.

(Metropolitan.id)

Kampung Wisata Jampang Angkat Budaya Lokal

26 April 2016

JAMPANGKampung Wisata Jampang di bawah naungan Dompet Dhuafa berhasil menjadi salah satu destinasi wisata pelancong Tanah Air. Walaupun baru berumur jagung (dua tahun, red), tempat wisata yang berada di Desa Jampang, Kabupaten Bogor itu jadi incaran pengunjung.

Manager Marketing Komunikasi Zona Madina Dompet Dhuafa, Hakam El Farizi menuturkan, Kampung Wisata Jampang salah satu alternatif wisata bagi yang ingin berwisata edukasi. ”Data hasil riset kepuasan pelanggan (CSI) yang dilakukan tim Kampung Wisata Jampang menunjukkan para pengunjung merasa puas selepas bertandang ke Jampang,” tutur Hakam kemarin.

Hakam mengatakan, salah satu keunikan dari tempat wisatanya yakni pengunjung bisa diajak aktif berkeliling kampung dari satu lokasi ke lokasi lainnya menggunakan mobil wisata. ”Ketika pengunjung sampai di lokasi, tim pandu wisata sudah siap menemani dan dibantu para expertise menjelaskan aktivitas pada zona wisata,” terangnya.

Sebelum menikmati zona wisata, kata Hakam, para pengunjung diharuskan melakukan reservasi terlebih dahulu.

”Dengan variasi tiket mulai dari Rp100 ribu, Kampung Wisata Jampang siap bersaing dengan destinasi wisata lain dalam memperebutkan nice market yang tersedia,” tambahnya.

Tak sekedar mengangkat wilayah, tegas Hakam, potensi lokal yang ada di dalamnya pun turut terangkat.

”Keramahtamahan warga, semangat gotong-royong, menjadi modal sosial yang harus terus dilestarikan,” tukasnya.

(Metropolitan.id)

Pangeran Albert II Monaco Puji Wonderful Indonesia

23 April 2016

wonderfulPamor Wonderful Indonesia bukan saja nyaring di kota-kota penyelenggara Travel Mart di dunia. Kerajaan kecil dengan penduduk superkaya dan bergaya hidup elegan seperti Monaco pun mengenal dengan baik national brand pariwisata Indonesia. Ini terlihat saat Malam Persahabatan Indonesia-Monaco di Hotel Fairmont, Monte Carlo, Monaco.

Friendship Evening yang diisi pergelaran budaya dan malam kesenian itu berlangsung sangat akrab, happy dan menyatu. Event yang diprakarsai Kemenpar dan KBRI Paris itu terbilang istimewa. Kepala Negara Yang Mulia Pangeran Albert II hadir dan larut dalam ritme berkesenian. Pun juga para pejabat pemerintahan, kepala istana kepala negara, Monaco Economic Board, para industriawan dan pelaku bisnis pariwisata yang turut hadir secara khusus.

Kemenpar menghadirkan Paulus Surya Orchestra & Vocalia Dari Semarang, dengan 10 musisi dan 5 penari. Dia menampilkan musik dan tari daerah Nusantara, dengan pakaian adat Bali yang eksotik. Dia kemas dalam nuansa kontemporer yang menyetrum penonton untuk ikut menggerakkan kapala, badan, tangan dan kakinya. Medley lagu-lagu asli Eropa dimainkan dengan apik, diantaranya O Bambino Caro. Lagi kesukaan Ibunda Pangeran Albert II, yang membuatnya terpana dan sangat menikmati.
Disamping orkestra, juga ditampilkan pameran seni tekstil Indonesia oleh desainer ternama, Oscar Lawalata dan kreasi seni Indonesia. Pameran Oscar Lawalata menampilkan 60 koleksi pribadi tekstil klasik Indonesia dari berbagai daerah yang dipamerkan di Galeries Cristal Hotel Fairmont Monte Carlo.

“Acara berlangsung heboh, sukses, Pangeran Albert II memuji acara ini. Salam Wonderful Indonesia,” kata Ukus Kuswara, Seskemenpar dari Monaco.

Seusai menggelar pentas seni budaya, dilanjutkan dengan business meeting di hotel yang berada di lokasi yang sama. Delegasi Indonesia dipimpin Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara, Ketua Pokja Percepatan Pengembangan 10 destinasi pariwisata nasional, Hiramsyah Sambudhy Thaib, dan Staf Ahli Menteri Perdagangan bidang hukum dan kerjasama antarlembaga, Salomo Damanik.
Dubes RI, Hotmangaradja Pandjaitan secara khusus mengundang para investor Monaco untuk mengunjungi Indonesia dan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang tengah dirancang di 10 top destinasi nasional. Indonesia itu prospektif, atraksi pariwisatanya, iklim dan cuaca, pantai, bawah laut dan biota yang ada di dalamnya, nyaris tak ada yang bisa mengalahkan.

Monaco, kata Dubes yang berlatar belakang tentara itu, adalah negara dengan benchmark tinggi di bidang Mice dan hospitality. Monaco sukses menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dan pertemuan internasional.

Bali punya Nusa Dua, seluas 350 hektare yang menjadi tempat yang representatif untuk MICE –Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions– . Ibu Kota Jakarta tentu juga lengkap dengan semu fasilitas itu. Kini ada Bintan, yang sudah mulai dipasarkan sebagai kota yang layak untuk penyelenggaraan MICE.

Perdagangan Indonesia dan Monaco menunjukkan peningkatan yang sangat dinamis. Ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan Monaco ke Indonesia yang terus bertambah. Sejak 2015, Indonesia telah menerapkan kebijakan Bebas Visa Kunjungan kepada Pemegang Paspor Monaco.

Kepangeranan Monaco adalah negara berbentuk Monarki Konstitusional yang terletak di kawasan Cote d’Azur berbatasan langsung dengan Prancis dan Italia. Sebanyak 60% penduduk Monaco merupakan WN Prancis dan sisanya penduduk asli (Monegasque) dan WN Italia. Perekonomian Monako banyak bergantung pada pariwisata dan industri perbankan atau finance.

(Pikiran Rakyat)

Mampir ke 6 Patung Pahlawan, Biar Makin Cinta Indonesia

21 April 2016

PATUNG 1Cinta Indonesia bisa dipupuk dengan cara traveling keliling negeri ini. Mampir juga ke 6 patung pahlawan, agar makin bangga dengan perjuangan mereka.

6 Patung pahlawan berikut tersebar di berbagai kota di Indonesia. Dari Ambon hingga Surabaya, traveler wajib mampir ke semuanya agar makin cinta Indonesia. Dihimpun detikTravel Kamis (21/4/2016), inilah 6 patung pahlawan yang bisa dikunjungi traveler.

 

1. Patung Pattimura

PATUNG 2

Dari Ambon, ada Patung Kapten Pattimura alias Thomas Matulessy yang bisa dikunjungi. Ada dua patung Pattimura yang bisa dilihat. Pertama ada di Pattimura Park, tepat di pusat kota yang berwarna hitam. Satu lagi, ada di depan Museum Siwalima yang berlokasi di Jl Taman Makmur, Kecamatan Nisa Niwe, Ambon yang berwarna putih.

Untuk melihat patung Pattimura yang ada di Museum Siwalima, traveler tidak akan dikenai biaya. Patungnya menggambarkan sosok Pattimura yang gagah, sedang memegang Parang Salawaku, senjata tradisional Maluku, lengkap dengan perisainya. Patung Pattimura ini berdiri membelakangi Teluk Ambon dan menjadi objek foto yang menarik.

2. Patung Martha Christina Tiahahu

PATUNG 3

Masih dari Maluku, ada Patung Martha Christina Tiahahu yang menjadi lambang keberanian wanita Indonesia. Letaknya ada di Karang Panjang, ini merupakan daerah perbukitan yang terletak tak jauh dari Kota Ambon, Maluku.

Monumen Martha Tiahahu menampilkan sosok Martha Christina Tiahahu dalam bentuk patung membawa tombak. Pakaiannya yang tetap anggun dengan balutan kain panjang disempurnakan dengan ikat kepala yang membuatnya terlihat begitu berani.

Di bagian bawah monumen tertulis, “Martha C Tijahahu, mutiara Nusa Laut, Pahlawan Nasional RI, yang berjuang untuk mengusir penjajah Belanda dari Maluku, Jatuh pada Januari 2, 1818”. Keren!

3. Patung Pahlawan Revolusi

PATUNG 4

Beranjak ke Jakarta, traveler bisa mengenang gugurnya Pahlawan Revolusi di Monumen Pancasila Sakti. Ada Patung Pahlawan Revolusi yang berada di Lubang Buaya, menjadi bukti dari kekejaman yang dilakukan PKI kala itu.

Dari sejumlah perwira tinggi tentara yang diincar dan dibunuh, hanya ada satu jenderal yang selamat, yaitu Jenderal AH Nasution. Ada pun sang putri Ade Irma Nasution dan ajudan dari AH Nasution, Lettu Pierre Tendean menjadi korbannya.

Kejadian itu pun akhirnya diperingati sebagai kejadian bersejarah yang cukup pilu bagi bangsa Indonesia. Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengingat kejadian tersebut.

4. Patung WR Supratman

PATUNG 5

Dari Surabaya ada Patung Pahlawan Nasional yang sangat berjasa lewat musiknya. Siapa lagi kalau bukan Wage Rudolf Supratman. Patung ini berada di lingkungan makam WR Supratman di Jalan Kenjeran, Surabaya Timur, tepatnya berada di seberang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rangkah, dekat dengan SPBU.

Patung WR Supratman dengan pose memainkan biola dengan latar belakang teks lagu Indonesia Raya versi lama. Teks lagu ini terpahat di dinding belakang Patung WR Supratman, dengan tulisan ejaan lama. Patung ini memberikan makna yang lebih utuh tentang sosok Pahlawan Nasional ini.

Selain di area Makam WR Supratman, patung dengan pose serupa juga bisa traveler lihat di Museum WR Supratman. Perbedaan kedua patung ini terletak pada ukuran dan warna, patung WR Supratman di Museum Rumah Wafat WR Supratman berwarna putih dan memiliki ukuran lebih besar dibanding yang ada di lokasi makam.

Sedangkan Patung WR Supratman di lingkungan makam berwarna hitam, dan memiliki ukuran lebih kecil. Meski demikian patung ini terlihat lebih indah. Anda bisa datang ke 2 tempat ini agar makin cinta terhadap sejarah bangsa Indonesia.

5. Patung Renungan Bung Karno

PATUNG 7

Tak ada yang meragukan Ir Soekarno atas jasanya dalam mendirikan bangsa ini. Traveler yang mengagumi Bung Karno bisa berkunjung ke Patung Renungan Bung Karno di Kota Ende, NTT. Di kota inilah Bung Karno memikirkan konsep Pancasila.

Traveler bisa menapak tilas perjalanan Bung Karno saat dibuang oleh Belanda ke Ende. Kunjungi Taman Renungan Bung Karno untuk melihat taman serta pohon sukun yang digunakan Bung Karno untuk duduk merenung memikirkan konsep ideologi Pancasila dan kebangsaan di Ende. Ayo ke Ende kalau kamu cinta Indonesia!

6. Patung Soekarno Hatta

PATUNG 8

Terakhir, ada Patung Sang Proklamator Soekarno-Hatta yang berdiri gagah di tanah lapang kompleks Taman Proklamator di Jl Proklamasi, dahulunya disebut Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat. Dahulu ini menjadi tempat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah-tengah dua patung proklamator terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya. Sebelum menjadi taman, ini adalah rumah kediaman Soekarno yang menjadi tempat pembacaan naskah proklamasi. Tugu Petir merupakan titik tempat berdirinya Soekarno dan Moh Hatta ketika membacakan naskah proklamasi.

Di tugu itu ada tulisan ‘Di sinilah Dibatjakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Pada Tanggal 17 Agustus 1945 Djam 10.00 Pagi Oleh Bung Karno dan Bung Hatta’. Tugu dengan lambang petir di atasnya itu menjulang setinggi sekitar 17 meter. Benar-benar membuat bangga!

Buat traveler yang penasaran ingin berkunjung, Taman Proklamator buka setiap hari pukul 07.00-21.00 WIB. Tidak ada biaya masuk, tapi jika datang beramai-ramai biasanya akan diminta melapor dan menulis buku tamu terlebih dahulu di dekat pagar masuk.

(Travel.detik.com)

Wow… Air Terjun Ciherang di Kabupaten Bogor Ini Masih Perawan

14 April 2016

AIR TERJUNWilayah Sukamakmur, Kabupaten Bogor, menyimpan keindahan tersembunyi yang masih belum banyak terjamah. Salah satunya air terjun Ciherang.

Yup, menikmati liburan akhir pekan, tidak melulu harus dengan travelling ke tempat yang jauh nan memakan biaya besar. Buat kalian yang tinggal di kawasan Jabodetabek, tidak ada salahnya menikmati keindahan alam air terjun yang berada di sepanjang jalur puncak dua.

Seperti air terjun Ciherang desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Bagi anda yang berdomisili di ibukota Jakarta, jarak tempuh menuju air terjun Ciherang sekitar 45 kilometer. Namun bagi anda warga Bogor, cukup menempuh jarak sekitar 27 kilometer.

Namun untuk para traveler, sebelum berangkat, ada baiknya kalian menyiapkan fisik dengan baik. Selain itu, pastikan juga kondisi kendaraan kalian dalam kondisi prima.

Pasalnya, untuk menuju lokasi air terjun, para traveler akan menemui banyak tanjakan terjal dengan sudut kemiringan mencapai 40 derajat menuju lokasi wisata ini.

Air terjun ini cantik dan indah. Di tepian air terjun tersusun batu karang yang sudah membentuk pola alami seperti anak tangga. Susunan tersebut diakibatkan aliran sungai yang terus-menerus selama ribuan tahun.

Sehingga seolah membuat pola yang artistik. Selain itu air terjun yang masih perawan ini seperti ditahan oleh dinding alam.

“Pas banget buat pekerja yang hanya punya waktu libur satu hari. Bisa berangkat pagi, sore pulang. Panorama dan udara sangat sejuk. Cocok untuk menghilangkan stres karena pekerjaan,”ujar Aisyah Afsari Ramadhani (24) karyawan swasta asal Jakarta saat ditemui Radar Bogor.

Untuk menikmati udara dan panorama air terjun Ciherang, menurut dia cukup terjangkau. Hanya membayar Rp35 ribu untuk dua orang plus parkir.

“Murah. Ketimbang ke puncak, cuman lihat kebun teh doang. Ini mah banyak yang bisa diliat dan menyejukan mata, hati dan fikiran,” ujarnya.

Selain air terjun Ciherang, traveler pun bisa menikmati keindahan air terjun Cipamingkis yang hanya berjarak 800 meter dari pintu masuk air terjun Ciherang.

“Air terjunnya tidak kalah indah dan masih bersih. Akses dari tempat parkir ke lokasi juga aman, treknya tidak terlalu berat. Sedangkan ketinggian air terjunya cuman 25 meter,”tukasnya

(jabar.pojoksatu.id)

PT KA Bangun Stasiun Tugu dan Lempuyangan Berstandar Internasional

8 April 2016

STASIUN TUGUStasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan yang berada di pusat kota Yogyakarta akan ditata ulang dan dijadikan bertaraf International.
Hal ini perlu dilakukan guna mendukung kemajuan pariwisata di kota Yogyakarta dan menjadikan stasiun ramah terhadap wisatawan domestik dan asing.
“Lokasi dua stasiun itu berada di pusat kota. Tapi Saat ini belum mencerminkan sebagai stasiun wisata,” ujar Hendi Helmy Kepala PT KAI Daop VI, Kamis (7/4/2016)
Hendi mengatakan, Yogyakarta merupakan salah satu kota yang paling diminati wisatawan.
Setiap tahun ada sekitar 400.000 wisatawan domestik dan asing yang berkunjung ke Yogyakarta.
Sehingga perlu ada penataan ulang stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan menjadi bertaraf International yang ramah dengan wisatawan domestik dan asing.
Nantinya, stasiun akan didukungan dengan fasilitas penunjang seperti kamar mandi, tanda dengan bahasa International dan tentunya ada intermoda.
“Dilengkapi money changer, tempat taksi, bus, dan travel agent,” katanya.

(Tribunnews)

101 Industri Pariwisata Diboyong ke ITB Berlin 2016

8 March 2016

ITB BERLINKementerian Pariwisata akan memboyong 101 industri pariwisata untuk mempromosikan brand Wonderful Indonesia di ajang Internationale Tourism Bourse – ITB Berlin, 9-13 Maret 2016. Bursa pariwisata terbesar di dunia itu akan diikuti 10.000 exhibitors, lebih dari 185 negara.
ITB dikenal sebagai ajang bursa yang memiliki pengalaman panjang dan sudah berlangsung selama 50 tahun. Diperkirakan terjadi transaksi lebih dari 6,5 Billiun Euro, dengan ratusan ribu pengunjung ditambah media value yang sangat besar.
“Industri-industri besar pariwisata dari semua negara selalu hadir dengan kreativitas tinggi, dari desain booth, desain interior, sampai materi kesenian yang digunakan untuk menarik pengunjung di ITB Berlin,” kata Menpar Arief Yahya, dalam rilisnya, kemarin.
Mantan dirut PT Telkom ini memastikan, selain branding dan advertising, Kemenpar juga rajin mengikuti salles mission. Tiga besar pameran industri pariwisata selalu dioptimalkan, yakni ITB Berlin, WTM London, dan FITUR Madrid. Selain itu, untuk pasar Timur Tengah, Indonesia juga tidak absen di ATM Dubai. Lalu pasar China di CTM Kunming dan berbagai kota besar di Negeri Tirai Bambu itu. Pasar Jepang, Korea, Hongkong, juga menjadi target market. “ASEAN sudah pasti, karena pasar utama, seperti ITB Asia di Singapore, NATAS Travel Fair Singapore dan MATTA Malaysia, kami selalu tampil dan harus optimal,” ujar Arief.
Sebenarnya, Arief Yahya sudah diminta menjadi salah satu nara sumber, untuk berbicara soal kisah sukses Indonesia di pentas global. Pertumbuhan yang bagus, 10,4 juta, atau 10,3 persen, sukses menghandle “bom teroris” dengan media sosial, dan reputasi internasional yang lain. Arief sendiri sudah menyanggupi, untuk berbicara di tanggal 8 Maret 2016 itu, setelah diminta oleh Sekjen UN-WTO–United Nation World Tourism Organisation, Thalib Rifai. “Tetapi, saya harus memastikan semua acara GMT, 9 Maret 2016 lancar di semua titik, 12 provinsi itu,” ujar Arief.
Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana mengatakan semua persiapan sudah dilakukan dengan detail. Homebase promosi Paviliun Indonesia akan dipusatkan di Hall 26A Nomor 122 menggunakan konsep kapal phinisi, sekaligus menonjolkan komitmen Indonesia untuk membangun bahari dan maritim. “Persiapan sudah oke semua, tinggal menunggu opening saja,” kat Pitana.
Seperti tahun sebelumnya, lanjut dia, Paviliun Indonesia seluas 515 meter persegi itu akan menampilkan perahu tradisional phinisi. Tujuannya, memperkuat identitas Indonesia sebagai negara maritim dengan keunggulan wisata bahari paling spektakuler di dunia. Sekadar gambaran, ada 13.000 pulau yang terbentang dalam 3 zona waktu serta 1.128 kelompok etnis dengan berbagai tradisi dan budaya yang beranekaragam. Identitas ini diyakini akan memikat wisatawan dari berbagai belahan dunia.

I Gde Pitana mengatakan, di bursa pariwisata paling bergengsi dan paling tua di dunia tersebut, memang tidak bisa main-main. Hanya destinasi-destinasi yang sudah level global dan siap dipublish yang akan diboyong ke sana. “Kami hanya mempromosikan destinasi yang sudah kuat 3A-nya, yakni Aksesibilitas, Atraksi dan Amenitas. Kami tidak mau mengambil risiko pada tujun wisata yang belum kuat di 3A tersebut,” kata Pitana.
Itulah jawaban, mengapa tidak semua daerah bisa langsung digenjot promosinya di ITB Berlin. Kalau wisatawan mancanegara datang dan destinasinya belum siap, hanya akan menjadi “pukulan balik” yang tidak baik. Nia Niscaya, Asdep Pemasaran Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Afrika juga ikut buka suara. Menurutnya, 101 delegasi Indonesia dari kalangan pelaku usaha pariwisata antara lain tour operator atau tour agent, hotel dan resor, serta dinas pariwisata provinsi akan melakukan promosi dan melakukan pertemuan bisnis dengan para buyers yang datang dari seluruh dunia.
Menurut Nia, Indonesia akan menawarkan berbagai paket wisata menarik. Dari mulai liburan ke Bali, plesir ke Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah, hingga menyelam di Raja Ampat. “Intinya memasarkan destinasi wisata dari Sabang sampai Merauke,” ujar Nia.
Keikutsertaan Indonesia pada bursa ITB Berlin selain sebagai ajang mempromosikan Wonderful Indonesia juga diharapkan akan mendapatkan transaksi bisnis paket wisata dalam upaya mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
Pada 2015 yang lalu, delegasi Indonesia di ITB Berlin menyertakan 88 perusahaan pariwisata dengan memperoleh transaksi bisnis senilai Rp 4,8 triliun. Untuk 2016, transaksinya dipatok naik 20%.

(Tribunnews)

Konon, Banyak Janda Muda Ketemu Jodoh Saat Mandi di Air Terjun Ini

27 February 2016

CURUG COUNTRYCurug Country, lokasi wisata yang terletak di perbatasan Bogor-Cianjur ini sering didatangi gadis dan singel parent.
Mereka sengaja datang untuk mandi dan berendam di air terjun jodoh ini.
Aceng pneduduk desa setempat menceritakan mitos Curug Country.
Sejak dulu mitos yang dipercaya masyarakat sekitar curug tersebut bisa mendatangkan jodoh.
“Kalau orang asli sudah pada tau kalau di sini bisa dipakai mandi yang susah jodoh, hingga cerita itu berkembang diluar jadi orang luar juga banyak yang datang,” tuturnya.
Beberapa pengunjung dengan niatan segera mendapat jodoh biasanya datang pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Banyak dari mereka yang datang berasal dari daerah Sukabumi, Cianjur, Bogor dan Indramayu.
“Pernah sama Abah ditanya ada yang dari jauh, kaya Indramayu, ada juga yang dari Sukabumi,” kata Aceng.
Aceng mengatakan, kebanyakan dari mereka adalah gadis dan janda.
“Kalau kata bahasa itunya single parent yang masih muda juga,” ucapnya.
Aceng bercerita banyak dari mereka menemukan jodoh dilokasi curug.

Setelah mandi, mereka akan terlihat menarik, hingga bertukar nomer kontak hingga berpacaran lalu menikah.
“Yang datang belum punya bebeb (kekasih) biasanya habis mandi kenalan di sini tukeran nomer kontak hingga sampai ada yang menikah,” ujar Aceng.
Percaya atau tidak, itu tergantung dari diri anda sendiri, lanjutnya.
Curug Country berada di Desa Tanjung Rasa, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

(Tribunnews)

Menjelajah Kampung Wisata Sungai

20 February 2016

citarikSungai Citarik dan Cicatih membelah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sepanjang sungai itu, kehidupan perekonomian warga kampung semakin ramai dengan banyaknya perkampungan wisata. Kedua sungai itu menjadi pusat kegiatan wisata, yakni memanfaatkan airnya untuk kegiatan arung jeram.
Arung jeram menjadi spot olahraga air yang paling banyak ditawarkan sejumlah kampung wisata di sini. Selain arung jeram, wisatawan juga dapat mencoba flying fox, team building, paint ball dan lain-lain. Biasanya Sungai Citarik sering digunakan kegiatan rekreasi perusahaan karena sifatnya yang membangun kerja sama tim. Bagi Anda yang datang dengan grup kecil tak perlu khawatir, karena pengunjung arung jeram Sungai Citarik banyak sehingga Anda bisa berarung jeram ramai-ramai.
Sementara bagi yang ingin menikmati ketegangan ekstra, Sungai Cicatih menjadi pilihannya. Sebab arus sungainya jauh lebih deras dan memiliki sejumlah jeram yang menantang. Bagi pemula dan baru mencoba rafting lebih baik mencobanya di Sungai Citarik saja.
Sungai Citarik melintasi Kampung Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Sungai Citarik ini menawarkan berbagai operator dengan fasilitas yang bisa disewa. Di sini ada beberapa titik kampung wisata sungai, salah satunya Kampung Arus Liar. Pengunjung dapat menikmati sejuknya udara di pedesaan yang berada di antara Gunung Pangrango dan Gunung Gede.
Sungai Citarik lumayan panjang untuk disusuri. Namun, pengelola kampung wisata air maksimal menyediakan paket perjalanan sepanjang 17 kilometer. Terpendek adalah perjalanan rafting sepanjang lima kilometer. Meski pendek, usai bermain perahu karet, bagi pemula, badan pasti akan terasa pegal.
Sementara itu, kampung wisata Kampung Jeram berlokasi di titik akhir dari perjalanan rafting menyusuri Sungai Cicatih. Resort ini berada di Desa Leuwilalay, Sukabumi. Di kampung ini akan terlihat keindahan alam pedesaan yang sebenarnya.
Kampung Jeram Resort dibangun di alam persawahan, perbukitan dan keelokan tepian Sungai Cicatih. Kampung Jeram memiliki sejumlah resort unik. Resort berbentuk saung-saung dengan ukuran kecil hingga sebesar aula. Setiap saung ada yang mampu menampung 30 orang terbagi dua lantai, di mana 20 orang di lantai dasar dan 10 orang di lantai atas. Tetapi ada juga yang hanya untuk 10 orang, lima di atas dan lima di bawah.
Menginap di Kampung Jeram tentu untuk menikmati derasnya Sungai Cicatih. Arus aliran sungai yang deras dan jeram yang dalam akan memacu adrenalin. Riam Jeram merupakan tempat rafting paling favorit di Sukabumi.
Selain menikmati arung jeramnya, wisatawan di Sungai Cicatih juga dapat menikmati pemandangan alam indah. Sungai itu memiliki dua sumber aliran air, dari Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango.
Selain menikmati suasana kampung wisata di sepanjang Sungai Citarik dan Citatih, pengunjung juga dapat menikmati beragam sajian makanan tradisional dari Sukabumi. Pengelola resort siap untuk memanjakan perut pengunjung dengan sajian kuliner khas nan lezat. Namun tentunya pengunjung harus memesan terlebih dahulu, menu makan yang akan disantap usai bermain air atau outbound. Sebab, lokasi kampung wisata ini cukup jauh dari pusat Kota Sukabumi.

(Metropolitan.id)

Sedang Mekar, Anggrek Raksasa Bogor Tak Banyak Dikenal

14 February 2016

anggrek raksasaAnggrek merupakan salah satu bunga endemik Indonesia, tetapi popularitasnya tidak begitu tinggi di negerinya sendiri. Orang Indonesia dipandang memiliki ketertarikan yang rendah terhadap bunga-bunga langka termasuk anggrek.

Hal tersebut dikatakan Sofi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat. Ia khusus menangani anggrek dan bunga raflesia. Padahal, lanjutnya, Indonesia menjadi urutan kedua yang memiliki populasi anggrek terbanyak setelah Brazil.

“Anggrek di Indonesia kurang diminati oleh orang Indonesia-nya sendiri. Jarang ada yang tahu anggrek, kalau tidak dipublikasikan. Paling hanya penggemar atau pemerhati tertentu,” ujar Sofi, saat dihubungi KompasTravel, Senin (8/2/2016).

Dari ribuan pengunjung yang mendatangi Kebun Raya Bogor pada Senin (8/2/2016), kawasan anggrek raksasa yang tengah mekar tampak sepi pengunjung. Pengunjung yang melewati jalan tersebut mayoritas tidak mengetahui terdapat tumbuhan endemik langka yang sedang mekar di atasnya.

“Jarang yang tahu anggrek ini, padahal udah banyak sekali koran atau TV yang meliput. Mayoritas yang lihat dari Bogor-Jakarta, kadang ada bule juga yang tanya-tanya,” ujar Ujang, penjual es krim persis di seberang anggrek raksasa tersebut, saat ditanya KompasTravel, Senin (8/2/2016).

Banyaknya sekolah atau lembaga yang mengadakan acara di KRB pun tidak menjadikan anggrek kebanggaan Indonesia ini menjadi populer. Pasalnya tidak ada edukasi dari pihak sekolah atau lembaga selaku penyelenggara acara di KRB mengenai tanaman-tanaman langka di sini.
Seperti yang dikatakan Fandi, seorang siswa SMP di Bogor yang sedang mengadakan acara dari sekolahnya persis di taman samping anggrek itu tumbuh.

“Gak tahu tentang anggrek ini. Soalnya kita ke sini juga mau ikut acara sekolah, bukan lihat-lihat tanaman. Gak ada yang kasih tahu juga dari sekolah,” ujar Fandi, saat melintas di bawah pohon anggrek raksasa KRB.

Pihak KRB mengaku telah melakukan upaya-upaya untuk mengenalkan anggrek kepada masyarakat, terutama pengunjung. Terlepas dari efektif atau tidaknya upaya tersebut, salah satunya promosi lewat situs online, seperti yang dikatakan Sofi.

“Dari KRB sampai saat ini telah mengusahakan beberapa upaya untuk lebih memperkenalkan anggrek. Ada dari web KRB, ada juga wisata flora yang kita pernah buat,” jelas Sofi.

(kompas.com)

Next Page »