Pameran Pariwisata Dunia- Jabar Usung Misi Wisata di Afrika Selatan

by -3 views

Indonesia kembali menancapkan misinya sebagai 16 bagian destinasi wisata internasional. Langkah ini pun diperkuat dengan keikutsertaan dalam pameran pariwisata dunia di Gateway Johanessburg, 29 Agustus hingga 3 September 2012.

Keberangkatan duta promosi wisata tersebut diperkuat oleh tim promosi pariwisata dari wilayah Jawa Barat, Nia Niscaya, sebagai Direktur Promosi Internasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,Ketua Asita Jabar Herman Rukmanadi, para awak industri, dan penari dari Indonesia. Selama sepekan di Afrika Selatan (Afsel), delegasi pariwisata secara berkala melakukan berbagai pertunjukan seni khas Indonesia, presentasi wisata di berbagai daerah, serta melakukan penjajakan dengan sejumlah negara yang ikut berpartisipasi.

”Tujuan utama dari kegiatan ini memberikan beberapa penawaran dan kemudahan kepada calon wisatawan di Afrika Selatan. Karena pada dasarnya Indonesia dan Afsel memiliki budaya dan sejarah yang hampir sama,” ujar Director Humas Pariwisata Jabar Ossie Himawan dari Johanessburg,kemarin. Berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif, pada 2010 sebanyak 12.691 wisatawan dari Afsel memilih Indonesia menjadi destinasi. Selanjutnya pada 2011 meningkat menjadi 15.579 dengan total kenaikan 18,5%.

“Padahal connectivity flight yang masuk ke Indonesia masih dalam hitungan jari. Belum ada yang langsung ke tujuan berbagai provinsi di negara kita.Jadi,mayoritas wisatawan masih mengupayakan perjalanannya untuk sampai ditujuan wisata dengan transit di Malaysia dan Singapura,” ungkap Ossie. Ketua Asita Jabar Herman Rukmanadi menuturkan, promosi wisata Indonesia di kancah internasional membutuhkan kerja keras dan kerja sama dengan instansi atau asosiasi terkait agar semua elemen berjalan sinergis.

Kemudahan dan ketersediaan beragam fasilitas di setiap provinsi tujuan juga harus diperbaiki di berbagai lini. “Ketika kami membuat sebuah promosi sederhana untuk wisata Jabar misalnya,itu langsung mendapatkan feedback (timbal balik) yang siginifikan dari wisatawan mancanegara. Karenanya,kami terus mempelajari hal apa saja sebenarnya atau daya tarik apa yang diinginkan wisatawan,”ujar Herman.

Sejauh ini, paket wisata yang digandrungi wisatawan luar masih berupa wisata belanja dan kuliner tradisional yang dikombinasikan dengan paket wisata terusan ke daerah lain. Seperti untuk paket wisata Jabar, sejumlah agen wisata telah menjalankan konsep penawaran paket perjalanan dua hari di Bandung dan berlanjut lima hari di Bali. “Contohnya untuk wisatawan Afsel, mereka sangat menyukai paket dua lokasi ini,terlebih jika paket itu disatukan dengan Bali karena saat-saat ini Bali masih menjadi tujuan utama wisatawan dunia,” ungkap Herman.

Untuk meningkatkan jumlah wisatawan, Indonesia juga tengah berupaya untuk kerja sama dengan sejumlah penerbangan asing, di antaranya dengan SQ yang memberikan daya tarik promo harga khusus untuk wisatawan. dini budiman

Sumber : www.seputar-indonesia.com