
“Kami tidak akan mengalihkan jalur dan pengosongan jalan. Kita tahu itu iring-iringan panjang. Apalagi 5.000 orang itu berjalan per pleton. Rombongan akan tetap berjalan sesuai rute. Kami hanya mengawal dari samping,” ujar Wakasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Deny Agung dalam jumpa pers di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (22/3/2013).
Deny mengatakan, arak-arakan peringatan Bandung Lautan Api (BLA) diperkirakan tak akan memacetkan Kota Bandung seperti pada perayaan Cap Gomeh. “Saat perayaan Cap Gomeh ada penutupan dan pengalihan beberapa ruas jalan, sementara untuk peringatan BLA tidak. Selain itu, untuk perayaan Cap Go Meh, banyak warga yang menonton, sedangkan BLA tidak akan menyita perhatian banyak orang,” terangnya.
Di Hari yang sama, di kawasan Jalan Dipatiukur juga akan dilaksanakan helaran Kampoeng Jazz. Konser musik ini akan menutup sebagian Jalan Dipatiukur, mulai dari Pangkalan DAMRI (Jalan Teuku Umar) hingga Jalan Hasanudin.
“Kita mengalihkan arus yang dari Simpang Dago ke Jalan Teuku Umar, sementara yang dari arah Bagusrangin dialihkan ke Jalan Hasanudin,” jelasnya. [den]
sumber: m.inilah.com






