Teliti Tangkubanparahu & Dieng, PVMBG kerjasama dengan AS

by -5 views

seismografPusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi bekerja sama dengan Badan Geologi Amerika Serikat (United States Geologycal Survey/USGS) dalam meneliti aktivitas gunung api di Indonesia, khususnya Gunung Tangkubanparahu yang kini berstatus Waspada.

Bentuk kerja sama ini, PVMBG dapat pinjaman detektor multigas, alat pendeteksi berbagai jenis gas akibat aktivitas gunung api.

“Baru diuji coba kemarin (alatnya) di Tangkubanparahu,” kata Kasi Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Hendra Gunawan, di Bandung, Jumat (15/3/2013).

“Alatnya dari USGS, Badan Geologi Amerika, kita kerja sama,” tambahnya.

Detektor multigas merupakan produk eksperimental buatan AS. Fungsinya untuk mengukur gas SO2 (sulfur oksida), H2S (hidrogen sulfida), CO2 (karbon dioksida) dan H2O (air).

Kata Hendra, lewat alat yang masih berbentuk prototipe ini bisa diketahui langsung rasio atau kadar gas yang dideteksi. “Untuk mengetahui konsentrasi gasnya,” jelasnya.

Lanjutnya, kelebihan alat ini dibandingkan dengan alat pendeteksi gas lainnya adalah dari cara kerjanya, selain kemampuannya dalam mengendus berbagai jenis gas. Alat sejenis lain biasanya permanen dan mesti ditanam di lokasi yang ingin diketahui kandungan gasnya.

“Sedangkan alat ini multigas, berisfat mobile dan portable, dengan hasilnya bisa dilihat di laptop,” bebernya.

PVMBG selama ini menggunakan alat pengukur SO2, itu pun sumbangan dari Jepang yang sudah dipakai selama lima tahun.

Hendra menjelaskan, Amerika Serikat memiliki sumber daya manusia yang mampu menciptakan teknologi tinggi, khususnya di bidang gunung api.

“Makanya kita perlu kerja sama dengan asing,” katanya, seraya berharap alat tersebut tidak dibawa lagi ke AS.

Selain diujicobakan di Tangkubanparahu, alat tersebut akan dipakai untuk mengukur kadar gas di Gunung Dieng yang juga berstatus Waspada.

Keberadaan alat pendeteksi gas sangat diperlukan PVMBG yang mengawasi hamparan gunung api dari Sabang sampai Meraulke. Lewat alat itu, PVMBG bisa mengabarkan aktivitas vulkanik yang berbahaya bagi kehidupan manusia.

Sumber : sindonews.com