
Sebanyak 10.000 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat akan mendatangi Gedung DPR dan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Hari Buruh Sedunia (May Day) hari ini.
Keberangkatan ribuan buruh tersebut akan melalui jalur tol Cipularang.Ketua SPN Jabar Iwan Kusnawan mengatakan, SPN akan memusatkan peringatan May Daydi Jakarta. Menurut dia, sekitar 10.000 buruh dari 17 kabupaten/kota di Jabar akan bergerak ke Gedung DPR dan MK untuk melakukan aksi demonstrasi.
“Tahun ini, kami tidak melakukan aksi di Jawa Barat. Kami melakukan aksi demonstrasi di DPR dan MK. Tuntutannya menolak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan menolak penangguhan upah minimum kota (UMK),” kata Iwan.
Menurut Iwan, sekitar 10.000 buruh yang tergabung pada SPN akan berangkat menggunakan bus dan sepeda motor. Buruh yang bergerak menggunakan bus, akan melalui jalur tol. Mereka akan bergerak melewati Tol Cipularang mulai pukul 03.00–05.00 WIB dini hari. Sementara yang menggunakan sepeda motor melalui jalur Cianjur.
Ketika disinggung rencana buruh menutup jalur tol, Iwan mengatakan, tidak ada rencana buruh melakukan aksi tutup jalur tol. Namun demikian, pihaknya berharap, aparat berwajib tidak melakukan pengalihan jalur ataupun pengamanan ekstra ketat pada May Day. “Selama buruh dan aparat bermitra, kami akan melakukan aksi sesuai ketentuan,” tutur dia.
Dihubungi terpisah, pelaku industri di Jawa Barat meminta kalangan buruh menjaga objek vital seperti jalur jalan tol pada peringatan May Dayhari ini. Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Deddy Widjaya berharap, Hari Buruh Nasional tidak diwarnai aksi yang dapat merugikan pelaku usaha.
Seperti melakukan aksi blokade jalur tol, serta kegiatan lainnya yang menghambat alur distribusi produk. “Kami berharap May Day berjalan tertib. Tidak ada tindakan yang mengganggu alur distribusi barang,” kata Deddy di Bandung, kemarin. Menurut dia, aksi menutup jalur tol tidak hanya merugikan pelaku usaha, tapi juga masyarakat umum.
Tindakan menutup jalur tol yang pernah dilakukan kalangan buruh beberapa waktu lalu, justru membuat pelaku usaha dirugikan. Distribusi barang tersendat. Akibatnya, proses pengiriman barang tertunda. Padahal, pelaku industri harus melakukan pengiriman barang kepada buyertepat waktu.
Ketika disinggung rencana pemerintah memberlakukan libur nasional pada 1 Mei, Deddy mengaku tidak keberatan. Pelaku usaha, lanjut Deddy, tunduk terhadap ketentuan pemerintah. Menurut dia, upaya meliburkan buruh jauh lebih baik, ketimbang para buruh melakukan aksi demonstrasidenganmeninggalkan pekerjaannya. Tindakantersebut justru akan merugikan industri.
Namun, apabila 1 Mei diliburkan, maka industri bisa menghentikan proses produksi untuk sementara waktu. Secara finansial, lanjut Deddy, pengusaha tidak mengalami kerugian. Walaupun dari sisi produktivitas kerja, mengalami penurunan karena banyaknya hari libur. Alternatif yang bisa dilakukan Apindo, yaitu memberlakukan libur pengganti pada hari lainnya atau membuat skema lembur.
Sementara itu, Polrestabes Bandung menurunkan sebanyak 2.626 personel untuk melakukan pengamanan peringatan May Day, di tiga titik di Kota Bandung. Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Diki Budiman mengatakan, dari data yang masuk ke pihaknya, tidak kurang dari 1.500 buruh yang berasal dari berbagai serikat buruh untuk memperingati May Day. Mereka merupakan para buruh yang bekerja di wilayah Bandung, Cimahi, dan Soreang.
Rencananya, buruh akan mulai aksi di depan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Massa bergerak ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat yang lokasinya tak jauh dari PHI dengan jumlah massa sama. arif budianto/ raden bagja mulyana/ heru muthahari/ inin nastain
sumber:koran-sindo.com






