Pengadilan AS Suntik Mati Pemerkosa Bayi Enam Bulan

by -4 views
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Pengadilan di Ohio pada Rabu 1 Mei 2013 menjatuhkan hukuman suntik mati pada seorang pria pemerkosa bocah enam bulan hingga tewas. Dia sempat dipenjara 15 tahun sebelum akhirnya dieksekusi.

Diberitakan Daily Mail, Steve Smith dihukum mati dengan cairan suntik di penjara Lucasville, selatan Ohio pada pukul 10 malam karena membunuh Autumn Carter, bayi berusia enam bulan, pada September 1998.

Selama lebih dari 10 tahun, pria 46 tahun ini membantah kejahatan tersebut. Belakangan, dia mencoba mengurangi hukumannya dengan penjara seumur hidup. Dia mengaku tidak ingat apa yang dilakukannya karena mabuk berat saat itu.

Anak Smith, Brittney Smith, 21,  yang hadir dalam eksekusi itu menangis karena menganggap ayahnya tidak bersalah. Sementara keluarga Autumn berteriak girang karena merasa keadilan telah ditegakkan.

Smith menghembuskan nafas terakhirnya dengan berat dan menutup matanya untuk selamanya setelah disuntik.

“Sejujurnya, ini adalah saat paling membahagiakan dalam hidup kami. Kami melihat keadilan ditegakkan untuk gadis kecil itu. Tidak ada yang lebih baik dari ini,” kata bibi Autumn, Kaylee Bashline.

Autumn ditemukan tewas di apartemen Hardwood Drive pada tanggal 29 September 1998. Di sampingnya, Smith yang mabuk sudah telanjang bulat. Ibu Autumn, Kaysha Frye, 19 tahun saat itu, memang mengencani Smith yang berusia 31 tahun.

Dia kaget melihat anaknya tidak lagi bernafas dan menuduh Smith membunuhnya. Smith diketahui adalah alkoholik yang minum 12 kaleng bir setiap harinya. Sore itu, dia menenggak beberapa kaleng. Kadar alkohol dalam darahnya saat diperiksa telah melampaui ambang batas legal di AS.

Autumn ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Memar dan bekas luka terlihat di tubuhnya. Dahinya ada luka koyak, bukti-bukti juga menunjukkan orok malang ini diperkosa dengan sadis, walaupun tidak ditemukan bekas sperma.

Otopsi menunjukkan Autumn meninggal karena trauma dan asfiksia. Dia juga menderita kerusakan syaraf karena diguncangkan dengan sangat keras.

Pria bejat ini divonis mati pada tahun 1999 dan keputusan ini tidak bisa diganggu gugat. Percobaan bandingnya  ditolak pengadilan. (eh)

sumber:viva.co.id