Hmm… Garingnya Belut Lado Mudo Sungai Kalu

by -6 views

belut-lado-mudoDI sepanjang jalan pasar Sungai Kalu, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, deretan rumah makan berjajar di pinggir jalan. Ada satu yang diantara deretan rumah makan tersebut yang menjadi “ikon”, paling sering dikunjungi oleh orang-oarng yang melintas.

Pada plang diatasnya, tertulis besar-besar “Rumah Makan Sungai Kalu”.  Rumah makan berbentuk memanjang. Begitu masuk kursi dan meja lebar menyesaki ruangan yang terbagi menjadi dua. Tatanan piring yang berisi berbagai masakan siap santap terpajang etalase yang menghadap ke jalan raya.

Sang pemilik, Yul Amri, mengatakan bahwa rumah makan tersebut merupakan rumah makan generasi kedua turunan dari orang tuanya. Sajian masakan di rumah makannya sangat sederhana, menu yang paling digemari adalah Belut Lado Mudo.

Sajian belut yang diolah tak seperti belut kebanyakan, belutnya sangat garing, ditambah dengan olahan cabe hijau yang dipotong besar-besar membuat rasa sedikit pedas, seperti kebanyakan masakan-masakan khas Sumatera Barat. Menurut Yul, salah satu trik rahasia untuk membuat belut terasa sangat garing adalah pada tahap penggorengan.

Belut digoreng dengan waktu yang cukup lama, sampai menimbulkan rasa garing. Hasilnya? memang benar, rasa renyah yang timbul sampai membuat lupa kalau sedang menyantap belut. Bahkan, bagi yang tidak suka mengonsumsi hewan bertubuh licin tersebut, bisa-bisa malah ketagihan.

Belum habis menyantap kenikmatan belut, masakan lain yang menerbitkan air liur adalah dendeng batoko. Dendeng batoko merupakan salah satu masakan khas pada sebagian wilayah di Sumatera Barat. Banyak rumah makan di sana menjadikan dendeng sabagai menu andalan, termasuk Rumah Makan Sungai Kalu.

Dendeng dibuat dari daging sapi yang ditumbuk hingga berbentuk sangat pipih. Bedanya, untuk masakan berjenis dendeng, dendeng buatan rumah makan ini terbilang empuk, mudah dikunyah dan saat ditelan.

Selain masakan dendeng dan belut yang menggoda, nasi yang digunakan juga tak sama dengan rumah makan yang lain. Menurut Yul, beras yang digunakan yakni beras caredek atau orang banyak menyebut dengan beras redek. Beras Redek dengan tekstur pulan merupakan beras asli dari Solok Selatan.

Untuk harga, satu porsi belut dan dendeng menggunakan piring kecil berisi beberapa potong hanya ditawarkan Rp 11.000. Namun harga yang dikeluarkan tak seberapa dibanding dengan kenikmatan yang didapat dari olahan belut dan dendeng. Hmm…

Sumber+foto:kompas.com