Kasus Hambalang, Dipanggil KPK Djohar Arifin Berterima Kasih

by -10 views

141726_djoharKetua Umum PSSI Djohar Arifin dipanggil KPK untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Dia diperiksa selama lima jam dengan 31 pertanyaan pada Jumat (15/6). Atas panggilan tersebut Djohar menyatakan terima kasih kepada komisi antirasuah itu.

“Saya berterima kasih pada KPK karena telah memanggil saya untuk menjernihkan masalah ini,” kata Djohar dalam konferensi pers di Kantor PSSI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu ( 15/6/2013).

Djohar mengatakan, keterangan yang diberikannya ke KPK hanya seputar konfirmasi tentang situasi dan prosedur di Kemenpora terkait tugas dia saat menjabat sebagai Deputi Menteri Pemuda dan Olahraga. Djohar berharap dia tidak dipanggil lagi oleh KPK, sebab karena panggilan ini anaknya kaget dan sakit.

“Saya berharap ini panggilan pertama dan terakhir. Cuma kata KPK nanti kalau ada tersangka baru saya akan dimintai konfirmasi lagi. Saya bilang gara-gara panggilan ini anak saya jadi asma di Medan,” ucap Djohar.

Dalam pemeriksaan tersebut Djohar menceritakan tentang info yang dia ketahui soal proyek Hambalang. Djohar mengatakan ide proyek yaang dimulai pada 2010 itu sudah dicetuskan sejak 2006.

“Tahun 2006 sudah ada permintaan dari atlet untuk bisa tinggal di Ragunan. Idenya itu mencari tempat tinggal buat para atlet. Sudah sampai situ saja saya tahunya, 2010 saya pensiun, jadi tidak tahu kapan tender, bagaimana proyeknya,” ujar Djohar.

Sebelum menjabat sebagai Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein juga pernah menjabat sebagai staf ahli Menpora Andi Mallarangeng. Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan empat tersangka mereka adalah pejabat PT Adhi Karya, Teuku Bagus Muhammad Noor, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, pejabat pembuat komitmen proyek Dedy Kusdinar dan Anas Urbaningrum. Anas diduga menerima gratifikasi berupa mobil Harrier dari PT Adhi Karya untuk memuluskan proyek senilai Rp 2,5 triliun itu.

sumber+foto:detik.com