H-10 Lebaran, Jalur Majalaya – Ibun Diharapkan Bisa Rampung

by -18 views

134892_620Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, menargetkan pada H-10 Idul Fitri, perbaikan jalan di Jalur Majalaya dan Ibun bisa rampung, karena jalur tersebut merupakan salah satu jalur alternatif pada arus mudik selain jalur Cijapati dan Cicalengka.

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Bandung, Agus Nuria mengatakan, saat ini pihak Dinas Bina Marga masih melakukan perbaikan lebih cepat agar target tersebut bisa tercapai.

“Jadi perbaikan jalan ini memang berbeda-beda. Ada yang lebih dicepatkan dan ada juga yang memang ditangguhkan sementara. Kalau yang dicepatkan seperti jalur Majalaya dan Ibun dengan alasan jalur alternatif. Kalau jalur yang ditangguhkan maskudnya diselesaikan setelah lebaran nanti,” ujar Agus Nuria saat diwawancarai pada Minggu (14/7/13).

Agus menjelaskan bahwa saat ini secara keseluruhan memang perbaikan jalan sedang dalam proses. Seperti halnya jalur Dayeuhkolot, Baleendah, Soreang, Banjaran dan di sejumlah titik di Kabupaten Bandung lainnya.

“Tapi untuk perbaikan jalur selain Majalaya dan Ibun, seperti Baleendah dan Dayeuhkolot bisa kita selesaikan hingga bulan Agustus mendatang,” katanya.

Disinggung terkait kenaikan harga baban-bahan kebutuhan infrastuktur mulai dari semen, besi dan lainnya setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Agus mengaku, jika sudah ada kontrak dengan pihak ketiga sebelum kenaikan BBM tersebut, jelas harga tidak akan naik, dalam artian tetap menjalankan harga yang sebelum kenaikan BBM.

“Tapi, bagi pihak ketiga yang belum menyepakati kontrak hingga saat ini, jelas harga bakal naik juga. Karena kerjasama kontraknya setelah kenaikan BBM. Maka dari itu, dalam perubahan APBD nanti, kita pasti mengusulkan tambahan lagi,” katanya.

Saat ini, kata Agus, anggaran untuk perbaikan jalan, penerangan jalan umum (PJU), dan drainase mencapai Rp180 miliar. “Kalau untuk jalannya saja hanya 104 miliar,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung, Aef Saefullah menyambut baik rencana perbaikan lebih awal H-10 untuk jalur Majalaya dan Ibun tersebut. “Bagus kalau memang dipercepat, apalagi jalur tersebut nantinya bakal dilewati oleh para pemudik sebagai jalur alternatif,” ujarnya.

Aef menambahkan, secara kinerja dalam program yang sudah dipaparkan dari pihak PU Bina Marga kepada dewan, memang tidak ada target khusus. “Akan tetapi kita minta secara keseluruhan pada bulan November itu sudah selesai semuanya. Artinya jangan molor dari tahun ini,” ujarnya.

Aef menjelaskan, terkait anggaran bagi kontrak atau pihak ketiga yang masih dalam proses setelah adanya kenaikan BBM, pihak dewan berencana akan menambah anggaran pada APBD perubahan nanti supaya harga-harga yang sudah naik bisa tercukupi oleh anggaran tambahan nanti.

“Kita akan upayakan adanya penambahan anggaran supaya perbaikan jalan bagi kontrak yang sesudah kenaikan BBM ini berjalan lancar,” ucapnya.

Oleh karenanya Aef pun meminta, kepada Dinas Bina Marga agar menjalankan program kerja ini semaksimal mungkin agar masyarakat juga bisa merasakan infrastruktur yang lebih nyaman. “Bagi masyarakat kita imbau agar lebih bersabar jika jalur yang dilewati terganggu akibat kemacetan perbaikan jalan ini,” ucapnya. (pikiran-rakyat.com)