Pergub Pengendalian Angkutan Barang Tetap Dibuat

by -27 views

trukKepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Dedi Taufik mengatakan pemerintah pasti tetap membuat peraturan gubernur (pergub) sebagai turunan UU 22/2009. Adanya kesepakatan yang dilakukan dengan pengusaha dan aparat keamanan menurutnya sebagai bentuk harmonisasi. Hal ini disampaikannya di Bandung, Minggu (14/7/13).

Dengan begitu, pergub yang ada nanti akan dapat terimplementasi. Menurut Dedi, tidak ada alasan para pengusaha menolak menandatangani. Soalnya, semua perwakilan yang hadir saat pembuatan kesepakatan pun sudah menyatakan dukungan.

“Perwakilan semua perusahaan termasuk Danone Aqua sudah hadir saat kesepakatan dibuat. Hanya saja, ada pergantian jabatan di perusahaan Ddanone menjadi penyebab belum ditandatanganinya kesepakatan tersebut. Ini urusan internal mereka karena waktu itu perwakilannya juga sudah memberi paraf. Kenapa sekarag ini dipermasalahkan?” kata Dedi.

Dedi juga menjelaskan, adanya pembatasan waktu dalam butir kedua kesepakatan yang berisi “mematuhi jam operasional pengangkutan barang pukul 20.00 WIB- 05.00 WIB serta tidak beroperasi pada hari minggu” bukan berarti tidak boleh ada aktivitas angkutan barang apapun.

“Mereka tampaknya salah persepsi, pada jam seperti ini yang kami maksud tidak boleh adalah angkutan yang menggunakan tronton melebihi tonase yang diizinkan. Kalau tidak melebihi tonase misalnya menggunakan mobil-mobil boks atau kendaraan lainnya ya, boleh,” katanya.

Dedi berencana akan menegur perusahaan-perusahaan yang tidak menandatangani kesepakatan karena sebelumnya sudah memberi paraf. Hal ini karena menurutnya kerugian masyarakat akibat jalan rusak dengan pengeluaran tambahan yang harus dikeluarkan perusahaan untuk menyesuaikan kendaraan angkutan barang tidak sebanding.

“Kerugian masyarakat sudah berapa akibat jalan rusak? Gubernur sudah instruksikan saya sehingga pergub akan tetap jalan. Kita juga sudah melalui proses. Yang penting kita sudah lakukan harmonisasi,” katanya. (pikiran-rakyat.com)***.