Drs. Dadang Iriadi M.Pd., “Sosialisasi Kurikulum Tahun 2013 Perlu Terus Dilakukan”

by -4 views
Dadang Iriadi
Drs. Dadang Iriadi M.Pd., (Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung) saat mengisi seminar di Gedung Wahana Bhakti Pos, Minggu (02/09/2013)

Bandung (Jabarmedia) – Drs. Dadang Iriadi M.Pd., mengatakan “sosialisasi kurikulum tahun 2013 perlu terus dilakukan”, ujarnya saat membuka seminar pendidikan khusus kelas X dan XII yang diselenggarakan Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College (LBB SSC) di Gedung Wahana Bhakti Pos Ruang Edelweis Lt. 8 Jl. Banda No. 30 Bandung, sekitar pukul 09.00 WIB. Minggu (01/09).

Alasan bahwa perlu terus dilakukannya sosialisasi kurikulum 2013 di antaranya “kenyataan bahwa Ujian Nasional (UN) pada tahun 2013 saja masih belum sesuai dengan kurikulum 2013”, ujar Dadang yang saat ini menjabat Sekretaris Pendidikan Kota Bandung.

Melalui seminar bertemakan, The Art Problem Solving Kurikulum 2013, Dadang, menuturkan “kurikulum 2013 bersifat tidak stagnan karena kurikulum 2013 menginginkan keaktifan siswa”.

Adapun alasan kenapa siswa harus didorong untuk mencari tahu, kritis dan mandiri, bahkan didorong untuk mencermati dan mengkaji sejak SMA, kata Dadang, “karena kondisi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah lebih maju dari tahun ke tahun”, tegasnya.

Sementara Dr. Dian Peniasiani M.Ed., dari Pengawas Pendidikan Dinas Kota Bandung, menuturkan “Kurikulum 2013 mengharapkan proses pembelajaran yang mendukung kreatifitas siswa”.

“Kemampuan kreatifitas diperoleh melalui: observing (mengawasi), questioning (bertanya), associating (menalar), experimenting (percobaan) dan membandingkan”, jelas Dian.

Selain penjelasan mengenai kurikulum H. Sony Sugema MBA (Founding Father dan Dirut. SSC) memberi motivasi kepada siswa agar dapat sukses dalam meraih keinginannya dalam belajar.

Melalui judul “The Road Map to The Say”, Sony Sugema, menuturkan “Kita selalu ditimbang dan dieksekusi”, ujarnya.

“Perbuatan seseorang tentu akan mendapatkan hasil dari apa yang diusahakannya, tambah Sony Sugema yang datang lebih pagi.

Sebelum mengakhiri sesi pertama dihadapan seminar yang dihadiri sekitar 300 peserta, Dian menuturkan bahwa kurikulum 2013 menghendaki kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang integritas.