Seni Berokan Indramayu, Seni Para Wali Untuk Tolak Bala

by -101 views

DSCF2345Berokan adalah salah satu seni sebagai sarana syiar islam jaman para wali. Kini seni tersebutsudah berubah pungsi, selain sebagai sarana hiburan trdisional, seni berokan juga masih dipercaya adat sebagai kesenian tolak bala.

Demikian dikatakan Darman(68) warga desa Tanjungkerta kecamatan Kroya kabupaten indramanyu kemarin di rumahnya.

Menurut Darman yang mengaku turunan ke XII dari kake moyangnya sebagai penerus Seni Berokan, mengatakan bahwa kesenian berokan ini adalah sebagai alat sarana Si’ar Agama Islam dari jamaan para wali ( Kanjeng Sunan Kalijaga).

Dijelaskannya, kesenian tersebut dimainkan berpindah pindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ketika orang sudah berkumpul, kesenia bisa dimainkan dengan sarat para penontonnya mengucapkan “dua kalimat sahadat” dan seterusnya.

Kesenian yang diciptakan Kajeng sunan Kalijaga tersebut, sekarang menjadi seni tredisional indramayu, selain berfungsi sebagai kesenian, seni tersebut juga dipercaya sebagai seni tolak bala.

Kepercayaan tolak bala melalui seni tersebut, itu dilakukan bila di daerah tertentu lagi banyak musibah,baik penyakit manusia maupun hama tanaman, konon katanya mampu mengusir roh-roh jahat, sehingga kondisi daerah tersebut menjadi tenang kembali.

Berokan ratusan tahun yang mempunyai khodam bernama Ki kuncung atau ki Cuplak,dan dimiliki turunan ke XII tersebut, yang kini menjadi kramat baginya, katanya sewaktu waktu, berokan tua itu berbunyi sendiri, dan itu katanya menandakan, untuk memulai perjalanan tolak bala berpindah pindah dari desa yang satu ke desa yang lainya.

Adapun sebagai imbalannya, masyarakat sudah pada mengerti sendiri, tanpa diminta mereka mau memberi.Rata- rata masyarakat memberinya bukan uang, melainkan ada yang memberi beras dan juga ada yang mengasih padi, itu seikhlasnya yang disampaikan Darman.(mediajabarkita.com)