Tebing Bebatuan di Ponorogo Longsor, Satu Rumah Warga Jebol Tertimbun

by -1 views

tebing-cadas-longsor_20141219_175258Rumah Mbah Senin (62) warga RT 02, RT 01, Dusun Sambi, Desa/Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo bagian depan dan samping kananya hancur.
Hal ini disebabkan bangunan rumah ini terdesak longsoran tanah dan bebatuan cadas dari bukit setinggi 4 meter ada yang di samping kanan depan rumah korban itu.
Longsor yang menyebabkan rumah Mbah Senin rusak berat itu, disebabkan tingginya curah hujan di lokasi kejadian. Hal ini, lantaran di sekitar lokasi bencana longsor itu diguyur hujan sejak siang hari hingga malam hari.
“Tanah dan batu cadas tebing depan rumah ambrol hingga mendesak dan menghancurkan bangunan tembok rumah saya,” terang korban longsor Mbah Senin kepada Surya, Jumat (19/12/2014).
Lebih jauh, Mbah Senin menguraikan jika longsor yang menghancurkan bangunan rumahnya terjadi, Kamis (18/12/2014) sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat itu di desanya masih diguyur hujan deras. Saat itu, keluarganya sedang bersantai di ruang tamu. Tak berselang lama mendengar suara seperti batu berjatuhan.
“Pokoknya awalnya suara seperti gempa. Lah kok tak lama sudah merusak bangunan depan dan samping rumah saya,” imbuhnya.
Seketika itu, kata Mbah Senin dirinya berusaha keluarga rumah bersama seluruh anggota keluarganya. Karena rumahnya terasa seperti bergetar layaknya kena gempa itu.
“Saya berlari keluar kok tembok rumah saya diterjang longsor. Sekarang kami pasrah karena masih memikirkan biaya untuk memerbaiki rumah sekitar Rp 10 juta ini,” tegasnya.
Sementara Kapolsek Ngrayun, AKP Darmana menegaskan meski longsor merusak rumah warga akan tetapi tidak ada korban jiwa dalam peristiwa benca alam itu.
Hanya saja kerugian materiil mencapai sekitar Rp 7 juta lebih. Karena bangunan depan, ruang tamu dan kamar depan kanan teboknya ambrol terdesak tanah dan batu longsoran.
“Kami mengimbau masyarakat melalui para perangkat desa agar lebih waspada jika ada hujan deras disertai angin kencang agar selalu waspada dan siaga. Karena tanah wilayah Ngrayun tanah yang rawan ambrol.
Kami minta warga yang rumahnya berdekatan dengan teing agar hati-hati dan wasapada. Kami minta kewaspadaan ini demi menghindari korban. Kami juga minta perangkat desa segera melaporkan melalui SMS jika terjadi bencana 24 penuh,” pungkasnya.

(tribunnews)