Empat Kendaraan Tabrakan, Ibu dan Anak Tewas

by -14 views

kecelakaanEmpat kendaraan terlibat tabrakan beruntun di jalur Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), tepatnya depan Rumah Makan Ayam Bakar Pak Karim, Rancamaya Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor Kamis (29/1) malam pukul 21.45 WIB malam. Akibatnya dua orang tewas.

Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Bramastyo Praji menuturkan, kecelakaan melibatkan truk Kontainer bernopol B 9911 ZI, truk Tronton dengan nomor polisi B 9238 BXS, dan satu angkutan kota (Angkot) 02 Jurusan Ciawi-Cicurug bernopol F 1931 N serta mobil Isuzu Panther bernopol D 138 GV.”Saat terjadi kecelakaan, kondisi arus lalu lintas di jalur ini ramai lancar,”kata AKP Bramastyo Kamis malam. Ia menambahkan, akibat kejadian ini,  Ibu dan anak yang merupakan penumpang angkot tewas.

Asep Ajizi 48, sopir Isuzu Panther kepada petugas menuturkan, saat itu ia melaju di TKP dengan kecepatan sedang, karena jalur ramai tapi lancar. “Tiba-tiba angkot didepan saya tertabrak truk kontainer didepannya hingga terseret,”kata Asep Ajizi.

AKP Bramastyo menambahkan, kejadian bermula saat truk tronton bermuatan penuh melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Jakarta. Di lokasi kejadian, truk oleng karena  mengalami rem blong saat berusaha dihentikan sopirnya.

Truk kontainer yang kehilangan kendali, lalu menyerempet truk tronton bernopol B 9238 BXS. Karena masih terus jalan,  truk kontainer lalu menabrak angkot bernopol F 1931 N yang sarat penumpang.

“Angkot datang dari arah berlawanan. Jadi truk kontainer maut ini baru berhenti, setelah menabrak angkot dan tiang listrik seberang gerbang perumahan Rancamaya,”papar Kasat Lantas.

Kejadian ini membuat jalur  macet dari kedua arah hingga 10 kilometer. Selain merengguk dua nyawa, 13 orang lainnya mengalmi luka berat dan ringan. “Ada delapan korban kritis. Semua korban sudah dibawa ke RSUD Ciawi,”tandasnya.

Petugas Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Bogor dan Polres Bogor Kota hingga pukul 22.50 WIB masih berusaha melakukan proses evakuasi truk kontainer yang menghalangi setengah badan jalan, guna mengurai kemacetan panjang.

(Poskota)